Derai

Alenia
Karya Alenia  Kategori Puisi
dipublikasikan 05 Maret 2016
Derai

lalu untuk apa kata keadilan diciptakan?
saat kita tidak berhenti membandingkan
sejak kita dilahrikan dari buaian
hingga nafas berhenti pada detik-detik kematian
sedikitpun kita tak pernah beristirahat dari tuntutan
seperti candu yang menekan-nekan
pada hasrat kita yang paling dalam, untuk adil diperlakukan
?
dan akhirnya kita berdoa, tapi tak pernah beribadah
sedang dimasa-masa nelangsa kita yakin Tuhan ada
lantas di ruang waktu yang terpisah
Tuhan hanya ide belaka
tak punya kuasa atas manusia-manusia
mungkinkah karena kita bahagia
sebab itu menganggap Tuhan tak ada?
?
kita sudah terbiasa menukil sabda Tuhan kala terlena rasa
sebab bagi kita surga tak pernah ada
melainkan dunia.
?
dan pada akhir yang lain kita memutuskan menjadi pelacur
berbicara mendongak dengan aparatur
soal selangkangan yang ditawar-tawar
sampai nanti kita mulai hancur
karena harga pasar mulai kabur
kita memilih kubur,
ngawur
sebab manusia pada sesama tak mau lagi melacur
lalu pada Tuhan kita memilih berbaur.
?
kita berdiri sama tinggi pada diri sendiri
menuntut dibahagiai?tapi tak pernah memberi
kita mencari dan mencari sesuatu yang diberi?tanpa pamrih
memintai diperlakukan baik tapi tak mau pada manusia lain berbaik melakui
katanya mereka menghianati
tapi kita tak sedikit pun jujur saat mengatai
?
seperti itukah kami?
yang menjilati supaya tak diabai?
?
marilah kita mendesah panjang sebab siapapun kita harus gerah pada kalah kalah menjadi manusia pada akhirnya
?
image :?http://2.bp.blogspot.com/-xvEvFv1WDW8/UJfHskGvpnI/AAAAAAAAAWA/uY2827jSkjU/s1600/air_plane_cartoon-1600x1200.jpg