pluviophile

Alenia
Karya Alenia  Kategori Puisi
dipublikasikan 01 Maret 2016
pluviophile

siapa yang tak merindumu , sedang antitesamu semakin panjang berkembang tak kunjung lekang

bau tanah, petichor adalah penantian, sedang basah tak jua, menuai residu residue Actinomycetes pada rekaan-rekaan

tandus, gersang, kering tanpa rumput pada padang umbaran. sisahkan kenang bagi genus-genus pembiakan

kamu! kami durjana, padamu tiap tetesan, sudah berapa banyak kami harus berakhir pada siksaan, pergimu terlalu lama meninggalkan kami yg sedu-sedan, tidak kah kau merindukan kami dengan sesuguhan yang penuh keberkahan

debu, kau sisakan, pohon kau tumbangkan, entah berapa turunan kecil kami yang harus mati karena kehausan.

tak seperti dlu lagi kau datang dengan serawakan, tak kenal aturan melebihi gelombang tesla pada perputaran, rentang waktu tak lagi jadi jawaban, sebab kau tak jelas kapan akan datang.

kini kau bagai kekakasih yang menduakan, tinggalkan kami dengan kenangan, sebab bagimu pergi tak perlu alasan, tapi memintamu kembali menyisakan sejuta keinginan.

apa kami tak kau rindukan,
ini kami yang mencintaimu dengan perasaan

pluviophile-an!

?

image :?http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/1045304/big/009839000_1446728221-Cover.jpg

  • view 107