culpo di fulmine

culpo di fulmine

Alenia
Karya Alenia  Kategori Puisi
dipublikasikan 01 Maret 2016
culpo di fulmine

air tak pernah salah di tempat manapun ia berada.ia situasi yg sulit tak pernah datang tepat masa

sebab itu aku ingin mencintaimu dengan segala rupa cara

melebihi paradox garis yg meretak pada tiap lengkungan. sedang retakan-retakan hanyalah figuran semata.

letakkan tanganmu pada cakrawala
izinkan aku membimbingmu dengan segala kuasa pilih. letakkan telnjukkmu pada garis tepi barat. penuhi hasratku kan ku bawa ia hingga ketimur lalu akan kuakhiri tepat pada caramu menatapku dengan smua paradigma yang telah kau susun sedemikian rupa

sebab itu aku ingin mencintaimu dengan segala rupa cara.

cakrawala tak pernah nyata hanya sebats garis dengan titik tak berujung namun bukan lingkaran, langit hnyalah batas pandang, nyata tetapi bukan angan-angan. seperti bulir-bulir hidrogen pada satu kedipan mata.

cakarawala, hnaya garis imagi rasional dengan sedikit buktii-bukti empiris. memerpetmukan bumi dan langit dalam satu garis potong tak berakhir, bersatu, bersama

kau dengan segala susunan yang terstuktur rapi. dengan segala bentuk yg melebehi estetika imagi pada rasio yg smpurna. diam tetapi menari dengan leluasa. seperti padang umbaran dengan ujung yg tak tertera

sebab itu aku ingin mencintaimu dengan segala rupa cara

aku benci kuasa atas diriku. dengan segala bentuk silogisme simetrik,
mengarsai postulat garis horizontal yg harus tegak lurus dengan pandang vertikal. seperti rindu yang tak pernah salah arah.

kau memandang cakrawala dengan tegap lurus. dengan semua kepastian. seperti terpaan angin pada ruang yg penuh dinamika aeros. terus maju sejengkal demi sehasta, meski kau yakin smua ada kadarnya

sebab itu aku ingin mencintaimu dengan segala rupa cara.

garis maya beraksis negatif, akan berakhir dititik nol berssambung hitungan cacah tanpa akhir pada realitas. aku kamu dengan titik potong, dengan tetapan hati yang tak sengaja harus bertemu tanpa perlu tau kamu siapa

dimana, disaat bayangan adalah bentuk nyata yang lebih indah dari sekedar bermimpi. aku akan selalu memilih untuk tak pernah tidur kembali. peruntukan mengkristal pada sela sela cipta dan rasa.

sebab itu aku ingin mencintaimu dengan segala rupa cara.

sebab itu inginku tak lagi ada!

seperti inginku tak butuh terkaan sekalipun pembenaran semata

sebab aku mencintaimu dengan segala rupa cara.

Kini! juga! sama! rasa!

cinta!

ini aku, lelaki yg mencintaimu sejak pertama bersua!

image :?http://2.bp.blogspot.com/-1_O4jaKyBmQ/VgHQTR4f06I/AAAAAAAACeM/oDgvx9B-SYw/s1600/Colpo-di-fulmine.png

  • view 150