Utopia : Silogisme Sentris

Alenia
Karya Alenia  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 19 Februari 2016
Utopia

Utopia


cara terbaik untuk melihat kenyataan adalah dengan menggarisnya

Kategori Acak

1 K Hak Cipta Terlindungi
Utopia : Silogisme Sentris

Perasaan adalah hal paling sempurna yang diciptakan Tuhan. Dengan segala kompleksitasnya tidak pantas rasanya menempatkannya sejajar dengan logika. Otak dengan segala domain-domain, ketarturan jaringan saraf yang saling berhubungan satu sama lain, dari dendrit-dendrit yang menghubungkan saraf sensorik dan motorik, yang menyebabkan manusia mengindra dan melaku dengan sistematis, akan diperbudak oleh hati yang mewakili perasaan yang bergerak tanpa aturan.
?
Nauval adalah manusia yang paling logis setidaknya salah satunya. Ia berfikir dengan cara menginduksi menghindari segala bentuk-bentuk deduksi, dogma, pembenaran buta-buta. Mitos, pamali, dan segala bentuk budaya yang mengada-ada hasil induksi yang sudah tidak lagi peka zaman. Baginya kebenaran hanyalah hasil kalkulasi pengalaman. Segala sesuatunya harus ia buktikan sekalipun itu akan buruk, baginya ?the proof of the pudding is on the eating? induksi adalah pendektan terbaik yang pernah manusia bisa lakukan, tidak dulu maupun sekarang. Lantas bagiamanpun kesimpulan yang orang-orang peroleh, mengenai hal sekecil apapun ia hanya bisa mengiyakan, anggukan formalitas demi konteks relasional, sedang semua propoisi ia induksi setahap-demi setahap tanpa terkecuali, bahkan ketika ia sesimple di titipi salam oleh anak gadis yang cantik lagi baik.
?
Ia menciptakan konsep berfikir yang sangat kompleks, namun jitu, mencoba membuang segala bentuk bias kognisi, pembenaran atas pilihan-pilihan yang tidak logis, ia memfilter semua bentuk dan model persuasi buta, semisal ?kamu pasti berhasil, aku yakin itu?. Ia adalah seoarang manusia assertive setidaknya salah satunya. Jika ia sedang mengusahakan sesuatu, dan kamu tetiba datang dan berkata kamu pasti bisa, ia akan lantang menegasi satu kalimat sederhana yang kau berikan dengan jumlah induksi yang tidak terhitung, belum lagi persoalan kemungkinan, peluang yang hitungannya tidak terbatas, ia hadirkan sebagai pilihan yang harus dieleminasi satu persatu tanpa terkecuali. Dan yang paling penting, ia tidak segan-segan memaksamu mengatakan iya atau tidak pada setiap proposisi kemungkinan yang ia lemparkan, hanya demi satu kumpulan leksem yang kau sebutkan tadi.
?
Tidak ada yang lebih menyenangkan baginya, mendapati manusia yang berinteraksi dengan tujuan sosial dan mengabaikan proposisi. ?they are shit, you know!? orang-orang yang ia dapati menjilat, seperti anjing yang berpura-pura demi sesuap nasi, meski anjing tak pernah makan sesuap. Mereka adalah ras paling hina, lebih hina dari hewan yang paling hina sekalipun. Ia seringkali mebayangkan celoteh seorang sahabatnya, lebih baik menggantungkan mereka diatas pohon dengan kaki terikat, kepala dibawah, lalu ia irisi silet pada seluruh bagian tubuhnya, kemudian melumurinya dengan gula, hingga semut akan mengerogotinya, dua tiga hari sampai ia meregang nyawa. Mereka adalah makhluk yang mengabaikan rasionalitas murni, mereka bermain-main dengan apa yang tidak seharunya permainkan. Mereka tidak membutuhkan kebenaran, sebab bagi mereka kebenaran tidak lagi penting. Bukan hal yang harus dicari, mereka hanya akan berbicara soal essensial, tujuan pokok, dan selama itu bisa diatur maka semua demi tujuan, akan tercapai dengan teratur.
?
Ia tidak pernah sekalipun membenci manusia, seorang pun, melainkan pilihan perilaku yang ia benci, pilihan yang bukan kolektif melainkan indvidual dan mawas, Johan, satu nama yang ia simpan pada serebrum otaknya dengan entitas data setidaknya berupa list-list kebencian, bahkan dari nama saja, ia selalu mengandaikan namnya pada dua suku kata yang simetris terbalik, Jo-Han, jo menwakili nama yang sangat merendah, akrab dan bersahabat, seperti, ?hey jo whats up?, ?hey jo dari mana aja bro? , ?hy jo fuck you? , ?hey jo come on man u dick-head? , ?hey jo kamu kok jelek amat? akan selau paralel dengan klausa-kalusa lantai rendahan tetapi jujur, sedang baginya Han merepresatasin satu suku kata terakhir yang membentuk satu akar sekaligus, seirama dengan bunyi ?han? pada lexem ?Tuhan?. Yang angkuh dengan segala kuasanya. Jo mewakili nama orang-orang barat yang demokratis sedang Han mewakli nama cina yang komunis. Johan adalah nama yang mewakili semua bentuk kebencian yang ia daftarkan.
?
Johan menancapkan perturan dalam hidupnya, sekali medayung dua-tiga pulau terlampaui, baginya segala sesuatu hanya dipusatkan pada tujuan, mengenai cara siapa yang peduli, ia tidak terlalu konservatif, baginya tujuan adalah kreatifitas, kebenaran memang harus dipertahankan tapi manusia hidup secara sosial, menjadi baik lebih baik dari pada berkata jujur lalu menjadi jahat. Jika kamu berbicara pada Johan, segala sesuatunya akan diperhitungkan kearah mana kamu akan berlabuh, lalu dibutlah peta yang cocok, dalam urusan ini, ia legenda, ia mungkin pernah membaca ratusan buku, atau mungkin ia pernah bekuliah public relation bertahun tahun, atau apapun itu, caranay berinteraksi sangat natural, ia adalah salah satu ciptana yang harus dikecualikan, diplomat murni.
?
Ia tidak sekalipun membenci manusia-manusia konservatif. Ia hanya mebenci cara berfikir mereka, terlalu kekanak-kanakan, mereka adalah orang yang tidak mau maju ?they were bumped in the past? kolot dan kuno, di dunia moderen ini segala sesuatu bergerak cepat, jika kita melawan arus, kamu akan susah makan apa, Johan tahu betul perangai makhluk kosnrvatif, anda ia bisa, ia akan menempatkan mereka semua dalam satu kelompok, dalam ruang tertutup tak mebenrinya makan sekalipun, lalu seminggu kemudian, ia akan menyajikan makan curian dengan pembertahuan. Ia akan senang melihat mereka berjibaku dengan idelogi mereka, baginya melihat manusia yang idelis menjilat ludah sendiri adalah hal yang paling nikamt, seperti seruputan kopi kala pagi.
?
Nauval, ia selalu bersitegang dalam diamnya, dengan sosok lelaki yang menggenggam hati beberapa manusia yang bisa diperdaya, manusia yang saling mencintai akan memiliki sinyal yang sama, mereka akan tahu saling mencintai hanya dengan saling melihat, radar mereka bekerja, mecocokkan pasword yang sama, ?cinta? lalu mereka menghubungkan segala bentuk konekasi eksternal dan kemdian diakses internal, keduanya saling bertukar informasi, hingga disitulah pencocoakn dilakukan. Dan begitupun benci. Tidak perlu berhari-hari atau berbulan-bulan untuk tahu, seseorang yang saling membenci sebab sinyalnya lebih kuat, masing masing memiliki router yang terikat secara geomteris memudahkan keduanya saling paham, bahwa kamu adalah orang yang saya benci. ?homo homuni lupus?.
?
Bagi nauval, Johan memenuhi semua kriteria itu, Johan memiliki sinyal yang kuat, begitupun bagi Johan , nauval memeliki semua karakter yang tidak ia sukai, jadi ketika keduanya bertemu, Johan yang biasanya selalu bermain pada maxim kuantitas, berbicara panjang lebar, ia akan berdiam, paling tidak hanya membicarakan hal yang perlu. Sedang Nauval, salah satu manusia paling assertif, juga akan memilih diam. Ia hanya akan menjawab seperlunya. Ini seperti pejantan yang sudah paham kekuatan masing-masing, hingga konflik tidak perlu sebab akan berkahir pada titik yang sama. Tujuan!. Padahal kala diam itu, disanalan pergemurulan tebesar terjadi, perang besar-besaran, mereka masing-masing datang dengan pasukan yang saling mengahncurkan tidak ada dominasi, hanya ada konflik yang seimbang, maka terkadang benar rasanya bahwa konflik tidak bisa diselesaikan mealinkan diseimbangkan, jika ada yang kalah maka konflik akan lebih sakit sebab hanya akan ada perbudakan, serta konflik sepihak. Seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan.
?
Johan yang banyak basa-basi, nauval yang asertif ketulungan, saling membenci bukan sebagai entitas manusia, melainkan perilaku, rasa-rasanya manusia memang membenci dirinya sendiri, sebab keduanya memiliki kesamaan, kesamaan prinsip yang ternyata akar kebencian mereka. Dan sekedarnya benar bahwa setiap manusia membenci sesuatu yang seperti mereka, yang memiliki kesamaan mereka, manusia membenci diri mereka sendiri, maka nauval dan johan dua sosok manusia yang memiliki integritas masing-masing saling memebenci karena memiliki kesamaan.
Dua lelaki logis dengan intergritas yang sama, dengan kebencian yang sama, masing-masing memiliki banyak kesamaan, termasuk peruntukan cinta mereka pada gadis yang sama, baik Nauval maupun Johan, anggapan mereka, mereka adalah satu teuku untuk seorang Cut, Novi!
?
Image :?http://pazzfestival.de/wp-content/uploads/2012/04/Utopia-0-640x420.jpg

  • view 188