Why Jomblo Scares You (memahami jomblo lewat sudut pandang linguistik)

Alenia
Karya Alenia  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 Februari 2016
Why Jomblo Scares You (memahami jomblo lewat sudut pandang linguistik)

Jomblo seharusnya dinobatkan menjadi ?word of the year? dengan ukiran prestasi yang terbilang gemilang sebab diucapkan hampir setiap hari dengan frekuensi yang sangat sering. Jika saja bahasa Indonesia disajikan dalam bentuk korpus yang diakui maka kemungkinan besar jomblo akan muncul dengan frekuensi terbanyak dengan kolokasi paling tidak dengan kata sendiri, menyakitkan, ngenes, atau mungkin sekarat. Pun dalam bentuk bahasa tertulis, hampir ditemui berbagai macam artikel mengenai jomblo, mulai dari jenis-jenis jomblo yang menyajikan faksi faksi jomblo dari jomblo ngenes hingga jomblo indepnden berkualitas.
?
lalu apakah benar jomblo adalah hal yang menakutkan? Jomblo menyisahkan kita pada banyak pertnyaan pertnyaan yang tidak boleh diremeh temehkan, sebab jomblo menjadi sebuah endemi yang akut. Jomblo menjadi penyakit yang mematikan, yang menyerang generasi muda.
?
?Siapa bilang menakutkan?? Menurut ku nda ji..cmn itu ji biasa kesepian hahaha Mau tong ki juga di sayang2.. haha Tp enaknya jomblo bebas..bisa dekat dgn siapa saja.. Semuanya kan pasti ada baik buruknyaa..? (anonim)
?
Linguistik adalah salah satu bagian ilmu pengetahuan yang mengkaji bahasa, baik lisan maupun tulisan, disisi lain jomblo yang menjadi topic utama pembicaran anak muda merupakan salah satu bentuk bahasa. Maka memandang jomblo melalui sudut pandang linguistic adalah hal yang wajar. Jomblo telah menjadi kesimpulan induktif dari semua topik pembicaran, selalu saja ada jalan yang dibawa sedemikian rupa, entah itu dari kata jauh-dingin-sendiri-jomblo, bentuknya bermacam. Dan pada akhirnya pembicaran seperti ini menjadi lumrah
?
#bagiamana linguistic memandang ?jomblo??
?
berikut kutipan percakapan dengan konteks tiga mahasiswa yang sedang menunggu hujan reda, menggunakan bahasa Indonesia dialek Makassar.
?
A : weh kapanko balik?
B : tunggu-tunggumi, malaska balik sendiri bah
A : baru terbiasamko sendiri
B : kek tong kau tidak jomblo, sesama jomblo itu harus saling menghargai
C : Kenapai kah kalo jomblo? Apa masalahnya?
A : weh musim hujanki ini, harus ada yang menemani
ABC : [Tertawa]
?
Dalam startegi kesopanan dikenal sebuah istilah ?double negation?, double negation adalah proses menegasi proposisi sebanyak dua kali berturut-turut. Misalnya pada extrak percakapan berikut
?
D : enak toh masakanku?
E : endak lah
D : bissanya itu
?
E mencoba masakan D yang rasanya ternyata tidak enak. Sehingga E mencoba menjwab dengan negasi ?endaklah?, D menganggap E hanya bercanda. Meskipun sebenarnya E menjawab dengan jujur. Startegi yang dilakukan E adalah membuat negasi, makanan yang tidak enak dinggap enak lalu dikeluarkan dalam bentuk kalimat negatif. Sehingga menciptakan kesan kesopanan. Negasi yang dilakukan dua kali berturut-turut tersebut disebut dengan double negation
Turning back to the first extract, perhatikan kalimat terakhir A ?weh musim hujanki ini, harus ada yang menemani? jika dianalisis secara semantik maka proposisi yang didapatkan adalah proposisi negatif. Yang menjelaskan bahwa menjadi jomblo/sendiri adalah hal yang dibutuhkan dimusim hujan. Secara pragmatis klausa terakhir ini sebenarnya adalah bentuk humor yang diucapkan untuk melengkapi negasi dalam bentuk pertanyaan oleh C, jika merujuk pada system double negation klausa ini jelas klausa negasi kedua. A pada faktanya membuat negasi pertama dengan menganggap bahwa sendiri adalah hal yang lumrah, lalu membentuknya dengan kalimat humor negative.
?
#Apa yang salah dengan ?double negation??
?
Double negation sebenarnya bukan bentuk kesopanan, melainkan bentuk yang menghindari ketidaksopanan, maka sebenarnya double negation adalah bentuk ?not saying the truth?. Sebab proposisi sebenarnya adalah proposisi terbalik dari klausa yang diucapkan. Lantas pada ekstrak tersebut A yang menggap bahwa jomblo adalah hal yang biasa dan lumrah sebenarnya secara eksplisit melalui analisis pragmatis menjelasakan kebalikannya, bahwa jomblo adalah hal yang menyakitkan.
?
?Siapa bilang jomblo menakutkan? Bagi sy itu bukan suatu hal yang perlu ditakutkan Tidak perlu takut menjadi jomblo..semua jodoh itu sudah diatur sama Tuhan Kan sudah dijelaskn jg dlm al quran klo kita diciptakan berpasang pasangan? (ela)
?
#apakah fenomena double negation menjawab mengapa jomblo menakutkan?
?
Tentu tidak, double negation hanya menjawab fakta pembicaraan yang menggap jomblo adalah hal yang lumrah dan tidak menyakitkan sebagai sebuah kebohongan. Lantas mengapa jomblo menakutkan? Pada salah satu cabang ilmu psikologi dikenal bagian psikologi persuasive, apakah psikologi persuasive menjelasakan mengapa jomblo menakutkan?
?
#apa itu psikologi persuasive?
?
Psikologi persuasive melihat bagiamana manusia secara psikologis tertarik pada sesuatu hal, misalnya,
andi tiba-tiba saja berhenti ditengah jalan yang ramai dan memandang keatas sembari menunjuk. Hal itu ia lakukan selama 3 menit, pada menit pertama 3 orang disamping andi melakukan hal serupa sembari mencari-cari apa yang andi perhatikan, pada menit ke 2 semakin banyak orang melakukan hal yang sama, dan pada menit ke 3 salah seorang diantara mereka memberanikan diri bertanya, apa yang andi perhatikan, andi kemudian menjawab ?barusan ada pesawat terbakar??pada faktanya andi tidak sedang melihat apa-apa, karena melakukan hal berbeda andi sedang menguji rasa penasaran orang sekitar, andi sedang membuktikan psikologi peruasif, merasa andi berhasil memperngaruhi orang sekitarnya, andi melempar ide, ide yang tidak benar bahwa barusan ada pesawat terbakar, andi baru saja melempar wacana
?
#apa itu wacana?
?
Dalam ilmu bahasa wacana menjadi perdebatan panjang antara pemikir structural dan bebas, wacana secara defenitif adalah gabungan pragraf-paragraf yang membentuk satu topic. Sedang secara kritis wacana adalah ide yang beredar. Ide yang disampaikan oleh andi pada contoh psikologi persuasive adalah salah satu jenis wacana. Maka wacana dalam dunia linguistic kritis adalah sesuatu yang perlu dipertanyakan kebenaranya maksdunya dan capaiannya.
?
?Karena pernah pacaran, Klo yg jomblo dan belum pernah pacaran itu menakutkan karna jd bahan celaan, dijadikan indikator ketampanan jg biasa? (rijal)
?
#psikolog persuasive-wacana dan jomblo apa hubungannya?
?
Apakah jomblo benar menakutkan? Pertama jomblo tidak akan didefinisakan sebagai sesuatu yang dapat definisikan, jomblo akan dipandang sebagai wacana. Maka pertnyaan yang tepat bagaiamana jomblo diwacanakan?
Beberpa tahun terakhir media remaja beralih dari televisi ke media online, sasarannya adalah youtube, alhasil banyak model-model video singkat terutama video lucu, maraknya media social instagram turut serta membantu peredaran video-video tersebut. Yang perlu digaris bawahi adalah topic atau model humor yang dimaksud. Sebagian besar videoyoutube ataupun video gram membahas tentang parahnya menjadi jomblo, menjadi sendiri. Jomblo selalu diidentikkan dengan kesepian. Sehingga mau tidak mau, media online telah membangun wacana mengenai jomblo,
Lantas apakah wacana tersebut hanya dibangun melalui media online?, sebut saja salah satu brand tea mengemas iklannya dengan tagline ?truk aja gandengan? secara tidak langsung iklan tersebut mencoba mendistorsi kebahagiaan menjadi sendiri, dengan menampilkan klausa pembanding ?berpasangan?
?
?Karena kalau jomblo itu hidup sendiri . . menakutkan itu bro . .? (anonym)
?
Wacana Jomblo sebagai hal yang menakutkan kemudian dikembangkan pada bebearapa artikel-artikel yang menggap bahwa pacaran adalah tren masa muda. Dan yang paling ekstrim adalah, wacana jomblo menakutkan sebenarnya dibangun oleh budaya barat yang mencoba mematikan kultur islami di Indoneisa. Jomblo didesain sedemikian rupa agar pacaran menjadi solusi terakhir.?Pada kesimpulannya wacana jomblo telah dibangun kearah menakutkan, secara langsung dan tidak langsung.
?
#jika jomblo tidak dipandang sebagai wacana apakah ia tetap menakutkan?
?
Perlu dipahami bahwa jomblo berasal dari asimilasi secara tidak langsung dari bahasa sunda jomlo, sebenarnya kurang tepat rasanya menyebutnya sebagai asimilasi, sebab jomblo yang bersal dari jomlo mendapat penambahan b bukan penyesuaian, meskipun begitu karena ia disesuaikan dengan kemudahan system fonetis maka bisa dikatakan sebagai asimilasi. Jomlo sendiri dirujuk pada wanita sunda yang belum menikah, seiring perkembangan zaman jomlo kemudian di rujuk pada semua yang tidak memiliki pacaran dengan menambahkan fonem b setelah j.
?
Jadi bagiamana mendifinisikan jomblo sebagai bukan wacan dan berdiri sendiri?, jomblo adalah keadaan dimana sesorang tidak memiliki pacar. Maka sendiri adalah kolokasi kata yang tepat, sendiri seharunya menjadi fashion dari jomblo secara otomatis. Maka pertnyaannya adalah apakah sendiri adalah hal menakutkan?
?
Pertnyaan ini adalah pertanyaan equivocal. Bisa iya bisa tidak. Pertanyaan ini harus dikembalikan secara individual. Maka dari itu pendektan yang harus digunakan bukanlah pendekatan linguistic melainkan pendekatan psikologi.
Satu-satunya pendekatan yang dapat dilakukan adalah pendekatan pada kata yang biasa dihubungkan dengan istilah jomblo. Pada beberapa artikal ataupun media-media lain diperkenalkan istilah ?single?, single sendiri adalah padanan kata dari jomblo, meskipun begitu tampaknya single diartikan sebagai bentuk postif dari jomblo. Single adalah jomblo yang berkualitas. Single adalah pilihan dan jomblo adalah nasib, demikian aksioma yang beredar.
?
Dalam studi perkembangan bahasa prokem, slang dan lain-lain, diasumsikan bahwa satu generasi dengan generasi lainnya sedang menciptakan kosakata baru. Yang dipahami oleh generasi tertentu saja, maka lahirlah istilah ?panasea?
?
?I am single and very happy? (Rimba-mahasiswa terganteng di Unhas)
?
#apa itu panasea?
?
Panasea dapat diartikan sebagai obat, maka bahasa panasea adalah bahasa obat, bahasa obat yang dimaskud tidak boleh diterjemahkan secar literal, sebab bahasa obat yang dimaksud adalah bahasa yang hanya dipahami oleh kalangan tertentu. Oleh sebab itu bahasa-bahasa rahasia dikenal sebagai bahasa panasea, bahasa yang memberi kenyamanan pada pewicaranya.
?
#apakah ?single? adalah contoh lain bahasa panesa?
?
Tepat, single adalah obat dari ketakutan kata jomblo, keputusan yang diambil untuk menciptakan istilah single sebagai bentuk positif jomblo adalah salah satu hasil ketakutan pada bentuk negative jomblo. Maka dengan melihat proses terbentuknya kata ?single? sebenarnya telah menjelaskan jomblo dengan melepaskan diri dari wacana adalah hal yang menakutkan.
?
?Karena jomblo selalu dibully? (defry)
?
#apakah sebaiknya tidak takut menjadi jomblo?
?
Sebenarnya ada satu kesalahan besar yang dapat dilihat pada proses ini. Yakni persoalan mendasar. Remaja sebenarnya bukan takut menjadi jomblo, tetapi takut menjadi sendiri. Maka kesendirianlah yang sebenarnya menjadi momok.
?
#lantas mengapa kesendirian menjadi momok?
?
Persoalannya mental yang dibangun sedari kecil bukan lah mental yang kuat, integritas yang menjadi palang pintu nomer satu dianak tirikan maka wajar rasanya kesnedirian adalah hal yang menakutkan.
?
?yang bilang jomblo menakutkan siapa? bukan menakutkan tapi menyedihkan? (anonym)
?
#salahkah takut jomblo atau sendiri?
?
Tidak ada yang salah, yang salah adalah bagiamana jomblo dibangun pada wacana dan pada mental individu. Salah satu pembicaran saintifk yang popular adalah mengenai telpati. Telepati dianggap sebagai sugeti alam bawah sadar yang dismapikan secara external. Analogi yang tepat adalah dzikir dan doa, Tuhan mampu mendengar doa manusia sebab Tuhan memiliki receptor yang baik, proses yang dimaskud sebenarnya proses telpati, jadi secara praktik, manusia sebenarnya telah melakukan model-model telepati, sayangnya manusia lain tidak sanggup menjadi recptor yang baik.
Poinnya adalah, sugesti negative dari wacana jomblo dan jomblo pada bukan tataran wacana adalah hal yang merusak. Menggap jomblo sebagai hal menakutkan yang wajar membangun kesadaran pada bagian superego manusia. Alhasil kemwasan yang terpatri pada pemikiran manusia bahwa jomblo adalah kutukan, jomblo adalah hal yang menakutkan. Wacana jomblo telah berhasil melakukan telepati secara intern dan extern pada para pelaku jomblo.
Pada akhirnya remaja yang merasa jomblo menakutkan, perlahan mengutuk diri sendiri menjadi jomblo, menciptkan persepsi ?sial?, persepsi sial ini kemudian menular seperti pesan pada lawan jenis, bahwa ?saya jomblo? ?kesepian? ?sendiri? ?lemah? ?payah? dan ?tidak berguna?.
?
Telepati ini kemudian diterima oleh receptor manusia yang terbaik sejauh ini (perempuan) bahwa manusia-manusia jomblo itu ?kesepian? ?sendiri? ?lemah? ?payah? dan tidak berguna?. Tidak satupun manusia yang mau mengahbiskan hidupnya dengan pasangan sedmikian itu.
?
So why does jomblo scare you?
?
?Because it doesn?t satisfy you? (fad)
?
image:http://images.malesbanget.com/mbdcposts/2012/08/singlevsjomblo.jpg

  • view 242