Cakrawala

Alenia
Karya Alenia  Kategori Puisi
dipublikasikan 20 Mei 2016
Cakrawala

apakah boleh kita berbincang dua tiga kalimat?
bertanya soal bagaimana kabarmu misalnya.
atau, . . sekedar bertanya perihal jadwalmu yang mungkin akan kosong akhir pekan ini?
agak melelahkan juga rasanya menunggumu tiap senja hanya untuk melihatmu berlalu.
padahal ingin rasanya bertegur sapa. walau sekedar kata "hai"
 
bolehkah kau berbalik saja tanpa perlu di sapa?
tersenyum misalnya,
atau sekedar melambaikan tangan dengan seucap "haloo"
sedikit mengecewakan juga rasanya menunggu, melihat kearah yang sama sejam dua jam, tapi tatap tak jua bersua.
apakah bisa kau luangkan saja sedikit waktumu, barang semenit dua menit?
melihat kearah sini.
atau sekedar berdiri saja disana pun tak masalah . ..
rasa-rasanya tidurku tak akan lelap semalaman, hanya karena harapan yang tak kesampaian.
harapan yang tiap pagi kuucapkan yang lalu akan kubuktikan kala senja.
atau begini saja, apakah boleh, . . aku menuliskan puisi saja untukmu?
yah sekedar pelepas rindu.
hitung hitung sepekan dua pekan pengobat adiksi
kamu tahu kan seperti apa rasanya merindu?
melelahkan.
* * *
dan
Apa yang lebih melelahkan dari menantimu sekaligus melepasmu
dan
Apa yang lebih melelahkan dari melihatmu sembari berpaling
dan
Apa yang lebih melelahkan dari mencari perhatianmu lalu mengabaiakanmu
dan
Apa yang lebih melelahkan dari mencintaimu kemudian membencimu
Sedang senja memberi jarak pada siang dan malam
Memberi batas yang jelas pada langit dan bumi
Pada satu garis cakrawala yang tak berujung
padahal senja memberi ruang atas perbedaan
Sekaligus cara agar keduanya bersama pada satu titik yang satu
Dan
sepertimu
Dan
sepertiku
Senja menyuguhi kita ruang yang serupa
Yang
lebih melelahkan dari berdiri diantara dua ketidak pastian
Aku disini,
aku disini pada setiap senja. .
menantimu hanya untuk melihatmu berlalu.
* * *
Catatan :
ku anggap saja kau mau tau, soal “cakrawala”, garis pemisah antara bumi dan langit, kadang disebut batas pandang, tapi lebih sering diterjemahkan pencerahan.
sepertimu, yang memisahkan, yang memberi batas pandang, lalu mencerahkan.
ah meski kau tidak datangpun, aku tetap senang menunggu.