Ulama Itu Siapa Sih?

Ali Munir S.
Karya Ali Munir S. Kategori Agama
dipublikasikan 06 Desember 2017
Ulama Itu Siapa Sih?

 

Pengertian ulama secara harfiyah adalah “orang-orang yang memiliki ilmu”. Ulama (bentuk jamak dalam bahasa Arab, 'alim' tunggal) adalah pemuka agama yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat Islam baik dalam masalah-masalah agama maupun masalah sehari-hari yang diperlukan baik dari sisi keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Makna ulama sebenarnya dalam bahasa Arab adalah ilmuwan atau peneliti.

Rasulullah Saw. bersabda:
"Manusia yang paling berat azabnya pada hari kiamat adalah orang berilmu yang tidak diberi manfaat oleh Allah dari ilmunya." (HR. Thabrani dan Haitsami)

Dengan menyelam ke dalam ilmu, seorang alim berada diantara dua hal, yaitu kebinasaan atau kebahagiaan abadi.
Khalil bin Ahmad berkata; "Manusia itu ada empat macam:
Pertama, orang yang tahu dan mengetahui bahwa dia tahu. Dia adalah orang berilmu. Karena itu, ikutilah dia.
Kedua, orang yang tahu, tapi tidak mengetahui bahwa dia tahu. Dia adalah orang yang tidur. Karena itu, bangunkanlah dia.
Ketiga, orang yang tidak tahu dah tahu bahwa dia tidak tahu. Dia adalah orang yang mencari petunjuk. Karena itu, ajarilah dia.
Keempat, orang yang tidak tahu dan tidak tahu bahwa dia tidak tahu. Dia adalah orang bodoh. Karena itu, hindarilah dia."

Khalil juga berkata; "Ilmu memanggil amal. Apabila amal datang (maka ilmu akan bermanfaat). Tetapi, apabila amal tidak datang maka ilmu akan pergi." (Riwayat Baihaqi)
Allah Swt. berfirman,
"Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu...." (QS. Al-A'raf, 7: 175).

Para ulama akhirat adalah mereka yang tidak "makan" dari agama dan tidak menjual akhirat dengan dunia karena mereka mengetahui keagungan akhirat dan kehinaan dunia. Barang siapa yang tidak mengetahui manfaat-manfaat dunia dan mudharat-mudharatnya dibandingkan dengan akhirat, dia tidak termasuk ulama.
Hasan berkata; "Hukuman bagi para ulama adalah kematian hati. Dan kematian hati adalah mencari dunia dengan menjual amal akhirat (menjual agama)."
Umar r.a. berkata; "Apabila kalian melihat orang yang berilmu mencintai dunia, curigailah dia di dalam agama kalian. Sungguh, setiap orang yang mencintai sesuatu akan menenggelamkan diri ke dalam sesuatu yang dicintainya."

Ketahuilah bahwa makanan, pakaian, tempat tinggal, dan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan orang alim yang agamis, selayaknya adalah sederhana. Dia tidak boleh cenderung kepada kemewahan dan kesenangan. Dan dia tidak boleh berlebihan dalam kemegahan dunia, meskipun dia tidak berlebihan dalam sisi zuhud terhadap dunia.
Sejatinya, dia menjaga jarak dengan para penguasa dan para pemilik dunia, meskipun hal itu memungkinkan untuk dia lakukan, demi menghindari fitnah.

Dikutip dari: kitab Ihya' 'Ulumiddin bab Ilmu, karya Imam Al-Ghazali.

  • view 110