Agama Sudah dijual?

Ali Munir S.
Karya Ali Munir S. Kategori Politik
dipublikasikan 05 Desember 2017
Agama Sudah dijual?

Melihat isu politik hari saya menjadi risih, sekaligus tersenyum. Risih karena politik tidak lagi bersih dan agama dijadikan tumbal. Tersenyum karena beberapa muslim teriak-teriak bela agama, tetapi otaknya kosong. Bahkan ada beberapa ustadz hari ini yang seakan paham betul Al-Qur'an, tapi buta pada penafsiran. Belum lagi yang tidak bisa baca, ataupun menulis.
Beberapa hari lalu ada aksi Reuni 212 yang dipelopori oleh ormas tertentu, serta didukung oleh salah satu partai. Ini pertanda apa? Agama sudah diperalat untuk melegitimasi massa politik. Ini jelas tujuannya, tetapi banyak masyarakat yang awam diperalat. Dikompor-kompori dengan fatwa Agama. Sehingga perlu pencerahan kepada masyarakat, serta perbaikan pendidikan oleh pemerintah. Agar Rakyat Indonesia tidak buta pada zaman.
Bila agama dicampuradukkan dengan politik, jelas Pancasila kita terancam. Karena tidak boleh lagi ada perbedaan dalam agama. Kebangkitan orang barat hari ini tidak bisa kita serang doktrin agama. Melainkan kompetisi dalam hal intelektual dan keterampilan dalam mengikuti zaman. Tanpa harus menghapus kebudayaan lokal.
Saya khawatir, jangan-jangan orang yang bela agama, tidak paham agama dan bahkan tidak sholat, serta melupakan kebudayaan? Karena hari ini yang berkembng adalah doktrin agama fundamental yang hanya identik dengan fatwa halal-haram, serta surga-neraka. Sementara dalam praktik kemanusiaan dilupakan. Saya kira kita sepakat bahwa agama harus nyata, harus konteks dengan kehidupan. Tidak hanya berhenti pada keyakinan yang fanatis.
Demikianlah alasan paradigma islam tertinggal. Karena terlalu dibela mati-matian, sementara tidak ada dalam kemajuan. Marilah kita bangkit dalam agama kesadaran kita. Bahwa agama juga soal kehidupan bersama, bukan satu golongan.

  • view 48