Teruntuk Lawan “Politik” Ahok, Inikan yang Kalian Mau!!!

Alil Fabregas
Karya Alil Fabregas Kategori Politik
dipublikasikan 16 November 2016
Teruntuk Lawan “Politik” Ahok, Inikan yang Kalian Mau!!!

Mohon maaf bagi pembaca yang kusayangi sebelumnya, sengaja saya berikan tanda petik pada kata “politik” dalam judul diatas. Karena ini murni bicara politik, lawan politik, dan kegirangan para lawan Ahok pasca penetapan beliau menjadi tersangka. Bukan membahas ditersangkakannya Ahok karena menistakan agama. Sekali lagi, bukan karena Ahok si Cina kafir ini menghina Islam.

Untuk pembaca yang suka baper-baperan, yang dikit-dikit tersinggung, apalagi bagi orang-orang yang dari dulunya terlanjur tak suka padanya sebaiknya artikel ini tak usah dibaca, nanti ceritanya panjang. Kita memiliki pandangan berbeda, lalu anda mencaci dan memaki saya karena mendukung si kafir, dan ujung-ujungnya engkau muntahkan kicauan kafirmu padaku. Kan? Bisa panjangkan ceritanya, matilah kita.

Dari ujung barat, utara, timur, dan selatan Indonesia, penulis rasa tidak ada yang tidak tahu sama Ahok, dialah sosok penista yang paling diincar untuk dipenjarakan, dibunuh, bahkan ada yang mau menggantungnya. Bicara konteks hukum, Ahok layak mendapat ganjarannya. Ucapannya bukan berdasarkan kompetensinya, lisannya terkesan ugal-ugalan kalau Dahnil A. Simanjuntak berandai. Membuat nilai kebhinekaan goyang saat ini. Memang dia harus mendapatkan konsekuensinya.  

Namun, kalau bicara politik? Bak durian runtuh bagi lawan-lawan politiknya, mereka kegirangan bukan main termasuk orang-orang yang tak suka dengan karir politik dia. Kini statusnya ditetapkan sebagai tersangka, telah menista agama islam. Lawan politik menginginkan secepatnya Ahok ditahan dibalik jeruji besi, dan mereka ingin—musuh politik—Ahok sebaiknya mundur dari pencalonannya di pilkada atau sebaiknya dibatalkan saja pencalonannya oleh KPU. Lalu, tercapailah target mereka untuk menjegal Ahok maju di Pilkada DKI 2017.

Tetapi Ahok gentleman, dia berani, tak sama seperti lawan-lawannya. Ahok dengan jantan mengatakan siap diproses hukum, siap dipenjara jikalau bersalah. Itulah Ahok yang menampilkan wataknya, yang menampilkan ia sebagai sosok dirinya. Tetap kuat dengan hadangan kampanye oleh oknum yang melarangnya, optimis menang walaupun terjun bebas elektabilitasnya. Itulah dia, tidak sama dengan para lawan-lawannya.

Para lawannya? Yah seperti itulah. Bicara lawan politik Ahok disini bukan hanya tentang Agus-Silvy dan Anies-Sandi. Tetapi, orang-orang yang dibalik layar yang tidak suka dengannya sejak awal kemunculannya di DKI Jakarta. Yang suka berkomentar bawa-bawa agama tetapi jelas dan lugas bahwa niatnya untuk menjungkal Ahok secara politik. Menunggangi milik Tuhan dengan perwatakan Iblis, demi kekuasaan yang ingin dicapai dan ia langgengkan.

Melirik artikel Muh. Firmansyah di Qureta, bahwa Ahok lebih baik hidup dipenjara daripada harus hidup dalam drama. Idealismenya serupa Gie, yang pekataannya terkenal begini “Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan”. Selamat berjuang Pak Ahok.

  • view 887

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    ini terkait pernyataan politisi Ger***ra yang bilang (kurang lebih gini): "kenapa Ahok gak sekalian mendatangkan Nabi Muhammad?"
    iya gak?
    *sok tau nih saya..

    • Lihat 6 Respon