Curahan Hati Hanida

Alifta Resyfa R
Karya Alifta Resyfa R Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 02 Mei 2016
Curahan Hati Hanida

  Hanida langsung menghempaskan tubuhnya ke dalam kasur. Hari ini adalah hari yang paling menyesakkan buatnya. Sebenarnya bukan hari ini saja. Tapi, hampir tiap hari dia selalu merasa sesak, panas bahkan ingin menangis sejadi-jadinya dan berteriak sekeras-kerasnya. Dan yang kali ini, benar-benar membuatnya semakin sakit.
"Han,kenapa tadi pulang duluan?" Tiba-tiba Shanda,sahabat Hanida meneleponnya.
" Ah capek gue!!! Sumpek tau ga lama-lama!!!"
" Ya ampun Han, gara-gara tadi??? Udah deh Han, tadi tuh si Alexa cuma bercanda.Ga usah dianggap serius juga kali." Shanda mencoba menjelaskan.
" Gimana gue ga kesel coba, masa tadi dia bilang ke anak-anak kalo gue suka sama Ka Andre, pelatih basket di sekolah kita??? Ga mungkin banget!!! Secara umur gue sama umur dia beda jauh. Ah nyebelin lah tuh anak !!!"
" Yaelah, itu sih salah loe sendiri. Kenapa akhir-akhir ini loe sering jalan berduaan sama Kak Andre?"
" Eh gue tuh ama dia lagi ngomongin soal pertandingan basket di sekolah lain Mei nanti. Udah cuma gitu doang kok ga lebih."
" Tapi kenapa cuma berdua?" Tanya Shanda dengan penasaran.
" Ya mana gue tau?? Lagian gue juga udah punya gebetan kok, itu tuh si Affan."
" Ciiieee yang lagi ngegebet ketua OSIS. Kapan nih jadiannya? Buruan ntar direbut lagi ama yang lain.Hihihi.Cepet tembak sekalian."Goda Shanda.
" Iya deh. Gila!!! nembak dia??? Eh yang ada tuh dia yang nembak gue. Gengsi dong, kalo gue yang duluan nembak dia. Udah ah ntar pulsa gue abis lagi."
" Haa...haa iya iya deh. Bye bye dear."
   Yah... itulah, Hanida terkadang iri melihat cewek yang bernama Alexa itu. Dia itu udah cantik,pintar,kapten cheers bahkan dia pernah menjadi juara kelas. Hanida iri bukan karena kelebihan Alexa yang dimiliki, tapi karena dia sering kali dibandingkan dengan Alexa oleh teman-temannya ataupun guru-gurunya. Seperti pada saat pelajaran Kimia.

 "Hanida, kenapa setiap kali ulangan Kimia nilai kamu selalu paling buruk di kelas ini? Kamu sebenarnya belajar ga sih di rumah?" Tanya Bu Della dengan tatapan serius.
" Belajar kok bu..." Jawab Hanida dengan perasaan gugup.
" Tapi, kenapa akhir-akhir ini kok nilai ulangan kamu jadi ga memuaskan begini? Ga hanya pelajaran ibu saja tapi pelajaran lainnya kamu seperti ini."
" Baik bu, saya akan berusaha lebih maksimal lagi"
" Ibu ga mau lihat hanya dari omongannya saja, harus dibuktikan dengan perbuatan juga. Kamu seharusnya lihat Alexa. Dia selalu berprestasi di bidang manapun termasuk menjadi juara kelas. Kamu bisa belajar dari dia." Sambil menunjuk ke arah Alexa.
Sakit. Sakit. Sakit. Itulah yang selama ini dirasakan oleh Hanida. Kenapa harus dia yang selalu dibanding-bandingkan dengan Alexa? Padahal ada beberapa murid selain dia yang memang kurang di bidang akademis bahkan ada juga yang dibawah Hanida. Oh Tuhan, kenapa ini harus terjadi? Rasanya ini tidak adil buatnya. Rasanya dunia sudah mendampratnya.
Ketika Hanida sedang istirahat di kantin bersama Shanda, tiba-tiba dia melihat Affan dan Alexa jalan berduaan. Hatinya semakin panas melihat semua itu. Dan... oh my God !!! Ternyata Alexa menyimpan rasa yang sama dengan apa yang Hanida rasa ke Affan. Itu terjadi seminggu yang lalu ketika teman-teman Alexa sedang bergosip soal perasaan Alexa ke Affan. Tambah lengkap sakit hatinya Hanida.
Setelah istirahat berlangsung,diadakan ulangan Bahasa Inggris. Setelah beberapa menit mengerjakan ulangan, akhirnya semua murid keluar dari bangkunya masing-masing dan mulai mengumpulkan kertas ulangan. Ulangan pun langsung diperiksa oleh Bu Melly.
" Wah Hanida, nilaimu mengejutkan sekali. Sangat meningkat. Nilaimu 9,5 !!!" Sambil menggelengkan kepala.
Semua murid yang berada disana langsung tepuk tangan. Tiba-tiba saja Alexa nyerocos tanpa diminta.
" Ya iyalah Bu nilainya Hanida tiba-tiba jadi gede gitu, dia kan nyontek Bu." Perkataan Alexa itu sangat membuatnya terkejut.
" Benar itu Hanida?" Bu Melly menatapnya dengan tatapan yang serius.
" Enggak Bu, enggak. Saya ngerjain sendiri kok."
" Alaah loe ga usah boong deh Han, gue liat dengan mata kepala gue sendiri loe tuh nyontek ke si Shanda plus, kalian berdua kerjasama kan?" Lagi-lagi Alexa nyerocos.
" Apaan sih lu lex, jaga ya omongan loe !!!." Shanda setengah membentak dan memukul meja. "Tapi Bu, saya sama Hanida ga kerjasama, sumpah !!!." Kali ini dengan muka memelas.
" Sudah. Sudah. Mendingan kalian berdua keluar kelas dan tidak usah mengikuti pelajaran saya. Masa soal segampang itu kalian kerjasama?"
"Jadi Ibu lebih percaya Alexa dibanding kita?" Tanya Shanda dengan keheranan.
"Jelas saja saya percaya sama Alexa. Dia adalah murid yang paling teladan di sekolah ini. Dan kalian, silahkan keluar dari kelas !!!"
Hanida dan Shanda langsung keluar kelas dengan perasaan kesal. Semua murid bersorak mengejek. Mereka tidak menyangka akan terjadi seperti ini. Apalagi Hanida, yang memang benar-benar belajar dan berusaha keras demi mendapatkan nilai tertinggi, malah dituduh menyontek oleh Alexa yang mengakibatkannya tidak bisa mengikuti pelajaran Bahasa Inggris. Sakit hati yang amat mendalam bagi Hanida.
" Si Alexa tuh keterlaluan banget ya ??!!! Awas loe gue bales ntar!!!" Ujar Shanda dengan penuh kesal.
" Shan, gue udah ga tahan lagi. Gue udah muak diginiin terus tau ga !!! si Alexa tuh maunya apa sih ???!!! Ga ada abis-abisnya ngerjain gue." Tangis Hanida pun pecah tak tertahankan.
" Tenang aja Han, orang sabar disayang Tuhan. Lagian gue heran deh, kok kayanya hampir semua guru ama teman-teman disini pada ngebandingin loe ama Alexa? Padahal loe juga punya prestasi kan, walaupun itu cuma di bidang olahraga doang ? "
" Iya sih, tapi tetep aja gue ga terima ama semua ini. OK, gue juga bisa kok berprestasi di bidang akademis. Bakalan gue BUKTIIN ntar !!! " Hanida berbicara dengan penuh semangat.
" Nah gitu dong, itu baru Hanida yang gue kenal !!! "
" Thanks ya udah mau denger curhat gue selama ini. Loe sahabat gue yang paling baik dan setia. Juga satu-satunya orang yang ga ngebanding-bandingin gue." Sambil mengusap air matanya yang sembari tadi meleleh dipipinya.
  Rumah terlihat sangat sepi. Papa sedang sibuk mengurusi proyeknya di luar kota. Mama, juga sibuk mengurusi bisnis butiknya sama teman-temannya. Kak Fathan lagi di Bogor selama 9 hari buat mengerjakan tugas kuliahnya. Hanida benar-benar merasa kesepian. tidak ada satu orang pun yang bisa diajaknya untuk curhat. Mendengarkan semua keluh kesahnya. Terkecuali sahabatnya, Shanda yang siap untuk mendengarkan segala curhatannya.
   Hari semakin sore. Rumah pun masih terlihat sepi. Hanida langsung masuk ke kamarnya dan berganti pakaian. Tidak seperti biasanya ketika selesai berganti pakaian Hanida langsung mengerjakan PR atau tugasnya, tetapi dia langsung menghidupkan komputer dan modem. Dia langsung membuka situs facebook, situs yang paling digemarinya. Dia melihat status dan juga beberapa kiriman dari teman-temannya. Tiba-tiba saja dia melihat statusnya Alexa yang membuatnya cukup terkejut.
Puas banget tadi ngerjain mereka berdua, pasti di rumah mereka nangis-nangis ga karuan deh. Haa...haa...haaa :D. It was so fun and happy, I have made they embarrassed.
   Melihat status temannya itu, air mata Hanida jatuh kembali. Saking kesalnya, Hanida berteriak sekencang-kencangnya dan melemparkan hampir semua barang yang berada di dalam kamarnya. Hanida memang tidak melihat sama sekali nama dia dan Shanda tercantum disitu, tetapi dia yakin status yang dibuat oleh Alexa itu benar-benar ditujukan untuknya, juga Shanda. Tanpa berpikir panjang Hanida langsung menulis status yang berisi sindiran untuk Alexa.
   Loe bisanya cuma ngehina orang, ngerjain orang. Loe ngerasa diri loe lebih sempurna??? Sadar dong loe tuh cuma manusia biasa, ga ada apa-apanya !!!!! Sakit hati gue udah parah gara-gara loe. Kapan sih loe mau berubah???!!! Loe juga udah ngerebut orang yang gue suka. Sikap loe udah ga manusiawi. Cantik sih iya, pinter sih iya tapi kelakuan loe berbanding terbalik ama fisik loe !!! Muuuuaaaakkk, gue liatnya !!! Gue pengen suatu saat nanti loe bakalan ngerasain apa yang gue rasain sekarang ini bahkan lebih. Status ini bukan Cuma buat loe doang tapi buat orang yang udah bikin gue sakit hati.
   Sampai-sampai dia ga sadar,bahwa dia menulis nama-nama orang yang dia maksud, tak terkecuali Alexa. Setelah itu, Hanida langsung merebahkan tubunya ke dalam kasur dengan mata yang masih sembab. Lama-kelamaan matanya menjadi suntuk dan akhirnya tertidur. Waktu menunjukkan pukul 20.30, tetapi Hanida masih tertidur pulas. Ibunya, yang dari tadi pagi mengurusi bisnisnya akhirnya tiba di rumah dalam keadaan yang suntuk pula. Dia langsung menuju kamar Hanida dan mendapati Hanida yang sedang tertidur pulas. Lalu dia memakai selimut ke tubuh Hanida dan mengecup keningnya. Meninggalkan kamarnya dan mematikan lampu sembari menutup pintu kamar.
   Esok harinya, Hanida menuju sekolahnya dalam keadaan lemas. Dia lalu memasuki kelas yang ternyata sudah dipenuhi oleh banyak murid. Sesaat kemudian, bel pun berbunyi. Semua murid bersiap-siap duduk manis untuk memberikan salam kepada guru dan memulai pelajaran. Hari ini semuanya biasa-biasa saja. Semuanya tertib mengikuti pelajaran. Alexa pun begitu, dia tidak mengganggu Hanida lagi.
   Bel istirahat pun berbunyi, semua keluar dengan penuh semangat. Usaha mereka menahan lapar sejak belajar tadi tidak sia-sia. Mereka langsung melesat menuju kantin. Tapi tidak dengan Hanida, dia berjalan dengan lemas, sama seperti tadi pagi. Dari belakang, Shanda dan Affan memanggilnya.
“Hanida!!!” Teriak mereka secara serempak. Hanida langsung menoleh ke belakang.
“Han, kita berdua mau ngomong sesuatu sama loe.” Shanda memulai pembicaraan.
“Mau ngomong apa ?”
“Kita mau minta penjelasan dari loe, sebenernya loe ada masalah apa sih?” kali ini Affan yang berbicara.
“Masalah apa sih? Gak ngerti gue !!!”
“Udah deh Han, loe ga usah boong ama kita. Kemarin kita ngeliat status loe di fb. Kata-kata loe itu bikin kita kaget, ga biasanya loe nulis status sekasar itu. Shanda juga udah cerita kok ke gue tentang loe yang sering dijailin Alexa.”
Hanida langsung salah tingkah di situ.
“Loe emang sering curhat ke gue. Tapi tolong, jangan loe umbar masalah loe itu ke fb. Apalagi loe sampai nyebutin nama orangnya.”
“Please, loe cerita aja ke kita. Kita berdua peduli dan sayang kok sama loe.” Affan sambil memegang pundak Hanida.
Tiba-tiba saja salah seorang guru memanggil Hanida.
“Hanida, ikut bentar. Kalian juga ikut ibu.” Bu Wina, guru BK memanggil mereka bertiga.
“Begini Hanida, ibu udah baca status kamu di fb. Jujur ibu kaget melihat itu. Kata-katamu memang terlihat kasar. Apalagi kamu menyebut nama teman-teman-temanmu, dan yang lebih parah kamu juga menyebut nama-nama guru. Coba cerita ke ibu, kamu ada masalah apa?” Sambil mengelus rambut Hanida.
Seketika juga tangis Hanida pecah kembali.
“Bu, saya berbuat seperti itu karena saya udah ga tahan lagi bu dengan perlakuan Alexa yang membuat saya sakit, malu. Guru-guru juga sering membandingkan saya dengan dia. Saya sakit hati.” Ucapnya sambil terisak-isak.
“Iya, ibu mengerti. Tapi apakah dengan menulis status di facebook bisa menyelesaikan masalah? Tidak!!! Justru itu akan menambah masalah. Masalah kamu dengan Alexa, ibu juga tau kamu kerap kali dibandingkan oleh guru-guru dengan dia. Tapi percayalah, mereka melakukan itu semua agar kamu lebih semangat dalam belajar dan juga sayang sama kamu. Soalnya diantara siswi lainnya kamu yang tidak semangat dalam belajar dan nilaimu selalu kurang. Tapi ibu bangga sama kamu. Kamu sebenarnya punya prestasi, kamu bisa menjadi kapten basket. Kamu bisa bermain basket. Itulah kelebihan kamu. Ingat, semua guru disini sayang sama kamu, ga ada yang membenci kamu.”
“Makasih ya bu, sekarang saya sudah tenang. Saya janji saya akan lebih optimis dan lebih giat dalam belajar.”
Tiba-tiba Bu Della muncul dari ruang TU.
“Han, maafin ibu ya, ibu ga bermaksud untuk menyakitimu. Ibu cuma mau lihat semagatmu dalam belajar. Itu saja. Kalau ibu sering membandingkanmu dengan Alexa, ibu benar-benar minta maaf.”
“Ga apa-apa kok bu sudah saya maafkan.” Sembari tersenyum
Mereka pun akhirnya keluar dari ruang guru.
“ Tuh kan Han, mereka tuh semua sayang sama loe dan loe juga ga perlu iri sama Alexa. Inget, semua yang loe punya ga ada di Alexa. Loe bisa main basket, loe jago bikin puisi, loe juga jago nyanyi. Alexa ga punya semua itu.” Affan mnyemangatinya lagi.

   Tiba-tiba Alexa muncul dari belakang.
“Maafin gue juga ya Han, selama ini gue sering nyakitin loe. Gue ngelakuin itu semua karena gue pengen lebih dekat ama loe. Jujur aja, ama teman-teman gue aja yang udah deket ga begitu akrab ama gue, gue sering ga dikasih tau sama mereka kalau ada acara. Cuma loe satu-satunya orang yang pengen gue jadiin teman,Han.”
“ Ya udah ga apa-apa kok gue maafin, gue juga udah nganggap loe teman dekat gue kok.” Mereka pun tersenyum dan berpelukan.
'' Han, gue mau ngomong sesuatu sama loe.'' Tiba-tiba Affan mengagetkannya.
" Mau ngomong apa Fan?"
" Gue sebenarnya udah memendam ini lama banget. Tapi kalo gue ungkapin hal ini ke loe takutnya loe malah nolak terus ngehindar dari gue." Affan berbicara sambil menundukan kepalanya.
" Maksud loe apa Fan? Gue ga ngerti apa yang loe omongin?" Hanida mengerutkan keningnya sambil tidak paham maksud dari omonngan Affan. " Sebenarnya... gue... gu...gu...gue." Ucapnya sambil terbata-bata dan memperlihatkan ekspresi yang gugup." Gue suka sama loe !!! Gue udah suka sama loe lama banget."
Hanida terkejut begitu ia mendengar pengakuan dari Affan bahwa ia menyukai Hanida. Dia tidak menyangka bahawa orang yang paling disukainya ternyata menyukainya juga.

" Gue udah suka sama loe waktu kita pertama kali sekelas pas kelas 2.Loe orangnya ramah banget, murah senyum dan loe juga orangnya jago banget menulis puisi. Apalagi loe sampe menang juara 1 waktu lomba menulis puisi tingkat provinsi dan dimuat di majalah. Gue jadi makin suka sama loe. Dan, loe tau ga ? Boneka yang loe dapat itu, itu tuh dari gue. Sebagai hadiah karena loe udah berhasil jadi juara 1 lomba menulis puisi." Hanida udah mulai makin jatuh hati pada Affan.
" Please, would you like to be mine, to be my sweetheart ?" Sambil bertekuk lutut dan memegang tangan Hanida.
" Udah Han, terima aja terima." Kali ini Alexa dengan antusiasnya mendukung Hanida untuk menerima cintanya Affan.
" Aaahhh..... Iya Han terima aja !!! Loe juga kan suka sama dia. Gue dukung 100% kok !!!" Shanda dengan suara khasnya yang melengking dan agak sedikit cempreng, juga antusiasnya mendukung Hanida.
"Hmmm... Gimana ya ? Terima ga ya ? " Hanida sambil memegang dagunya dan memutar-mutar bola matanya.
" Terima aja Han." Alexa menyinggul tangannya Hanida.
" OK, gue terima deh !!! " Hanida memperlihatkan senyumnya yang kali ini terlihat lebih 'bersinar'.
" Serius loe ??? Thanks ya Han. Gue janji, gue bakalan ngejagain loe dan tetap ada di hati loe. Kita bakalan sama-sama terus dan akhirnya kita bakalan menikah."

  Kata-katanya itu membuat matanya tidak bisa berpaling dari wajah Affan. Dia telah terhipnotis oleh pesona yang dipancarkan Affan.
Lalu dia tersenyum dan berjalan menuju kelas sambil bergandengan tangan dengan sahabatnya dan juga Affan.


Hanida menatap langit yang cerah. Hari yang sangat indah.

 

       

 

  • view 236