Muhasabah 2 (special for girls)

alifia rima (klarkoin)
Karya alifia rima (klarkoin) Kategori Motivasi
dipublikasikan 05 Mei 2016
Muhasabah 2 (special for girls)

Mewakili para pemilik hati yang rapuh. Jiwa-jiwa yang diliputi dengan kelembutan hati dan ketegaran.  Jiwa- jiwa yang kuat, namun seringkali membelot karena hanya ada satu akal yang dimilikinya.Pengagung hati dan perasaan, diam dan prasangka, euphoria juga tangis.

Wahai jiwa-jiwa yang  dunia ini bertaruh pelitanya padamu. Sang pemilik utuh keindahan jasadiy meski tak pernah sedikitpun menghiraukannya.  Cahaya tersimpan yang membuat dunia gelap jika kehilangannya.  Ricuh, kelam, tak peduli, serakah,bertikai.  Meski harus rela menjadi symbol keburukan, kenistaan, rendah, malu, tak bernilai akibat kejahiliyahan.Jiwa-jiwa suci yang menarik nafas terakhirnya saat  terkubur hidup-hidup . Manusia-manusia malang.

 Wahai jiwa-jiwa yang merindu. Pengagum setia masa lalu. Pengekor fanatik khayalan.Kau bayangkan dirimu bagai seorang putri dalam dongeng. Bahagia, sebuah kata sakti yang amat sederhana untuk otakmu yang tak pernah mengira bahwa ternyata hidup sangatlah complicated. Kau hanya inginkan ketenangan, kesetiaan, happyever after, konstan,statis, itu saja.

Layaknya waktu yang tak memiliki tempat kembali. Kau dapati dirimu mengalami metamorfosa drastis. Saat kau harus meninggalkan ayunanmu, berpaling dari boneka pertamamu.  Saat kau temui kebiasaan2 anehmu yang lain.Entah mengapa kau begitu menggemari cermin. Memandangi dengan teliti sosok tubuhmu secara nyata. Menyelami sejengkal demi sejengkal perubahan yang berarti.  Petuah-petuah ibumu untuk menjulurkan sehelai kain untuk melindungi keindahanmu yang baru. Kaulah bintang jatuh tak bertuan yang melesat, berpendar penuh cahaya.

 Wahai jiwa-jiwa pengagum rahasia. Derak-derak hati yang kaurasakan saat harus berhadapan dengan sosok pria selain ayahmu, atau wajahmu yang tertunduk patuh pada matahari dan rasa malu. Sungguh, wahai pemilik segala kasih yang suci, jagalah dirimu sebaik-baik penjagaan.  Tak selamanya maksud lelaki sejalan dengan akalmu yang begitu rapuh,perasaanmu yang membumbung bagai gugusan atom uranium yang siap diledakkan. Jangan biarkan mereka memasung  pikiranmu yang lemah. Jangan kau tenggelamkan dirimu dalam khayalan yang selalu mengintaimu dengan kebahagiaan palsu yang kau buat sendiri. Membuat balada versimu seolahkau pemerannya.  Mengertilah bahwa cinta berdasar atas keikhlasan yang tulus, maka jagalah hatimu seutuhnya untuk dia yang menjadi satu-satunya alasan kau  dilahirkan ke dunia ini. Semoga Tuhan mendekatkan segala rahasia perasaan pada jawabannya.

 Wahai jiwa-jiwa yang dikasihi pemilik semesta. Pemberi kehidupan baru, penjaga alam rahim yang diberkati. Kaulah pejuang sesungguhnya. Pejuang akan rasa sakit serupa 20 tulang yang dipatahkan secara serentak.  Jihadmu yang agung yang takkan pernah dimiliki oleh lelaki manapun di dunia ini. Setiap uratmu yang merasakan sakit akan berganti dengan pahala menunaikan haji. Saat kau telah berhasil melahirkan putramu, Tuhan menghapuskan darimu dosa-dosa dan menggantinya dengan 70 tahun shalat dan puasa.

 Demi kuntum-kuntum edelweiss yang tak gentar  diterpa angin lembah. Putih, bersih, symbol keabadian jiwa-jiwa ksatria yang penuh dengan segala kelembutan dan kasih sayang. Kaulah tempat sang raja menumpahkan segala  isi hati. Menjadikannya bersamamu ketenangan, keberanian dan keteguhan hati. Dekapanmu adalah tempat dimana pangeran kecilmu merasa aman. Kaulah sumber pertama ilmu pengetahuan dan makna kehidupan. Kaulah jendela yang terbuka untuknya sebelum ia melihat dunia. Kaulah yang menuntunnya bahkan sebelum ia dapat mengenal dirinya sendiri. Apalagi yang  kau inginkan sementara Tuhan telah mempercayakan Syurga dibawah telapak kakimu?Apalagi yang kau inginkan sedang Tuhan telah berikrar bahwa do’a-do’amulah yang akan begitu mudah terkabulkan?Maka berbekallah untuk menjemput rahmat semesta yang tak ternilai. Dimana kau habiskan hidupmu yang singkat  itu demi sebuah kehidupan baru.  Dan begitu selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • view 154