Muhasabah

alifia rima (klarkoin)
Karya alifia rima (klarkoin) Kategori Motivasi
dipublikasikan 02 Mei 2016
Muhasabah

Mewakili setiap jiwa yang berada di puncak kegalauan. Jiwa-jiwa penuh semangat berkobar namun kadang begitu mudah terjatuh. Jiwa-jiwa penuh kegigihan namun tetap beterbangan, tak mengerti, menjebak, mengikat, bersembunyi semaunya. Saat-saat kau bisa melakukan apapun yang kau mau, saat kau bahkan jarang sekali berpikir bahwa masih ada hari esok setelah kematian atau mungkin kau lebih suka berjalan dengan caramu sendiri, terseok, terperosok karena tak sedikitpun ingin kau dengar nasihat orang tuamu.

Wahai jiwa-jiwa yang bersemangat

Rentang usiamu tidaklah jauh. Kegembiraanmu saat kau miliki tubuh yang kuat, saat kau melompat  kau terjatuh dan berdiri lagi, mencari kesenangan yang fana dengan seusiamu, mencoba mencari makna kehidupan yang sebenarnya sudah diajarkan disekolah namun enggan kau mendengarnya. 

Wahai jiwa-jiwa yang tak kenal lelah

Tak kenal lelah mengikuti hawa nafsumu yang menggebu, mengikuti segala keinginan yang bergejolak tak sempurna, hingga menimbulkan reaksi kimia abnormal yang membuatmu tak dapat tidur sehari penuh. Atau malah sebaliknya, kau menemukan dirimu tak ingin melakukan apapun, kau kira hidup membosankan? tak ada satu hal pun yang membuatmu senang, kau inginkan sesuatu yang lebih tapi kau sendiri tak mengerti? 

Wahai jiwa-jiwa yang dapat mengubah dunia bila ia sudi melakukan gerakannya. Jangan kau hanya tidur bagai pecundang yang bahkan tidak pernah menginjakkan kakinya di medan perang. Terlalu lama kau bersembunyi, menangisi kenyataanmu sendiri. Jangan kau jadikan dirimu seperti anak kecil yang belum sempurna akalnya, atau orang2 jompo yang tubuhnya digerogoti usia.

Wahai jiwa-jiwa yang bodoh akan masa depan. menginginkan semua indah namun tak melakukan apapun. Dunia menamparmu!! apa yang kau lakukan saat para dewasa sibuk berpikir?. apa kau kira berada di dunia hanya menumpang hidup.? Bergantung bagai inang di pepohonan. 

Wahai jiwa-jiwa yang terbuai kasih manusia. menangkap dengan tangkas cinta yang datang menyerbumu. Seolah kau mengerti apa arti cinta sesungguhnya. Kau nikmati saja segala perasaan, memainkan hati, mencoba menemukan kesejatian cinta itu sendiri., mencari kekasih lain padahal kau tau kau belumlah sempurna mengasihi orang tuamu 

Wahai jiwa-jiwa yang ingin selalu merasa dikasihi..tak pernahkah kau berpikir bahwa yang Maha Pengasih selalu memelukmu dalam cintaNya? Dialah yang menebarkan, menjalinkan kasih diantaramu? apa kau telah mengasihiNya dengan begitu sempurna? atau malah kau jadikan Dia alasan kau mencintai seseorang sedang kau telah melanggar syariat karenanya? Sungguh Tuhan telah memberitahumu cara untuk mencintai, bahkan cara yang halal untuk sekedar membiarkan pikiranmu tersita olehnya.

Wahai jiwa-jiwa yang rindu akan perjuangan, rindu untuk berdiri, berbaris, membela, bergerak,berlari, tak seorangpun menghalangimu!! kau bisa mengubah dunia dengan tanganmu sendiri! kau bahkan bisa melompat lebih tinggi, menyelam lebih dalam, atau terbang kemanapun kau mau dengan balon udaramu.! 

Wahai jiwa-jiwa yang dirahmati pemilik semesta,hiasilah dirimu dengan ketaqwaan, bersungguhlah dalam perjuanganmu, berlapanglah dalam dakwahmu, berdo'alah dalam kekalutanmu, beribadahlah dalam kekuatanmu, bertawakkallah pada Tuhanmu saat ketakutan menelikungmu dari segala arah, berpeganglah pada kitab yang didatangkan kepadamu, dan sunnah nabi akhir zaman. Jangan merasa lelah saat kau merasa mampu, jangan kau merasa rendah saat kau sanggup untuk berdiri, jangan kau merasa sendiri sedang yang Maha Kuasa telah mempersiapkan dibelakangmu padang seribu malaikat. 

 

Ibnu Qutaibah mengatakan, “Makna firman Allah (yang artinya), “Kecuali orang-orang yang beriman” adalah kecuali orang-orang yang beriman di waktu mudanya, di saat kondisi fit (semangat) untuk beramal, maka mereka di waktu tuanya nanti tidaklah berkurang amalan mereka, walaupun mereka tidak mampu melakukan amalan ketaatan di saat usia senja. Karena Allah Ta’ala Maha Mengetahui, seandainya mereka masih diberi kekuatan beramal sebagaimana waktu mudanya, mereka tidak akan berhenti untuk beramal kebaikan. Maka orang yang gemar beramal di waktu mudanya, (di saat tua renta), dia akan diberi ganjaran sebagaimana di waktu mudanya.” (Lihat Zaadul Maysir, 9/172-174)

 

 

  • view 150