Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 28 April 2016   15:26 WIB
TENTANG SORE, BOLA, DAN LAYANG LAYANG

Matahari perlahan tenggelam di kaki langit kala itu
Melukis sebuah mahakarya pada kanvas angkasa, Senja
Kita menyusuri jalan bertabur candatawa dengan tubuh bermandi peluh
Baru saja kita mengukir sejarah, sejarah hidup kita
Begitu cepat waktu berlalu, bukan? Lalu meninggalkan jejak aneh bernama kenangan
Jejak yang selalu memanggil-manggil kita untuk kembali, tapi mustahil
Sore itu dulunya biasa saja, tapi sekarang tidak lagi
Senja itu kini menjadi angan yang mengusik hati
"Kita adalah Para Penyongsong Masa Depan", katamu
Bersenjatakan layang-layang dan bola plastik
Layang-layang tidak selalu layang-layang, bukan
Dan bola plastik tidak selalu bola butut seharga empat ribu
Malam pun telah menyapa, kala itu
Angin semakin dingin, angkasa semakin redup
Senang bisa mengenalmu, Penyongsong Masa Depan
Jangan buang layang-layangmu itu, biarlah ia tetap menghiasi angkasamu
Berlarilah terus, kejar bola plastikmu, bola plastik kita
Aku tahu kau kemana dan kau selalu tahu aku kemana

Karya : Alief Darul Ikhsan