Dingin

Alief Darul Ikhsan
Karya Alief Darul Ikhsan Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Januari 2016
Dingin

barangkali angin lembut ini yang membelaimu di Pagi itu, selepas subuh
angin yang begitu mesra dengan awan berarak
barangkali ke awan itulah pula engkau memandang
kemudian titik-titik air dari awan itu turun dengan syahdu
mengguyuri tubuhku
barangkali di setiap tetes itu, terpancar ketulusan dan kasihmu
melebur bersama kasih dan cinta sang Khaliq
kemudian kedinginan menusuk kulit dan tulang belulangku
menggetarkan isi dada, mengguncang jiwa yang kusam
bersama dengan dingin itu,
barangkali dingin itu bentuk cinta dan kasih Ar-Rahman yang mengutus Muhammad
dengan kebenaran
kubiarkan dingin itu membalut segenap jiwa, sejuk
kubiarkan diri ini bersimpah rindu kepadamu,
tersungkur kedalam kubangan rindu dan penyesalan
dalam lirih aku mengucap
Allahumma sholli 'alaa sayyidina Muhammad