Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 12 Desember 2017   11:56 WIB
My 3rd Trimester Preggo Story

12 Desember 2017, 6 hari sebelum due date yang ditetapkan oleh dokter. Rasanya? Campur aduk Beberapa hari yang lalu cek rutin ke dokter . Awalnya diperiksa sama bidannya dulu, ditanya keluhan dan sebagainya. dan seperti biasa, tidak ada keluhan. Bidan mulai mengukur berat badan, tekanan darah dan suhu badan yang semuanya alhamdulillah normal. Lalu bidan mulai mengukur denyut jantung janin yang alhamdulillah juga normal. Setelah itu, bidan mulai meraba perut untuk tau posisi janin sekarang, "udah masuk panggul nih, posisinya udah bagus, janinnya sehat". Alhamdulillaaaah.... Setelah menunggu beberapa saat, giliran dokter yang periksa dengan USG.

"Hm...masih 10 hari lagi ya sebelum HPL. Udah mulai pengapuran ini plasentanya".

Deg. Okee masih berusaha untuk tenang. "Trus gimana dok?" "Ya... kita tunggu sampai HPL ya, kalo belum ada tanda-tanda persalinan, kesini lagi aja nanti kita tentukan harus diakhiri disini atau dirujuk." Well. Mulai gak tenang. Sebenernya aku udah tau kalau kehamilan di trimester ketiga rentan sama pengapuran plasenta. But I didn't expect to come this fast, biasanya di usia kehamilan yang lewat dari 40 weeks. Setelah itu ngabarin suami gimana hasil cek tadi dan langsung suami langsung minta aku periksa di dokter lain untuk second opinion.

Sehari setelahnya, pergilah ke dokter lain. Singkat cerita, dokter mengatakan hal yang sama, bahkan dokter yang satu ini minta 3 hari sebelum due date kalo belum ada tanda-tanda persalinan harus segera di akhiri.

"Induksi, dok?"

"Iya kita coba induksi dulu. tapi ya yang namanya usaha kemungkinannya cuma dua, berhasil dan gagal."

Well, udah tau banget nih arah pembicaraannya kemana. C-section. Sebelum pulang, sempet cek dalem dulu (VT) dan rasanya "nikmat" sekali sampe lupa nafas. (seriously) Untungnya suster dan mama yang waktu itu nemenin, ngingetin untuk nafas. Setelah VT, belum ada pembukaan dan masih jauh katanya. Masih kaku jadi solusinya harus sering induksi alami HB dengan suami + nipple stimulation. Setelah selesai cek semuanya, sebelum pulang ke toilet dulu karena repot kalo pengen pee di tengah jalan, dan seeeer, keluar darah segar. Oh My God apa ini? Karena takut, akhirnya balik lagi atas ke ruang dokter, dan bilang kaluar darah, merah banget tapi ga disertai lendir. Dokter menyarankan untuk nginep aja malam itu di klinik karena kemungkinan itu tanda persalinan. Tapi feeling seorang calon ibu mengatakan "ini belum waktunya". Akhirnya memutuskan untuk pulang dan ngabarin suami hasil cek tadi. Suami memutuskan untuk pulang ke rumah dua hari setelahnya for the sake of biar sama-sama tenang. Karna disana juga kerja nya jadi ga konsen.

Sehari setelah kepulangan suami, kita cari 3rd opinion. Kali ini ke bidan senior di deket rumah. Bidan pertama di wilayah ini. Bidan yang bantuin Mamah melahirkan yang pertama dan kadua. Bidan ini biasa nanganin kasus-kasus sulit yang biasanya divonis dokter untuk SC. Kasus-kasus sungsang, Bayi besar, air ketuban sedikit dan sebagainya. Singkat cerita, setelah diperiksa dan menceritakan kronologis hasil USG, bu bidan bilang.

"Ini sehat kok, Ibunya sehat, bayinya sehat. Namanya HPL kan perkiraan. Insyaallah nggak papa. HPL memang seminggu lagi, tapi masih bisa ditunggu seminggu lagi setelah HPL. Kalau memang belum ada tanda persalinan, baru saya sarankan induksi."

Kurang lebih seperti itu penjelasan bu bidan, dengan nada yang menenangkan. Alhamdulillah sudah bisa tenang. Setidaknya masih punya waktu dua minggu lagi. Untuk menenangkan diri sendiri, aku banyak melakukan instrospeksi. Sempat berfikir gini sih "Ya Allah, aku udah coba banyak hal biar cepat melahirkan (Jalan kaki, Yoga, Excercise, Pake gymball, makan kurma, nanas, stimulasi ini itu, accupressure dan sebagainya) tapi kenapa belum lahir juga?" tapi kemudian aku sadar sih "Kenapa aku jadi ngatur Allah?" Allah udah punya waktu nya sendiri untuk menentukan kapan anak ini lahir, it's not about me, it's about this baby. Allah udah mamasukkan ruh pada bayi ini di rahimku, Allah tentukan lahirnya, matinya, jodohnya dan rejekinya. It's all written kenapa aku cemas sendiri?. Pada akhirnya, hari ini aku mulai bisa tenang, Allah merahasiakan semua ini agar kita selalu berprasangka baik dan bersabar. Waktu Allah memang misteri. Tapi Allah pasti memberikan waktu yang terbaik, ketika kita siap. Dan hanya Allah yang Maha Tahu kapan hambanya siap dan pantas untuk diamanahi sesuatu, apapun itu.

Karya : Alida