Kopi, Kenangan, dan entah ada Harapan

Ali Bisri El Muniri
Karya Ali Bisri El Muniri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Agustus 2016
Kopi, Kenangan, dan entah ada Harapan

Berawal dari lagu yang di putar pada suatu kedai kopi favorit khas nusantara, memperjelas bahwa sebuah lagu mewakili suatu perasaan, entah itu senang, berbunga-bunga, atau pada saat sedang kacau. Kali ini folder lagu yang di putar sedikit melow tak seperti hari-hari biasanya, mungkin dampak dari sebuah hujan sore tadi, membuat orang-orang rindu akan suatu hal yang bisa mewakili. Kedai kopi yang tampak sederhana, lantai yang tak bertingkat, beralas tanah, didominasi oleh anyaman serta bambu-bambu besar tampak kokoh, menjadi selimut malam-malam para pengunjung penikmat kopi, namun historis-nya tetep masih mengalir, menunjukkan sebuah perjalanan rintisan suatu tempat untuk segala rasa ini. Pengunjung semakin berdatangan tak luput nada musik semakin dipacu, menuju pada tempat pesanan untuk menu yang tersedia, gantungan lampu-lampu menyinarinya tak bosan hingga tampak menguning. Malam semakin larut, kopi terus diseduh, dengan sadar para barista disini tak begitu menarik, namun cukup untuk memberi rasa senggang waktu, menghisap rokok, meminum kopi, berbicara cinta, wanita, mimpi, dan kehidupan, lebih tepat menjadi tempat untuk selalu berkhayal. Tempat dimana orang dilarang untuk merindu, pahit memang pahit...itulah kopi.

Tak ada kenangan bersamamu ditempat ini, terlalu dini untuk membahas itu, namun disinilah tempat dimana aku berada disaat engkau bercerita dan tertawa dari kejahuan, disinilah sajak-sajak mengalir pada pundi-pundi pesan masuk gadgetmu, hingga harus bercerita tentang sebuah Ideologi masing-masing yang memang berbeda, dan latarbelakang yang amat tak ada sama. Bukan tak ingin menarikmu ketempat ini, tetapi karena memang harus meloncati pagar yang penuh dengan beling, bukan lantas juga saya tidak berani menerobos beling itu, tunggulah tunggu dulu... saya juga tak ingin bercerita seperti apa yang ada pada flim AADC 2, sebuah kisah rasa yang terhambat sampai hampir sembilan tahun karena hanya bisikan orang tua wanitanya yang agak egois itu, namun akhirnya bersatu lagi dan tampak manis lagi. Entah kenapa juga, kenapa lagu-lagu malam ini begitu tak saya inginkan untuk saya dengar, yang hanya bercerita tentang sebuah perasaan, yang katamu ketika berbicara tentang perasaan hanya membuatmu bosan, seakan-akan saya dilarang untuk bercerita tantang rasa padamu karena hanya tak ingin membuat suasana tak garing, saya terima segala apa yang menjadi nyamanmu, dan saya tak perlu untuk bersedih atau meratapi nasib, tapi semoga engkau mengerti, karena memang sebuah rasa tak harus berbalas. Sudah tiga putung rokok saya taruh pada asbak kedai, lalu lalang pelayan terus melaju, tapi sepi tak mau pergi, kopi sudah separuh cangkir tersisa, engkau kemana mengapa tak kunjung aku dapat dalam paham imajinasi, malam tambah larut tidak cukup mantra buatmu malam ini, saya datang untuk apa dan siapa ?

Perlahan satu persatu pelanggan mulai bosan dan beranjak pergi, sapa menyapa terus mengalir, dari yang kenal sampai pada yang tak kenal, semua mencari harapan pada secangkir kopi, tapi tak segampang itu. Berbagai ritual ngopi, ada di sini, dari berbagai jenis kopi yang ada, dimana semua kelas sosial tak berpengaruh ditempat ini, yang ada hanya sama-sama penikmat kopi nusantara. Sudah agak malas juga saya ingin merabamu dalam kenangan dan harapan sepanjang malam hening tanpa arah ini. Sampai-sampai saya disuruh tertawa oleh teman semeja ngopiku, lantaran saya tak seperti biasanya, namun itu takkan membuat buyar malamku. Karena Malang tak sejahat pikiran orang-orang yang putus harapan. Ketika diakhir tulisan ini dan malam semakin menjadi-jadi, saya lihat wanita cantik dan manis di tetangga meja kedai, dengan kerudung kemayunya...Mari Ngopi dan berInteraksi dengan Literasi.

12 Agustus 2016, dari meja pojok Kedai Cofee Jemblung Malang

  • view 288

  • Ali Bisri El Muniri
    Ali Bisri El Muniri
    1 tahun yang lalu.
    bukan, kurang persyaratan untuk jadi itu

    diaudioin lewat ?

    • Lihat 1 Respon

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    masih jagongan ngopi juga malam ini?
    keren ya pengunjung setia.

    • Lihat 4 Respon