Tony

Ali Ahmadi
Karya Ali Ahmadi Kategori Lainnya
dipublikasikan 21 September 2016
Tony

Matahari pagi ini sedikit damai, dia terlihat malu-malu, bersembunyi dibalik gumpalan awan hitam yang berlenggok dengan keanggunannya. Begitupula dengan kota Jakarta pagi ini ada rona indah diwajahnya, ada kata harapan yang muncul dari perkataannya. Si tony kembali melancarkan serangan paginya, dia memutar tangan motor supra fit, dengan penuh semangat dan riang, kata dia dalam hati,

“Hari ini indah dan akan selalu indah, karena hari indah itu hadir dari suasana hati yang indah”.

Ada secercah senyum dalam paras wajahnya ketika angin polusi mencoba memasuki lubang helm mungil yang dipakainya.

Dari permukaan dia terlihat biasa saja, helm mungil hijau yang kacanya mulai pecah karna jatuh, sapu tangan coklat menutupi sebagian wajah, style baju dan celana yang sama seperti yang lain tetap menjadi andalan. Ada rasa tersendiri ketika dia berjalan dalam jalan hidup yang biasa, bangun pagi, pulang petang, penghasilan pas-pasan dan pantat pegal-pegal yang oleh sebagian orang kadang menjadi slogan yang menggiring pada pobia kehidupan. Dia tetap pada biasa saja dan pada garis yang biasa saja. Ada sesuatau dalam benak tony yang selalu berkata

“kedamaian, kebahagiaan dan kenyamanan”.

Dalam perspektif normal kedamaian, kebahagiaan, dan kenyamanan adalah materi yang menjadi tolak ukurnya tetapi kata tony

“Hmmm… inilah hidupku dengan rasa syukur padaNYA adalah kedamaian, kebahagiaan dan kenyamanan yang sesungguhnya”.

Tony adalah seorang karyawan swasta, dia merintis karirnya berawal dari kata “NEKAT” dan do’a orangtua, ada segumpal gundah dan asa dalam keseharian tony ketika dikampung sehingga mendorongnya untuk mencari kenyamanan hatinya, dia terlahir di daerah jawa tepatnya Sampok, Gn.Wungkal Pati Jateng. Orang tuanya tulen bergelar Petani, kata perspektif objektif masyarakat kampung, tony dan keluarganya berpredikat kurang mampu, tetapi lagi-lagi hal tersebut di tepis oleh tony bahwa kami adalah ciptaaNYA yang memang tidak mempunyai kemampuan apapun jadi biarlah kata itu bertebaran diudara karena tidak akan berpengaruh apa-apa dalam hidup kami, dan kebahagiaan itu tetap bersemai dalam hidup kami.

  • view 239