Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Motivasi 18 Oktober 2017   20:51 WIB
Pemalu Jadi Pemberani

Mungkin tidak semua manusia yang merasakan rasa malu yang begitu besar sampai-sampai menghambat berkembangnya keterampilan seorang anak dan rasa ketidakpercayaan terhadap dirinya sendiri, maka jangan anggap ini permasalahan yang sepele

Dulu aku sangat pemalu sekali, berbicara dengan seorang perempuan pun tubuhku gemetaran apalagi berbicara di depan umum. Begitu lamanya aku betah dengan keadaan seperti itu, hingga pada suatu saat aku merasa sangat kesal dengan aku yang pemalu ini.

Berawal dari sebuah kekesalan yang tak terbendung, ketika itulah seorang pemalu memulai perjalanannya menjadi seoarang pemberani. Dengan perasaan yang bingung. Harus memulai dari mana aku? dengan hanya bermodalkan rasa kesal, aku memulainya dengan memberanikan diri untuk mengambil keputusan dalam hal pendidikanku, yang awalnya aku hanya menjadi mahasiswa, kini aku telah mengambil double degree. Double degree yang aku ambil ini berbeda atau bertentangan dengan pengertiannya yaitu mengambil sekaligus dua gelar dari universitas yang sama ataupun yang berbeda. Kali ini aku mengambil sebagai mahasiswa sekaligus mahasantri  itulah maksud dan sesungguhnya itu hanya sebutan untukku saja, tidak untuk ditiru ya. (Hehe)

Dengan kesibukkan yang baru dan teman baru pula, aku mulai meminta pendapat dari kedua kubu yang berbeda itu. Berbagai masukan dan nasihat yang kudapatkan berhasil membuatku pusing. Sampai akhirnya akupun mengambil jalan tengah dari masukan kedua kubu tersebut yaitu "mulailah dengan membaca buku, meskipun kau malu, paling tidak kau mempuanyai wawasan yang menjadikanmu berani untuk bertanya ataupun mengungkapkan pendapat" kata-kata itu yang terdengar mudah bagiku. Sampai saat itu aku melewatinya dengan sendirian, ke perpustakaan, mengerjakan tugas makalah, membeli buku, dan lain-lain semua aku lakukan dengan sendirian. Alhasil aku mengasingkan diri dari keramaian yang dahulu membuatku sibuk bercanda, ngobrol ngelantur kesana kemari tanpa ada habisnya, kini kuputuskan untuk mengakhirinya.

Sejak saat itu, kini aku berubah menjadi pribadi yang menurutku, segala permasalahan yang masih dalam genggaman tangan ataupun ranah yang masih bisa terjangkau, sifatnya kelompok bahkan di depan umum pun aku mampu untuk mengeluarkan pendapatku sendiri, dengan tanpa ada rasa malu lagi dalam diri ini. 

Dengan adanya tulisan singkat ini, bukan berarti aku memaksakan kalian yang mempunyai penyakit yang sama denganku untuk mengikuti caraku ini, karena pada dasarnya manusia itu sifatnya ada yang sama dan tidak sedikit juga yang berbeda. Apabila ketika kau gagal ataupun kau mengira tulisan ini tak berkerja padamu, maka janganlah beputus-asa. Buatlah serta carilah cara-caramu sendiri. Tugasku hanya membuat sumbu itu menyala, lalu sisanya kau yang mempertahankan dan membuatnya berkobar dengan besar.

Terimakasih  salam semangat.

Karya : Ali Fasya