Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Lainnya 19 Januari 2018   09:00 WIB
Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulisdengan Baik dan Benar

Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulisdengan Baik dan Benar

Alfiana Lede

alfianalede08@gmail.com
Mahasiswa semester v

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas Muhammdiyah Kupang

 

ABSTRAK

Untuk meningkat keterampilan menulis dipengaruhi oleh minat baca. Semakin rutin membaca maka akan menghasilkan tulisan yang bagus. Minat baca adalah ketertarikan pada kegiatan membaca. Dengan membaca dapat menambah wawasan dan mendapatkan berbagai istilah atau bahasa-bahasa tulis yang baik untuk menulis dengan baik. Membaca adalah cendela dunia artinya ketika membaca tulisan apapun yang kita temukan maka akan mendapatkan informasi baru atau pengetahuan baru. Dengan membaca dapat mengenal dunia luar. Menulis dengan baik akan terwujud apabila rajin membaca.

Kata Kunci: membaca, keterampilan menulis.

PENDAHULUAN

Dikalangan sekarang banyak yang tidak suka menulis, sehingga selalu beranggapan bahwa menulis itu sulit padahal sesunggguhnya kegiatan menulis sudah menjadi keseharian. Menulis materi pelajaran atau menulis status di media sosial. Lalu kenapa menulis menjadi beban tersendiri apabila ada tugas membuat karangan cerita kisah nyata atau pengalaman hidup, cerita pendek, puisi dan lain sebagainya.

Menurut Gere (1985:4) menulis dalam arti komunikasi ialah menyampaikan pengetahuan atau informasi tentang subjek. Menulis berarti mendukung ide. Birney (1988:1) mengatkan bahwa menulis tidak hanya membuat satu kalimat atau hanya beberapa hal yang yang tidak berhubungan, tetapi menghasilkan serangkain hal yang teratur, yang berhubungan satu dengan yang lain, dan dalam gaya tertentu. Rangkain kalimat itu bisa pendek, mungkin hanya dua atau tiga kalimat, tetapi kalimat itu diletakkan secara teratur dan berhubungan satu dengan yang lain, dan berbentuk kesatuan yang masuk akal. Crimmon (1984:191), berpendapat bahwa menulis adalah kerja keras, tetapi juga merupakan kesempatan untuk menyampaikan sesuatu tentang diri sendiri, mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain, bahkan dapat mempelajari sesuatu yang belum diketahui. Rusyana (1984:191), memberikan batasan bahwa kemampuan menulis atau mengarang adalah kemampuan menggunakan pola-pola bahasa dalam tampilan tertulis untuk mengungkapkan gagasan atau kemampuan, seperti kemampuan menguasai gagasan yang dikemukakan, kemampuan mengunakan unsur-unsur bahasa, kemampuan menggunakan gaya, dan kemampuan menggunakan ejaan dan tanda baca. Dengan demikian menulis merupakan suatu proses kreatif yang banyak melibatkan cara berpikir divergen (menyebar) daripada konvergen (memusat) (Supriadi. 1997).

Menulis seringkali disepelekan dan akhirnya membuat pengetahuan menjadi sempit. Banyak dari kita yang tidak menyadari betapa pentingnya menulis itu. Menurut Suparno dan Yunus (2008:13), menulis merupakan suatu kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai medianya. Menulis merupakan kegiatan menuangkan ide, gagasan atau argumen melalui tulisan. Dengan kita menulis secara terus-menerus dengan sendirinya kita akan mampu menulis dengan baik.

BAGIAN INTI

Berikut sebelum saya menyajikan manfaat dan upaya meningkatkan minat menulis saya akan menyajikan terlebih dahulu manfaat membaca:

  • Membaca memperluas wawasan
  • Membaca membantu melihat sudut pandang yang berbeda
  • Membaca membantu Anda belajar teknik menulis yang dipakai oleh orang yang lebih berpengalaman
  • Membaca membuat ide Anda melimpah
  • Membaca menjadikan otak dan pikiran aktif
  • Membaca merangsang terbentuknya informasi baru di sistem daya ingat yang siap dipanggil kapan saja
  • Membaca membuat jalan pikiran lebih lentur
  • Membaca memperkaya kosa kata, pilihan kata, dan cara penyajian yang bisa dipakai dalam menulis
  • Membaca membuat Anda mampu menganalisa, menghubungkan informasi yang terserak, dan melihat benang merah dari sebuah persoalan
  • Membaca membuat Anda mempunyai bahan yang banyak untuk menuliskannya kembali.

Kemampuan menulis di semua lapangan pekerjaan. Misalnya seorang dokter perlu menuliskan resep obat bagi pasiennya. Seorang polisi perlu menuliskan detil suatu insiden berupa sebuah laporan penyelidikan atau introgasi untuk digunakan dalam persidangan. Seorang sekretaris perlu menuliskan surat atau laporan untuk disimpulkan kepada pemimpin perusahaan. Muncul pendapat bahwa keberhasilan suatu jabatan atau pekerjaan ditentukan oleh kemampuan yang bersangkutan dalam berkomunikasi secara efektif, khususnya komunikasi tulis. Adapun manfaat menulis dapat kita lihat dari beberapa segi:

  • Secara psikologis menulis sangat bermanfaat dan bisa membuat kita sehat bahkan mampu membuat kita untuk mengontrol diri. Melepaskan segala persoalan hidup
  • Secara metodologis menulis bermanfaat untuk melatih kita berpikir secara teratur untuk melakukan suatu tindakan yang sesuai yang dikehendaki, bahkan untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan
  • Secara filosofi bermanfaat untuk melatih kita berpikir secara radikal atau berpikir secara mendalam.
  • Secara pendidikan mampu mempengaruhi kita untuk melakukan proses-belajar. Maka sesering kali kita menulis maka sesering itu kita telah melakukan proses pendidikan atau proses belajar.

Untuk meningkatkan keterampilan menulis, perlu duketahui faktor penyebab menurunnya kemampuan menulis, antara lain:

  1. Fakfor internal (dari dalam),yaitu faktor yang berasal dari dalam diri kita sendiri atau timbul secara spontan dari hati nurani kita.

Macam-macam faktor internal:

  • Kurangnya minat menulis
  • Kesulitan menuangkan ide
  • Malas membaca, jika seseorang sudah tidak tertarik untuk membaca maka sulit.
  1. Faktor eksternal (dari luar) yaitu faktor yang berasal dari laur atau lingkungan sekitar. Kita sebagai makhluk sosial tidak akan lepas dari interaksi dengan sesama, baik secara lansung maupun dengan alat komunikasi lainnya seperti: handphone, dan surat.

Untuk meningkatkan keterampilan menulis sebenarnya tidak sulit, tetapi hanya membutuhkan ketelantenan dan kiat-kiat, diantaranya:

  • Harus banyak membaca. Karena dengan membaca kita dapat mengungkapkan ide-ide yang kita miliki dalam sebuah karya.
  • Melatih kemampuan menulis agar dapat menghasilkan karya yang baik dan benar
  • Mempelajari kaidah-kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan mempelajari kaidah-kaidah penulisan tersebut kita dapat memahaminya dan bisa lansung mempraktekkannya ke dalam tulisan yang kita buat
  • Mempublikasikan hasil tulisan yang kita buat, seperti media elektronik dan cetak. Agar kita dapat mengetahui seberapa besar kemampuan kita
  • Selalu percaya diri dengan apa yang kita tulis. Jika kita tidak percaya dengan yang kita tulis maka kita tidak akan puas dengan hasilnya.

Selain itu, ada enam jurus yang bisa dilakukan agar seorang semakin terampil menulis dan piawai merangkai kata. Berikut enam jurus yang bisa dipraktekkan.

  • Tumbuhkan tradisi membaca buku

Untuk itu sudah saatnya membangun kembali tradisi membaca dan menulis. Inilah kontribusi yang bisa dilakukan untuk menjadikan bangsa ini lebih maju.

Coba hitung waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi, aktif bertukar status dan komentar di facebook, atau berkicau di twitter. Ambil separuh waktu yang dihabiskan itu untuk membaca buku-buku berkualitas. Maka dalam wakti satu bulan saja, sudah menjadi yang berbeda dari sebelumnya.

  • Membaca alam dan peristiwa kehidupan

Membaca tidak semata-mata membaca buku, tapi juga membaca alam. Fenomena alam akan menjadi inspirasi sebagai bahasa tulisan. Termasuk membaca alam dalam membaca peristiwa kehidupan. Di panggung kehidupan ini ada banyak peristiwa yang bisa digali untuk bahan tulisan.

  • Mempunyai blog

Ibarat pelari jogging harian. Penulis juga begitu, memerlukan media untuk menuliskan ide-ide yang bekerjapan dan lalu lalang setiap hari. Maka, buku harian (saat ini bisa digantikan oleh blog/website pribadi) merupakan media yang teapat untuk itu. Milikilah buku harian, atau buatlah blog di internet atau buatlah akun cetizen media seperti inspirasi.co, lalu tulislah informasi yang Anda peroleh ide-ide Anda setiap hari. Hal itu akan berguna untuk mengasah keterampilan menulis dan melatih kepekaan terhadap kata-kata.

  • Mencintai bahasa

Bahasa adalah alat komunukasi. Dari bahasa, indikasi dari tingkat intelektualisasi seseorang akan tampak. Apakah dia seseorang yang memiliki tingkat intelektualisasi yang tinggi atau tidak. Kekayaan kosa katalah yang membedakannya. Karenanya cintailah bahasa. Buka-bukalah kamus Bahasa Indonesia. Ada banyak kata yang bagus yang kita belum gunakan dalam tulisan kita, tapi selama ini belum mengetahuinya karena tidak menggunakannya.

  • Hobi meneliti

Minat meneliti merupakan sarana yang akan semakin meningkatkan kedalaman dan luasnya jangkauan tulisan kita. Ia akan menjadi inspirasi yang hebat untuk bahan tulisan kita.

  • Suka diskusi

Diskusi merupakan ajang tukar pendapat. Dalam diskusi akan banyak pendapat di luar diri kita yang dapat menimbulkan letikan ide atau inspirasi untuk bahan tulisan kita.

PENUTUP

Kesimpulan

Menulis merupakan kegiatan yang produktif dan ekspresif. Untuk mengembangkan keterampilan menulis diperlukan langkah-langkah dan tahapan-tahapan. Keberhasilan menulis ditentukan oleh banyak faktor. Hal ini dikarenakan menulis bukanlah hal yang mudah dan merupakan suatu proses. Belajar teori menulis mudah, tetapi untuk mempraktekkannya tidak cukup sekali dua kali. Jumlah latihan menulis akan menjadikan seseorang terampil dalam bidang tulis-menulis. Oleh karena itu, jika ingin berhasil dalam menulis maka harus sering berlatih, berlatih dan berlatih.

 

 

 

 

Saran

Untuk dapat menulis dengan baik mulailah untuk terus berlatih menulis dan membaca secara terus-menerus guna mendapatkan bahasa tulis yang baik. Saran saya mulailah membaca sekurang-kurangnya satu halaman dalam satu hari.

 

DAFTAR RUJUKAN     

Suparno dan Mohammad Yunus. 2008. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Membaca: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Pandawa, Nurhayati, dkk. 2009. Pembelajaran Membaca. Jakarta Depdiknas.

Abu Fathan. Enam Jurus Terampil Menulis, Piawai Merangkai Kata, Http://media.kompasiana.com/new-media/2012/01/07/enam-jurus-terampil-menulis-piawai-merangkai-kata/

 

 

 

 

Karya : Avrill Lede