Menggugat Kepemimpinan Yang Bungkam

Alfian Akbar Balyanan
Karya Alfian Akbar Balyanan Kategori Motivasi
dipublikasikan 11 Agustus 2017
Menggugat Kepemimpinan Yang Bungkam

Selain faktor genetika, kepemimpinan dibentuk melalui proses dialektika aksi dan refleksi. Apabila lingkungan menghendaki engkau menjadi pemimpin maka lingkungan senantiasa kan mencetakan karaktermu. Apabila karaktermu telah dibangun, maka apapun yang dikatakan orang kepadamu, tak akan jadi masalah bagimu (Napoleon Hill)

Mereka, (yang gagal paham) hanya akan menstandarkan ambisi kepemimpinanmu hanya pada level jabatan, secara tidak langsung mereka melegitimasi standar kepemimpinan mereka pada level tersebut. Sedangkan mereka lupa, jabatan dalam hirearki kepemimpinan berada di level satu menurut (John C.Maxwel), level awal proses pembelajaran kepemimpinan. Sedangkan engkau telah melampaui level tersebut sedari awal.

Teruslah kembangkan kepemimpinanmu, dari waktu ke waktu dan dari level ke level hingga menuju pada tingkatan tertinggi menurut (Needs Theory) ialah "Mengaktualisasi diri". Biarlah mereka yang menghujatmu menari ria nikmati stagnanisasi kepemimpinan mereka. Karena, mereka hanyalah psikopat dan narsistik menurut (Joseph Burgo). Sedangkan engkau melejit bak cahaya yang terpancar, bergerak merangkai peradaban, menyongsong cita perubahan. Kehadiranmu ialah keniscayaan tuk memberkati dan diberkati.

Alfian Akbar Balyanan
(The President of Nusantara Student Confederation)
Jakarta, 11 Agustus 2017

  • view 53