Memaknai Kembali Bhineka Tunggal Ika

Alfian Akbar Balyanan
Karya Alfian Akbar Balyanan Kategori Politik
dipublikasikan 19 Juni 2017
Memaknai Kembali Bhineka Tunggal Ika

Jakarta, 16/6 - Saat sambutan pada kegiatan "Ramadhan Kita" dengan tema "Memaknai Kembali Bhineka Tunggal Ika". Pada kesempatan tersebut saya menyampaikan beberapa pandangan sebagai berikut.

Pertama, secara pribadi saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, bagi saya kegiatan ini merupakan festival gagasan anak bangsa yang harus dipertahankan.

Gagasan yang hadir di panggung acara ini layaknya (sistem fikiran) bagi definisi (kebudayaan) menurut ilmu antropologi, maka untuk melengkapi definisi tersebut, harus ditindak lanjuti sebagai (sistem tindakan), Sehingga gagasan yang kita hadirkan tidak berhenti menjadi pepesan kosong yang tak bernilai tapi ia teraktualisasi menjadi prilaku kita sebagai anak bangsa.

Untuk mewujudkan 'Persatuan Bangsa' maka kita harus melangkah secara sistemik sebagaimana sistematika dalam pancasila. artinya, sebelum wujudkan sila ke-3, terlebih dahulu kita harus wujudkan (keberadaban) kita sebagai bangsa sebagaimana yang tercermin dalam sila ke-2, 'Kemanusian yang adil dan beradab'.

Pertanyaan kemudian muncul, keberadaban seperti apa yang harus kita wujudkan dalam kepribadian kita? keberdaban tidak suka tipu (bohong) dan tidak suka fitnah. Kedua prinsip ini harus kita resapi sebagai karakter kita sebagai bangsa. Sebab, propaganda yang hari ini meretakkan persatuan kita dibangun dengan dasar kebohongan dan sarat akan fitnah.

Setelah itu, kita wujudkan solidaritas sebagaimana konsep solidaritas Imanuel Dukheim, Bukan solidaritas mekanis! yakni solider terhadap kelompoknya sendiri, tetapi solidaritas organik yaitu solider terhadap sesama anak bangsa!

Terakhir, marilah sesama anak bangsa kita menjaga pancasila. Jaga dengan objektifitas pandangan kita. Dengan tidak membiarkan kelompok-kelompok yang mengatas namakan dirinya Pancasilais dan menghujat kelompok lain yang dianggap radikal, walaupun sesungguhnya kelompok lain itu tidak radikal sebab, mereka hanya memperjuangkan hadirnya keadilan.

  • view 50