Mahasiswa & Politik : Antara Idealisme & Pragmatisme

Alfian Akbar Balyanan
Karya Alfian Akbar Balyanan Kategori Politik
dipublikasikan 13 Juni 2017
Mahasiswa & Politik : Antara Idealisme & Pragmatisme

Republik kini sedang tidak baik-baik saja. Gerakan mahasiswa hari ini hendaknya diarahkan pada perbaikan yang konstruktif. Pola lama tak lagi dapat kita andalkan. Kita harus dapat berkompromi dengan metode lama. Gerakan pemuda/mahasiswa tak boleh berada dalam ruang sofis dan ketidakpastiaan.
 
Gerakan mahasiswa harus bertransformasi mengikuti relevansi zaman. Sudah saatnya mahasiswa memainakan perannya secara praktis, dengan terlibat langsung dalam menentukan keputusan-keputusan soal masyarakat.
"Ini bukan soal 'Pragmagisme'. Ini soal bagaimana menempatkan 'Idealisme' pada tempat yang tepat"
 
Bagi saya politik adalah tempat yang tepat untuk memperbaiki tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan untuk menggadaikan idealisme, justru untuk menjewantahkan idealisme secara aktual.
"Mahasiswa tak boleh terlibat dalam politik". Itu adalah dogma lama yang menghegemoni fikiran dan bahkan sebagai pembatas dalam mendefinisikan idealisme mahasiswa.
 
Bagi saya ada yang keliru dari fikiran itu. Bahkan menurut saya sekat antara poltik dan mahasiswa merupakan skenario yang sengaja diatur agar menjauhkan idealisme dengan politik. Sehingga membuat kaum tua dan para mafia politik berkesempatan untuk merenggut bentuk ideal politik dan tujuannya.
Di lain sisi, pembatas antara politik dan mahasiswa ini menyebabkan para aktivis mahasiswa hanya bisa 'diam-diam' untuk bermain diranah politik praktis. Sudah saatnya mahasiswa memainkannya secara vulgar dengan tetap memperhitungkan nilai-nilai idealismenya.
 
Bagi saya kekuasaan politik harus di 'rebut' dari tangan-tangan yang tak bertanggung jawab. Istilah 'rebut' bagi saya tepat, sebab, benar adanya bahwa kekuasaan politik saat ini sedang dirampok. Maka, pemilik sah kekuasaan politik wajib merebut kembali kekuasaan itu.
Kekuasaan yang senantiasa ditujukan untuk memberikan maslahat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Salam Hormat,
 
Alfian Akbar Balyanan (Presiden Konfederasi Mahasiswa Nusantara)

  • view 54