Teladan

Aldy Wiguna
Karya Aldy Wiguna Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 28 Oktober 2017
Teladan

“Apa yang kurang dari negeri ini ?” tanyaku petang itu.

“Yang kurang dari negeri ini mungkin orang-orang baik. Tengok saja, dari atas sampai bawah semua yang haus kuasa berebut tanpa jeda, berkerumun dalam kasak-kusuk tak berbilang, lalu ada segelintir orang yang menyamar tiba-tiba dengan pakaian-pakaian rapi, jas-jas perlente juga gemerlap jam tangan seolah ingin berbuat yang terbaik pada negeri. Tapi, tangan kerdil mereka justru tengah memijahkan banyak perihal yang tak seharusnya mereka lakukan. Negeri ini krisis teladan!” ketusmu padaku.

Lalu, tak lama kemudian aku membayangkan hari-hari panjang itu. Tentang episode emas sebuah generasi yang pernah tumbuh bersama alir gerak negeri. Tentang seorang perdana menteri berjas tambal, tentang seorang diplomat ulung yang rumahnya di gang-gang becek, tentang menteri kesehatan yang hidupnya miskin, tentang menteri buruh yang sepanjang hidupnya tak punya rumah bahkan mengontrak, tentang seorang menteri agama yang berjualan beras di pasar, tentang seorang kyai sepuh yang menolak jabatan fantastis, rumah, juga fasilitas mewah lainnya, atau seorang kyai lainnya yang menolak gaji pemerintah sebab ia merasa yakin bahwa sudah seharusnya ulama mengawal kehidupan berpolitik bangsa dan menjadi penasehat utama sang pemimpin negeri. Ah, katamu negeri ini krisis teladan. Apakah benar seperti itu ?.

“ Kau harus ingat, jalan seorang pemimpin tidaklah mudah, sebab memimpin adalah jalan menderita” ucapmu menghentikan lamunanku hari itu.

  • view 208