Perantauan, Sebuah Hakikat Mutlak

Heraldo Pradana
Karya Heraldo Pradana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Juli 2016
Perantauan, Sebuah Hakikat Mutlak

"Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekedar lewat" (HR. Bukhari)

Kalau kita perhatikan, karakteristik orang asing atau sekedar lewat dapat kita sifati dengan tabiat mereka yang tidak bisa nyaman lama-lama dengan keadaan safarnya. Mereka pun menyadari mereka pergi hanya untuk sementara, mereka pun tahu bahwa semua yang ada akan mereka tinggalkan dan mereka merindukan berkumpul kembali ke tempat asalnya. Demikian pula dengan keadaan kita di dunia ini, keberadaan seorang muslim di dunia ini dapat diibaratkan sebagai musafir dalam perjalanan menuju tempat peristirahatannya, kampungnya. Dia akan merindukan kampung halamannya, yaitu surga Allah, dimana seorang muslim dapat bertemu dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW yang sangat mereka rindukan.

Begitu pula dengan Idul Fitri tahun ini. Idul fitri selalu identik dengan tradisi pulang ke tempat asal. Momen tersebut merupakan momen yang sangat dirindukan karena di situ adalah kembalinya kita dari tempat jauh kita untuk bertemu dengan keluarga, saudara, dan teman-teman kita di tempat asal kita. Banyak hal-hal yang terlewatkan, namun banyak pula hal-hal yang ingin dicurahkan.

Karena senyaman-nyamannya dan seindah-indahnya tanah orang, lebih nyaman dan lebih indah tanah sendiri.

Mungkin setelah ini kami akan kembali berpisah menuju tempat jauhnya masing-masing, ada yang sudah kuliah, ada yang sudah kerja, dan ada yang masih mengenyam pendidikan menengah. Tapi di waktu yang sama kami kelak akan berkumpul kembali di tempat yang sama, saling berbagi cerita tentang hebatnya merasakan perjuangan di tanah orang.

Taqaballahu Minna Wa Minkum
Semoga Allah menerima amalanku dan amalanmu.

Syawal 1437 H

  • view 153