Rahasia Keteguhan

Aldea Hiranissa
Karya Aldea Hiranissa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 November 2016
Rahasia Keteguhan

                Peluh mereka berjatuhan, tubuhnya memar, wajahnya kuyu, basah . Entah, kurasa ada bekas tangisan disana. Miris melihat tubuh-tubuh yang semakin kurus, yang makan pun mereka mungkin lupa, yang mandi bisa saja tak sempat, yang tidur saja mungkin tak nyaman. Kira-kira apa yang membuat mereka jadi segitunya? Saat ku lihat dengan mataku mereka pontang panting, berkali-kali tersungkur, tertampar,disingkirkan dan banyak kegiatan mengenaskan lagi, mereka selalu bangkit. meski sempoyongan, tulang-tulang itu tak pernah menyembunyikan keteguhannya untuk berdiri lagi, dan hati mereka yang tak pernah sekalipun ambruk karna menampung ton-ton semangat dan rasa percaya. Kenapa mereka? Entah mukanya diludahi, idenya di buang percuma, sampai yang ditinggalkan saja,tetap terasa luas samudra sabar dan tenangnya. Sekali, dua kali, tiga kali, mereka menelan pahit, yang ku temukan masih sama “senyuman”, yang ku dengar masih sama “Nggak papa, besok kita coba lagi”, dan langkah mereka masih sama mantapnya, lari mereka masih sama kencangnya, bahkan lebih kencang bersama hembusan keyakinan “Allah bersama kita”. Aku tanya lagi “kenapa?” kalian serentak menjawab “ Ini karna Dia, harapan, dan Ummat”.
 
              Ini seperti tiada kata mundur, berhenti, putus asa. Seperti lelah saja pasti lelah mengikutimu. Seperti tiada sempat untuk mengeluh, atau mungkin kalian pikir tak ada untungnya mengeluh. Terus menatap jauh, merangkai rencana, maksimalkan doa dan usaha, dan semua itu yang membuat kalian kuat. Herannya, ketika yang lain saja kerepotan meng-upgrade diri sendiri, kalian masih sempat menggandengku untuk berlari sama kencangnya, sama jauhnya,untuk berusaha sama kerasnya,untuk sama yakin dan percaya pada cita dan Dia. Meski langkahku lebih sering tersendat daripada lancarnya, kalian setia menunggu, meski aku ceroboh dan sering terjatuh, kalian rela bantu aku berdiri. Meski aku sering hilang percaya dan putus asa, maka kalian siap sedia membesarkan hatiku, menghapus ragu, lalu berlari lagi. Ah kalian ini… aku saja tak sampai hati untuk berhenti karna kalian. Tak sampai hati menoleh kebelakang, saat mata-mata itu berbinar menatap masa depan. “Insyaa Allah , suatu hari nanti kita akan jadi bagian dari milikNya yang terbaik di akhir zaman ini”, aku tertegun mendengarnya sobat. Karna aku tak percaya aku bisa sebaik itu, karna aku masih tak percaya akan kemampuanku, keinginanku. Tapi aku pun tak menyangka bisa sejauh ini.
“ah ayolah… beri tahu aku resep keteguhan itu..”, tak satupun dari kalian yang menjawab, yang ada hanyalah genggaman dan tatapan yang lagi-lagi meneguhkanku.
“Ridho padaNya, maka Ia ridho padamu. Lillah… maka Dia akan lakukan untukmu” seorang dari kalian membisik kata dalam dekapan persahabatan,menghangatkan malam.
“aku lelah …”
“Jika lillah, maka takan lelah…”, ia tersenyum dan aku hanya terdiam.
Hatiku berkata “kau benar”

  • view 136