Kulkas

Aldea Hiranissa
Karya Aldea Hiranissa Kategori Motivasi
dipublikasikan 26 November 2016
Kulkas

              Kulkas is so cool and refreshing right? Bikin minuman yang biasa aja jadi nyegerin , bikin sayuran-sayuran lebih awet. Kadang bisa buat tempat nyimpen make up juga. Kulkas, sangat berguna ketika ia di aliri listrik. Pernyataan yang sangat betul hehe, but that’s not the point. Jadi tulisan ini akan berkisah bagaimana ketidak bergunaannyasaat tidak dialiri listrik menjadi hal yang sangat berharga untuk dipelajari.

              Suatu hari kulkas itu mati dan ia masih menyimpan pisang tiga buah, sambal tomat, beberapa sisa bumbu rendang, sayuran yang belum sempat dimasak, botol-botol dari yang setengah isi sampai tidak berisi, dan masih banyak lagi.  Kulkas dibiarkan berminggu-minggu dan tukang listrik pun tak kunjung datang , maka jadilah ia seperti perumahan baru bagi penguni baru. Cicak, Coa, Cawon (red: tawon), dan Larva mulai memadati, mereka menjadi pendatang baru yang tidak diharapkan. Hari-hari mulai bermunculan suara-suara protes “Please take your things out from the refrigerator”, and seriously most of humans inside the house do not care with the warning.  Banyak yang tidak peduli dengan kondisi kulkas yang mengenaskan dan semakin banyak protes yang dilayangkan entah pada siapa, beberapa yang memberanikan diri untuk melihat “perumahan baru” itu hanya berakhir dengan teriakan histeris dan menjauh. Kulkas menjadi tempat yang angker dan penghuninya makin menggendhut. But gaes, apakah kulkas ini bisa diselamatkan? Absolutely yes! Ketika hati tersentuh dengan keadaan mengenaskannya dan tangan  mulai membuka kulkas lalu cicak loncat keluar, tawon terbang, dan tangan dengan berbalut kresek hitam mulai mengeluarkan segala benda yang ada didalam nya (termasuk larva yang menggemaskan), ditambah sedikit sentuhan air ,kain lap, detergen, dan parfum, now you can see the nightmare was over. Kulkas cling seketika. Everyone inside the house live happily ever after. Wkwkwk, ceritanya aneh banget nggak? Do you catch the point?

             The point is action. Tindakan adalah kunci dari perubahan. Kotoran tidak akan bersih saat tidak ada yang tergerak untuk membersihkannya. Omongan saja tentu tidak cukup. Pernahkah kamu lihat sayuran itu akan matang ketika kita hanya bicara resep, atau “aku bingung ini sayur harus diapain?” sedang tangan tidak tergerak untuk mengupas bawang, mencuci dan mengiris sayuran serta menumisnya diatas minyak panas? Big no! Kecuali kalo kita bicara dan ada temen yang mengikuti perintah-perintah dari bibir kita.

           Action adalah impian yang menjadi kenyataan.Walau ini belum betul sepenuhnya, karena bisa saja kita gagal ditengah jalan ketika kita berhenti. But do you ever think? ketika kita mulai bertindak setidaknya impian itu semakin jelas bentuknya, akan jelas bagaimana cara menggapainya, akan jelas kelebihan, peluang, kelemahan, dan masalahnya, disitu juga akan jelas solusinya. Tapi harus diingat pula, ketika kita berhenti bertindak, maka gelap sudah jalan menuju padanya (impian). Pertanyaannya kenapa sih berhenti? Ada yang berhenti karena capek, kecewa, dan udah itu aja. Hehe, mungkin banyak poin lain yang menyebabkan orang ingin berhenti, tapi mari kita persingkat di dua poin itu. Bahasan tentang “berhenti” akan diulas dikemudian hari. Jadi gini, mindset yang penting banget dipunya oleh si pemilik impian adalah “gue kudu strong” ketika capek , “Sekali lagi berdiri”  ketika jatuh, “gue gak papa” ketika kecewa, “Move!” ketika hati pingin stop. We called it “Jurus GSGM”. Pernyataan selanjutnya adalah manusia itu punya batas bro. Iya , We know that everybody has limit, tapi kan kita punya Tuhan yang kekuatan, kuasa-Nya tidak memiliki batas. Dia tidak pernah capek, Dia Maha luas pengetahuannya. So... jangan lupa serahin juga impian kita ke Tuhan. Bikin bumi seisinya aja bisa apalagi cuma sekedar impian dan masalah kita. Wah... kalo gitu diem aja dong ntar juga impian gue terwujud sendiri, kan ada Tuhan. Ini statement yang salah kaprah banget. Bayangin aja kita pingin jadi penulis, udah dikasih ide sama Tuhan tapi diem aja, lah dipikir itu bulpen bisa bergerak sendiri apa ya? Dipikir itu kertas bisa keluar sendiri dari packnya? Horor. Mau jadi penulis darimana? Ada yang bisa menjelaskan? Hehe. Kembali lagi bahwa Action itu penting.  Back to pada bahasan tentang capek. Kalo capek ya istirahat  secukupnya , jangan berlebihan, nanti impian datang terlambat (sambil nyanyi  cinta datang terlambat wkwk). Gak perlu berhenti,kalo berhenti udah pasti impian kita gagal total. Kalo dari kisah kulkas tadi ya, misal si pembersih kulkas dipertengahan jalan memutuskan untuk berhenti karena saking “merasa” jijik dengan kulkasnya, ya... nggak jadi bersih kulkasnya, dan everybody inside the house gak jadi bahagia selama-lamanya wkwk. Oke... begitulah kisah kulkas yang sangat menginspirasi. Semoga bermanfaat, See you in the next article!

  • view 181