Filosofi Pucuk Daun Dalam Berkeluarga

Akhi Riyadh
Karya Akhi Riyadh Kategori Filsafat
dipublikasikan 14 April 2016
Filosofi Pucuk Daun Dalam Berkeluarga

Keluarga adalah tempat kita dilahirkan dan dinasabkan, semua akan turun dari keluarga fisik, pengalaman, pengetahuan dan lain sebagainya.

Namun setelah saya melihat daun yang bergoyang-goyang (*ini bukan konser dangdut daun ya) dijalan, terhenti ku takjub pada pucuk yang, indah dengan Karunia-Nya aku di ilhami pelajaran dari pucuk.

Ayo belajar sama si Pucuk (Teh terbaik ada dipucuk *yg ini iklan bentar ya)

Daun pertama jumlanya dua yg mulai mengawali, itulah ayah dan ibu-mu

mereka yang mengawali kehidupan ruma tangga seperti mengawali kehidupan keluarga anda

Lihatlah saat masih mereka masih saling melekat, ketika itu bereka membagi tugas daun satunya melindungi sebelah kiri dan satunya sebelah kanan, dan mereka saling melengkapi begitu pula ayah dan ibu.

Mereka melindunginya dari panas, yang berlebih agar kau tak terbakar, begitu Ortu melindungimu dari kejamnya orang sekita, namun ia perlahan mengajarkanmu dan membiasakanmu, layaknya persiapan daun menyiapkan tunas selanjutnya.

Namun ia tak bisa selamanya menentukan kau harus bagaimana, kau akan berdiri sendiri layaknya daun yg tak lagi dilindungi, namun kau harus tahu kau masih satu rantig dengannya

Dan waktu akan membesarkanmu hingga kau akan melihat ayah dan ibumu tak lagi melindungimu digantikan oleh daun diatasnya yaitu saudara-saudaramu, namun kau yang berganti kau lindungi ibu dan keluarga yang lai saat kau berada diatas dari panas dan hujan layaknya daun. Namun tujuan akhirnya adalah hadirnya buah, begitulah hidup harus hadir sebuah kebagiaan

Saat berlalu, orang tuamu tak dapat bersamamu mereka harus gugur, dan tetaplah bertahan untuk anak-anakmu atau pucuk-pucuk lindunganmu teruslah seperti itu, karena memang seperti itulah

Wallahu'allam

  • view 327