Akhi, kita Suadara

Akhi Riyadh
Karya Akhi Riyadh Kategori Motivasi
dipublikasikan 14 April 2016
Akhi, kita Suadara

Benar, dahulu ketika wajahku begitu lugu, kataku masih keluh, sifatku masih belagu, sahabat datang disiku, menjadi kisah dan cerita yang terpatri tak terberita.

Aku kenal dia begitu bersahaja, ia sedikit mudah marah, namun tak pernah kepada saya. Kepada kucing (Kucingnya aja yang nakal, atau Sapi sapinya aja yang ngeyel), intinya dia baik.

Saat pulang sekolah aku selalu dicarinya, saat waktu kosong aku selalu diajaknya, saat ada apa-apa aku selalu dicarinya apapun itu,

Bahkan ketika orang lain mengucilkan saya, ia akan datang menceritakan bahwa mereka tengah buta, oleh cerita yang tak mampu mereka kelolah sendiri

Ia mengisi kekuranganku dalam segala hal aku pemalu, dia selalu menawarkanku. Aku pesimis namun ia ajarkan ketekunan, ia sedikit punya uang jajan aku selalu dibagikan (skrip yang ini bonus)

Dia tahu segala kekuranganku, tatapi ia hanya kabarkan aku yang indah, aku sangat ekresif Ia jarang berkata namun do it just I like,

Entahlah saya ssering diajak keladangnya, mengembalakan sainya, cari ikan bersama, cari kepiting, belajar berenang (Sebenarnya guwe jago si, tapi gpp namanya juga menghagai temen, dilaran protes) mengajarkan mendayung sampan 9INI NI KELEBIHAN Dia bahkan banjirpun dan kerap kali jadi supir perahu wkwkwkwkwkwkw) kalau saya yang bawa pilihannya gak sampe atau guwe yang terjun ke sungai buat jadi pembinbing kapal guwe mah nekat

Dia guruku juga tapi aku juga gurunya, dia kakakku tapi dia juga adikku, dia ayahku tapi ia juga anakku. Kami memang saudara sayangnya tidak sedarah

  • view 89