Let's Jump

Akhmad Hanan
Karya Akhmad Hanan Kategori Inspiratif
dipublikasikan 17 Juli 2016
Let's Jump

Hai kamu yang disana, Let's jump....

Mari melompatlah untuk masa depan yang lebih baik, Let's do this....

Kenapa seseorang butuh lompatan dalam kehidupannya?

Mungkin salah satu yang menginspirasi saya menulis sesuatu tentang "lompatan" adalah ketika tim nasional Portugal kemarin menjadi juara kejuaraan sepakbola Euro 2016 mengalahkan tim nasional Perancis. Salah satu sosok yang menjadi inspirator saya adalah seorang Cristiano Ronaldo. Unik memang, awalnya saya tak menyukai pemain ini. Saya adalah penggemar berat tim nasional Italia dengan Gianluigi Buffonnya. Kedua pemain ini terkenal dengan "lompatannya", Cristiano Ronaldo dengan lompatan yang tinggi saat di depan gawang guna menyundul bola dan mencetak gol sedangkan Gianluigi Buffon dengan "lompatannya" ketika menyelamatkan gawang. Sayangnya, peluang Italia kala itu harus terhenti oleh ketangguhan Jerman kala adu pinalti di babak perempat final.

Lantas saya berpikir, "lompatan" Ronaldo ternyata memiliki "victory" tersendiri bagi tim nasional Portugal hingga mengangkat trofi Henri Delaunay. Mencetak sejarah bagi tim nasional Portugal untuk pertama kalinya memenangkan kejuaraan sepak bola Eropa.

Tetapi bukan cerita teknis di lapangan bagaimana seorang Ronaldo melompat. Saya lebih tertarik bagaimana "lompatan" dalam hidupnya. Menarik karena memang seorang manusia membutuhkan sebuah "lompatan" guna mencapai sesuatu dalam kehidupannya.

Cristiano Ronaldo lahir di salah satu daerah termiskin di Portugal, bahkan nama daerahnya begitu asing yaitu Funchai, Kepulauan Madeira, Portugal. Ketika bermain sepak bola teman – temannya sering mengejek dan membully dia. Alasannya adalah karena ayahnya bekerja sampingan sebagai cleaning service di tempat Ronaldo berlatih sepak bola. Tetapi itu tak membuat seorang Ronaldo patah arang, dia semakin giat berlatih. Di usia 11 tahun, Ronaldo kecil membuat sebuah lompatan dalam kariernya, ia merantau sendirian ke kota Lisbon dan bergabung dengan Sporting Lisbon FC. Pada usia 14 tahun, ayahnya mengalami kecanduan alcohol dan kakaknya depresi karena narkoba. Dan kemudian ayahnya meninggal ketika Ronaldo masih berusia 20 tahun. Spiritnya adalah “It was Very Hard for me, but it only made me stronger”.

Dia membuat “lompatan” lagi ketika Ronaldo bermain memukau saat menjamu Manchester United di stadion Estadio Jose Alvalade kandang Sporting Lisbon. Pelatih Manchester United kala itu, Sir Alex Ferguson tertarik dan terpikat untuk memboyongnya ke Old Trafford Manchester. Setelah di Manchester berbagai trofi baik itu pribadi dan klub ia torehkan sampai menjadi pemain terbaik dunia saat ini ketika pindah ke Real Madrid.

 Kisah "lompatan" kehidupan Cristiano Ronaldo merupakan salah satu kisah inspiratif. Banyak orang melakukan "lompatan" dalam kehidupannya untuk menjadi orang yang lebih baik dari semula seseorang yang dipandang sebelah mata menjadi seseorang yang hebat di mata orang lain.

Di Indonesia sendiri bisa dicontoh Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo yang juga melakukan "lompatan" dalam kehidupannya. Tak tanggung - tanggung mereka melakukan "lompatan" menjadi Presiden di negeri ini. Lima tahun lalu mungkin banyak orang yang tidak mengira bahwa seorang Joko Widodo akan menjadi seorang Presiden. Atau siapa mengira juga, Desa Kemusuk sebuah desa terpencil di daerah Argomulyo, Godean sebelah barat Kota Yogyakarta akan menghasilkan seorang Presiden Soeharto. Soeharto bukan lahir dari keluarga kerajaan ataupun bangsawan. Ayah Soeharto adalah seorang ulu - ulu atau pengatur air yang bertani di atas tanah tanggul.

Soekarno? sangat banyak "lompatan" yang dikisahkan. "Lompatan" paling besar adalah ketika menjadi proklamator dan mengantarkan Indonesia ke gerbang kemerdekaan di tahun 1945 setelah selama kurang lebih 3,5 abad masa penjajahan. Lalu ada Habibie, beliau selalu berkata bahwa "lompatan" kehidupannya adalah merancang pesawat terbang. Awalnya ketika beliau melakukan ujian S3 mendapat ujian untuk merancang pesawat terbang dengan kecepatan lima kali hingga 20 kali lipat dari kecepatan suara.  Habibie kemudian berfikir untuk membuat pesawat yang dapat mendarat sesuai dengan flight by way, di mana saat pendaratan tidak terjadi goyangan mengayun.

Mereka adalah contoh orang - orang yang berani melakukan "lompatan" dalam kehidupannya.Mereka lahir dari keterbatasan pada awalnya, berada di bawah lalu kemudian melakukan "lompatan" yang orang lain tidak mengira. Atas usaha, dedikasi dan doa mereka, kemudian takdir Tuhan YME membawa "lompatan" mereka ke titik yang tak bisa dinalar oleh akal manusia.

Let's jump... Mari melompat dengan segala kemampuan kita. Jangan takut akan terjatuh...

 

#OptimumProject2016

#AHN

Sumber gambar Cristiano Ronaldo: http://sidomi.com/461901/hasil-euro-2016-portugal-vs-wales-2-0-seleccao-tembus-ke-final/

  • view 274