PERJALANAN SYINGKITI SQUAD KE PIRAMID MEROE

ajjashjahja
Karya ajjashjahja  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 April 2017
PERJALANAN SYINGKITI SQUAD KE PIRAMID MEROE





Sekitar pukul 14.00 waktu sudan, kami yang berjumlah 13 orang siap melakukan perjalanan ke sebuah destinasi sejarah, piramid Meroe di daerah Shendi yang jaraknya sekitar 125 mil dari Khartoum. Pesertanya sih hanya orang Indonesia dan kebanyakan  tinggal di kos2an Syingkiti yang istimewa.

Perbekalan seperti roti dan air mineral kami beli di toko pinggir jalan di awal-awal perjalanan. Estimasi waktu untuk sampai ke sana sekitar 3-4 jam.

Setelah 2 jam perjalanan, kami memasuki daerah gurun pasir yang dihiasi dengan beberapa bukit yang lebih terlihat seperti tumpukan batu-batu besar. Indah sekali. Tapi bersamaan dengan itu, ban mobil yang kami tumpangi bocor. Di ban luar terdapat robekan sekitar 15-20 cm. Akhirnya kami menunggu ban robek itu diganti dengan ban serep yang memang sudah tersedia di bagian belakang mobil. Setelah sekitar 20 menit menunggu, mobil sudah siap melanjutkan perjalanan.

Tidak lama berselang setelah ganti ban, kami berhenti lagi di bengkel yang sangat sederhana. Supir mobil kami ingin 'ban dalam' dari ban yang robek tadi ditambal. Setelah dicek, di sana memang ada bolongan yang sangat kecil. Lebih kecil dari lubang jarum. Jadilah kami menambah waktu tunggu kami sekitar 20 menit lagi.

Oh iya, ada 2 check point sebelum sampai ke tempat tujuan. Di tempat check point ini biasanya diperiksa paspor dan perizinan. Ada 3 orang dari kami yang tidak membawa paspor. Saya dan Taufik beralasan paspor kami sedang di kantor imigasi karena kami lagi mengurus pembaharuan izin tinggal. Sedangkan satunya lagi,  Mujud, memang tidak berencana dari jauh hari untuk ikut perjalanan ini. Paspornya ditinggal di tempat tinggalnya di daerah sekitaran International University of Africa.

Di check point pertama kami lolos. Kami sudah menyiapkan fotokopi paspor kami. Buat jaga-jaga seandainya ada pemeriksaan.  Dan benar saja, petugas di check point pertama meminta paspor kami. Kami berikan fotokopiannya saja. Sayangnya tidak dikembalikan. Kami dipersilahkan melanjutkan perjalanan.

Di check point ke dua, kami disuruh petugasnya untuk melapor ke kantor kepolisian daerah Shendi guna perizinan. Ternyata kami seharusnya mengantongi izin terlebih dahulu dari Khartoum sebelum sampai ke daerah tujuan kami.

Rencana awal, kami ingin bisa tiba di piramidnya sore hari menjelang magrib lah. Lalu langsung pulang setelah itu. Tapi, kami terpaksa harus menginap di Shendi satu malam karena proses perizinan yang memakan waktu. Uang yang rencananya ingin kami gunakan untuk membayar biaya perjalanan, habis terpakai untuk sewa hotel. Kami menyewa 3 kamar. Setiap kamar terdapat 3 ranjang. Biaya sewa satu kamarnya 350 SDG. Nama hotelnya Al Kautsar. Dari hotel itu kita bisa lihat sungai Nil dengan jelas. Karena sungainya tepat di samping hotel itu.

Keesokan harinya, setelah menyelesaikan perizinan yang rumit dan dilanjutkan sarapan, kami langsung berangkat ke piramid Meroe. Perjalanannya memakan waktu 30 menit. Lumayan jauh ternyata. Padahal masih satu daerah dengan tempat kami menginap.

Setelah tiba, kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Saya sendiri asik menjelajahi setiap piramid dan menikmati ukiran-ukiran di dalam piramid tersebut, meski saya sendiri susah memahami maksudnya apa. Teman-teman lainnya asik mencari background dan sudut yang bagus untuk mengabadikan momen dengan kamera hp masing2. Sebagiannya lagi ada yang menyewa unta untuk sekadar merasakan pengalaman.


Kami tiba di rumah beberapa menit sebelum azan isya. Tidak lupa kami mengumpulkan uang lagi untuk biaya perjalanan yang habis terpakai untuk uang sewa penginapan. Perjalanan yang menajubkan dengan kawan-kawan yang mengasyikkan. 

  • view 175