Jogja dan Air mata Seorang Lelaki

ajjashjahja
Karya ajjashjahja  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 30 September 2016
Jogja dan Air mata Seorang Lelaki

Kau tak kan tahu, kenapa jogja selalu pintar menyimpan bisik-bisik rindu yang dititipkan padanya oleh setiap orang yang meninggalkannya. Sempat aku bertanya pada kawanku, apakah ia pernah rindu pada jogja atau seseorang atau bahkan hanya sebuah tempat di sudut kotanya. Ia menjawab, aku hanya tak ingin orang menerka seberapa dalam rinduku padanya, pada seseorang di sana, dan kenangan yang disimpan salah satu tempat yang pernah ada aku di sana.

 

Hari ini aku naik bus ke sana. Bukan meninggalkan, tapi mendatanginya. Bukankah setiap tahun, begitu banyak orang yang akan menjadi penduduknya ; entah untuk sementara waktu atau justru ingin meninggalkan tubuh dan seluruh sisa cerita hidup di sana. Aku hanya singgah sementara, mengunjungi beberapa tempatnya, dan juga ingin ikut serta dalam sebuah festival kopi. 

 

Di perjalanan, aku melihat ke arah jendela, melihat berbagai pemandangan yang bergonta-gonti karena bus yang berjalan cepat, dan kadang tersendat-sendat jika tiba-tiba dipertemukan kemacetan. Aku merenung sambil terfokus pada bayanganku sendiri yang terpapar di kaca bus. Menunjuk-nunjuknya dengan jari telunjukku, kadang terlibat pertarungan mimik wajah mana yang paling menyeramkan. Aku kira, jogja terlalu berat kukunjungi. Sebelum aku sampai saja, sudah ada kenangan yang tercipta. Sebuah jalan cerita yang telah ada ketika aku berada di Jakarta. Sebuah rindu yang harus dituntaskan ketika rintik hujan tak tertahankan dan hujan lebat yang didoakan. Aku di tengah-tengah semua itu dan harus mengirimnya ke alamat yang tepat.

 

Jogja dan Jakarta. Di kedua kota tersebut seorang lelaki muda melankolis melarikan tangisnya pada seorang gadis perkasa yang selalu menyembunyikan air matanya. Gadis itu kini di Jogja. Lelaki itu mengejarnya. Ia ingin berbagi air mata dengan gadis yang di kedua rongga matanya hanya tersisa kemarau yang sejuk bagi lelaki itu.

 

"Aku pulang, sayang" 

Akulah lelaki itu.

  • view 317