Negeri Tanpa Idul Fitri

ajjashjahja
Karya ajjashjahja  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 06 Juli 2016
Negeri Tanpa Idul Fitri

Aku baru saja melewati tulisan bandara international khortoum untuk ke sekian kalinya. Berharap bandara itu menjelma bandara international juanda. Mendekatkan khartoum dan surabaya. Tak perlu lagi mengangkasa bersama pesawat. Cukup masuk salah satu gerbangnya, maka gerbang itu akan langsung terhubung dengan surabaya yang penuh sesak dengan cerita. 

 

Idul fitri selayaknya dimeriahkan dengan tabuh beduk, barisan orang yang berkeliling desa sambil membawa obor, dan corong masjid yang menggema menampar malam yang kehilangan purnama. Di sini tak ada pengalaman-pengalaman seperti itu yang berkelabat di mana-mana. Hanya hening yang dilumasi hilir mudik kendaraan yang makin sepi jika malam makin tinggi mendaki. 

 

Aku duduk di kursi paling belakang dekat jendela bus angkutan kota. Meluberkan seluruh doa-doaku dan meninggalkannya di jalan yang jika lengang sudah tiba, maka ia sudah tinggi mengepakkan diri bersama debu dan lapar fakir miskin perempatan jalan.

 

Untuk rindukku pada kampung halaman yang makin mencakar tulang-tulang dadaku. Yang tertulis ini belum cukup mewakili dahaga akan pertemuan. Apalagi yang hanya bisa menyesakkan tanpa bisa dideskripsikan. Untuk itu, tak perlu aku memaksakan kerinduan untuk sebuah keinginan. Biarkan semua doa-doaku tadi bertebaran di atas atmosfer dan menyatu bersama awan. Dan jatuh ketika hujan turun sebagai tukang pos yang mengantarkan surat melalui ketukan-ketukan atap, embun di jendela, gigil kuyup dan payung beserta penggenggamnya.

  • view 199