Perempatan Takdir

ajjashjahja
Karya ajjashjahja  Kategori Puisi
dipublikasikan 13 April 2016
Perempatan Takdir

 

 

Mobil dan bis lalu lalang di perempatan

Menunggu giliran lampu hijau membebaskan keterpatungan

Bunyi klakson riuh dari kendaraan di baris belakang

Panas yang menjelma hasut, 

Membuat supir dan penumpang menyumpah serapah siapapun yang membuat marah

 

Angin yang menggulung pasir dan panas

Memilin sabar dan geram di ujung ubun

Gelas-gelas berisi air dingin disodorkan para pedagang asongan

Lusuh, kusut

Tapi, mereka tetap tersenyum.

Setiap tolakan calon pelanggan

Berarti sukses yang tertunda kata mereka

 

Duduk di bawah lampu lalu lintas

Menengadahkan tangan dan bermimik melas

Sebuah gelas kosong ditaruh di depannya

Receh-receh tak berharap pindah dari kantong  borjuis

Ke gelas pengemis bau

 

 

Dan, aku.

Aku duduk di sebuah warung kopi dekat perempatan.

Menyesap perlahan tanpa paksaan kemahalan

Sambil menunggu matahari kembali ke peraduan

Aku sering menengok geram

Anak belia dan orang tua ringkih 

Bekerja tak tahu diri hanya demi berikhtiar diberi nyawa untk membersamai mentari 

 

  • view 80

  • Polisi Bahasa
    Polisi Bahasa
    1 tahun yang lalu.
    "Tau" apa "Tahu"?

    Dalam KBBI, "tau" memang diinput, namun dengan catatan bahwa kata ini dipakai dalam percakapan, namun bukan kata baku. Nah, kata bakunya adalah "tahu", meskipun bisa berarti temennya tempe.