Harapku tentang DIA

Ajeng Fajriani Puji Rahayu
Karya Ajeng Fajriani Puji Rahayu Kategori Renungan
dipublikasikan 14 September 2016
Harapku tentang DIA

Bersolek bukanlah keahlianku

Bertutur kata lembut pun bukanlah diriku

Pandai memasak apalagi

Bahkan berparas cantik pun tidak

Terkadang Aku berfikir, Wanita macam apakah Aku ini?

Yang bisa Ku lakukan hanyalah memperbaiki diri, sedikit demi sedikit.

Sulit memang, tapi inilah proses.

Proses panjang yang semoga berakhir dengan sebuah hasil.

Berharap saat kelak waktunya telah tiba, ada hal yang bisa Ku banggakan.

Menunggu hingga waktu yang tepat nan indah bukanlah masalah besar bagiku.

Ku harap yang  tepat dan terbaik menurut Tuhanku Allah SWT, Agamaku, Orang tua beserta Keluargaku, dan diriku.

Tak perlu yang berparas tampan bak aktor Hollywood, cukup yang berhati baik.

Tak perlu yang selalu memberikan kata-kata romantis, cukup yang selalu mengingatkanku ketika Aku mulai lalai dengan semua kewajibanku.

Tak perlu yang selalu mengajakku jalan ke Mall, cukup yang selalu mengajakku menuju ridhoNya

Tak perlu yang selalu menyanyikanku lagu-lagu cinta dengan suaranya yang merdu, cukup yang selalu membacakan ayat suciNya.

Tak perlu yang selalu mengajakku makan malam di tempat mahal, cukup yang selalu mengajaku untuk sholat disepertiga malam.

Tak perlu yang selalu memberikanku bunga-bunga cantik, cukup yang selalu memberikanku doa-doa tulus seusai sholatnya.

Tak perlu yang bergelimang harta, cukup hanya dengan seseorang yang selalu merasa dirinya cukup dan tak luput untuk selalu bersyukur.

Tak perlu yang selalu memberi apapun yang kubutuhkan, cukup yang selalu mau berbagi dengan sesama yang lain.

Tak perlu yang selalu memberikanku janji-janji manis, cukup yang selalu bertutur kata dengan apa adanya.

Tak perlu yang selalu memberikan waktunya untukku, cukup yang selalu menyempatkan dirinya untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Tak perlu yang selalu menjadikan diriku sebagai prioritas utamanya, cukup yang selalu mencintai Allah dan kedua orang tuanya.

Tak perlu yang sempurna, cukup dengan sosok apa adanya tapi bersedia untuk selalu memperbaiki diri.

Tak perlu dengan seorang yang telah pandai memimpin sebuah Perusahaan besar, cukup yang sudah bisa memimpin dirinya sendiri dengan benar. Hingga kelak mampu membimbingku menuju jalan yang Allah anugrahi.

Tak perlu dengan orang yang bersedia mencantumkan namaku disemua media sosialnya, cukup yang benar-benar serius mau mencantumkan namaku di buku nikah Kami.

Jika sosoknya masih jauh, maka dekatkanlah. Mudahkanlah segala caranya, hingga Kami benar-benar halal.

Ataupun jika sosoknya sudah dekat, maka tunjukanlah. Pertemukanlah Kami pada waktu yang tepat.

Waktu dimana Kami sudah benar-benar siap, yakin, dan sudah saling memperbaiki diri.

 Amiien..

 

Purwakarta, 20 Januari 2016

  • view 213