Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Renungan 26 April 2018   17:32 WIB
Belajar Bertumbuh

Hal yang paling sulit dilakukan ketika melewati proses bertumbuh adalah melawan diri sendiri. Bagaimana cara kita melawan ego ketika harga diri merasa terluka, melawan sedih ketika perasaan sakit begitu kuat, melawan kecewa ketika merasa dikhianati, melawan takut ketika merasa tidak percaya diri, melawan marah ketika dada begitu terasa sesak membuncah ingin dikeluarkan.
Proses ini adalah salah satu proses membangun mindset  dan manajemen diri. Pertumbuhan spiritual seperti ini mengharuskan seseorang masuk lebih dalam ke dalam dirinya sendiri tanpa melibatkan siapapun. Membaca keadaan, menganalisis kondisi, dan menilai posisi dan letak diri. 
Antara pikiran dan hati diolah serapi-rapinya agar bisa selaras dan berjalan harmonis. Hati dan pikiran dipaksa untuk tidak lagi saling gontok-gontokkan dan menyalahkan. Mereka diajak bekerjasama saling mendukung satu sama lain, beriringan saling mengekor dan memacu supaya tercipta kedamaian diri.
Ketika ego datang, hati dipompa  untuk lebih seimbang dalam merasa. Hati harus mau melihat orang lain dengan lebih seksama. Pikiran harus mau untuk lebih memahami daripada dipahami. By seeing more people you will find this world wide.
Ketika takut datang, paksa hati untuk lebih kuat, paksa pikiran untuk lebih percaya kalau semuanya tidak semengerikan yang dipikir. Face your own fears, believe you are strong.
Rasa sedih, bimbang, galau, marah,  sebal, kesal, benci, kecewa, dan gelisah, adalah wujud dari tidak seimbangnya antara perasaan dan pikiran. Perasaan ini muncul ketika tingkat emosional lebih mendominasi daripada pemikiran logis. Perasaan ini bisa kembali seimbang jika bisa diimbangi dengan pikiran yang tidak memihak. Tempatkan pikiran untuk bisa berpikir mandiri. Kesampingkan perasaan yang berontak ingin dipahami. Paksa hati untuk mau mengerti dan menerima.
Proses melawan diri adalah proses melawan energi negatif yang kadarnya melebihi batas.  Proses membangun cinta untuk diri sendiri, mencintai diri sendiri dengan menumbuhkan sebanyak-banyaknya energi positif. Energi positif bisa terbangun jika pikiran bisa selalu berpikir positif. Energi ini tumbuh jika diri bisa memproteksi dari pengaruh-pengaruh negatif yang datang dari luar. Tidak mudah terpengaruh dan terpancing oleh keadaan, situasi, dan kondisi negatif apa pun.
Proses ini adalah  proses bertumbuh menjadi pribadi yang lebih mengenal diri, mempercayai diri sendiri, meyakini kemampuan dan kekuatan diri. Karena dari proses inilah, diri bisa jadi lebih bijak dalam menilai dan menempatkan sesuatu. Karena pada dasarnya, God gives a trial so that people can learn and can grow better.

Karya : ai siti zenab