Belajar Menjadi Orang Baik

ai siti zenab
Karya ai siti zenab Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Desember 2017
Belajar Menjadi Orang Baik

Jadi orang baik itu harus. Orang baik yang berkualitas. Itu yang saya rasakan setelah menjadi seorang guru. Keadaan dan interaksi dengan mahasiswa membuat saya belajar banyak. Lewat kacamata seorang guru saya bisa melihat karakter dan kualitas kepribadian seseorang. Dari situ saya belajar, jadi orang baik itu merupakan sebuah keharusan. kualitas kebaikan kepribadian seseorang itu harus dipupuk dan dibangun. Setidaknya ada beberapa hal  yang harus dipupuk dan diterapkan dalam membangun kepribadian yang berkualitas.

Pertama, saya harus memiliki hati yang bersih. Yang saya temukan, seseorang yang memiliki hati bersih jauh dari prasangka buruk pada orang lain. kata-kata yang keluar dari mulutnya tentang orang lain jauh dari menyudutkan apalagi menjelek-jelekkan. Ketika  berhadapan dengan orang seperti ini, yang tercipta adalah suasana membangun. Setiap orang dianggap sebagai seorang individu yang unik, bukan sebagai seseorang yang banyak kelemahan dan kekurangan. Sudut pandangnya tentang orang lain selalu mengarah pada hal positif, yang dilihat pertama dari orang lain  adalah sisi kebaikan orang tersebut, bukan kelemahan dan kekurangannya.  Dengan hati bersih yang dimilikinya, dia akan mudah memberi kepercayaan pada orang lain. Dia berpikir, tiap orang layak untuk diberi kepercayaan. 

Kedua, saya harus mèmiliki hati yang lembut dan peka pada keadaan seķitar. Hati yang lembut dan peka akan membuat seseorang menjadi penyayang, tidak mudah marah, berjiwa sosial yang tinggi, dan  akan mudah untuk memberi.  Memiliki hati yang lembut, akan membuat seseorang lebih banyak menahan diri ketika amarah menguasainya.  Dia akan lebih banyak berusaha untuk memahami daripada menuntut orang lain untuk memahaminya. Sikapnya tenang, segala sesuatu dilakukan dengan komunikasi yang baik, fokus, dan terarah. 

Ketiga, memiliki keluasan hati dan pikiran. Hati dan pikiran yang luas akan membuat seseorang berpikir berulang-ulang untuk tidakan yang akan ia lakukan.  Dia belajar sabar untuk sesuatu yang tidak berpihak padanya.  Dia belajar ikhlas untuk sesuatu yang tidak berhasil didapatkannya.  Dia akan berusaha bertenggang rasa dan berlapang dada untuk sesuatu yang mengecewakannya. Dengan keluasan hati dan pikiran, apa yang dipikirkannya beberapa langkah lebih maju daripada orang-orang di sekitarnya.  Selain itu, orang yang memiliki keluasan hati akan mudah memaafkan,  berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhkan diri dari rasa dendam dan marah yang berlebihan. 

Membangun pribadi yang berkualitas baik, bukan hal mudah, tetapi bukan hal yang sulit untuk dicoba dan diterapkan. Ketika sedang berusaha membangun kualitas ini, hal yang harus dipersiapkan adalah pondasi sabar yang kuat untuk tidak mudah menyerah dan putus asa. Hidup tidak selalu sesuai rencana... tapi pemahaman dan pengembangan diri bisa direncanakan, dilakukan dengan sadar, dan tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

  • view 162