Canserian2 #Putri Drupadi

ai siti zenab
Karya ai siti zenab Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 12 Oktober 2017
Canserian2 #Putri Drupadi

        Mentari dan  Pratiwi.  Itu panggilanmu untuknya dan panggilannya untukmu. Irena Puspa Pratiwi, kamu bilang dia memilih memanggilmu dengan nama belakangmu "Pratiwi" daripada dengan nama depan "Iren" seperti layaknya teman-teman lain memanggilmu, termasuk aku.  Sementara, dia lebih memilih dipanggil dengan sebutan Mentari olehmu daripada dengan sebutan nama aslinya. Entahlah, mengapa dia ingin dipanggil begitu olehmu. Kamu tidak pernah menceritakannya padaku. Suatu saat kalau kita bertemu, aku akan menanyakannya padamu.  Dari ceritamu, yang bisa kusimpulkan hanyalah... bagimu, dia adalah Mentarimu... datang dengan sinar yang menyilaukan. Matamu tertutup saking silaunya. Badanmu menghangat dari sinar yang dibawanya. Kamu terpedaya dengan seluruh pesona yang dikenalkannya padamu. Mentarimu  mampu menghangatkan bagian dingin dirimu yang kamu sendiri tidak menyadarinya. 
             Ah, andai saja aku bisa mengenal dekat sosok Mentarimu, mungkin aku bisa sedikit menilai dia dan kepribadiannya. Aku mengenalnya hanya dari cerita-ceritamu saja. Kamu tahu Iren mengapa aku tertarik dengan cerita Mentarimu ini? Mentarimu mengingatkankanku pada sosok diaku. Mereka memiliki kemiripan dalam tindakan dan pola pikir. 
            Mentari dan Pratiwi. Saat mendengar sebutan khusus ini, aku jadi berpikir apakah dia punya sebutan khusus untukku? Aku punya sebutan khusus untuknya, kalau dia sepertinya tidak untukku. Untuk hal-hal pribadi seperti ini, aku tidak berharap banyak padanya. Kamu dan Mentarimu sudah terlibat secara emosional. Kalian menikmati panggilan yang  kalian punya. Panggilan itu hanya milik kalian. Seumur hidup aku mengenalmu sebagai seorang teman, tidak pernah sekali pun aku memanggilmu dengan "Pratiwi". Panggilan itu mungkin hanya untuk Mentarimu.  Berbeda dengan aku dan diaku. Yang terlibat secara emosional mungkin hanya aku saja. Aku menyerah untuk hal yang satu ini. 
             Irena Puspa Pratiwi,  Mentari dan pratiwi. Sebutan yang teramat manis dan intim. Kamu mengidentikkan dirimu sebagai Putri Drupadi untuknya. Putri Drupadi yang berhasil  diambilnya lewat sayembara memanah. Diamu adalah arjunamu, Permadi Cipta Krama. Kamu bilang, Permadi itu Arjuna untuk Drupadi. panah yang dia tancapkan, tepat mengenai jantung sampai kamu lupa cara untuk bernafas. 
       "Dia itu Arjunaku, Lin." Ah aku tidak paham sebenarnya dengan cerita pewayangan seperti ini. Arjuna, nama ini sering kudengar, tapi aku tidak tahu cerita sebenarnya dari tokoh pewayangan ini.  Yang tergambar dalam benakku ketika mendengar kata Arjuna, hanyalah pria rupawan dengan paras menawan,. Sosok yang digandrungi perempuan dan bertindak seperti layaknya ksatria dalam film-film kolosal. Ada pun jiwa dan karakter sebenarnya Arjuna seperti apa, aku tidak tahu. Aku bukan penggemar televisi, di saat cerita pewayangan yang disiarkan di salah satu stasiun televisi swasta booming, aku sama sekali tidak bergeming untuk ikut menonton seperti yang lain. Cerita Arjuna dan Drupadi kubaca sekilas dari  sebuah jurnal feminis. Yang tergambar dari artikel tersebut, Drupadi adalah seorang perempuan pada masanya yang  memiliki kekuatan tapi tidak berdaya dengan dominasi laki-laki di sekitarnya. Dimulai dari tindakan ayahnya yang menjadikan dia sebagai objek sayembara memanah sampai keharusan dia menjalani peran sebagai perempuan yang berpoliandri. 
               Kamu bilang Drupadi sangat mencintai Arjuna seperti halnya kamu mencintai Mentarimu. Kamu bilang, kamu adalah Drupadi dengan cinta yang kamu miliki untuk Mentarimu dan Wisnu, suamimu.  Drupadi yang tidak berdaya menghadapi pesona Arjuna hingga rela malakukan apa pun, termasuk membagi cinta. Kamu, Irena Puspa Pratiwi, mungkin saja seorang Drupadi moderen dengan cara yang berbeda.  
       Ren, jika boleh jujur, aku tidak paham dengan konsep cinta seperti ini, sebenarnya.

  • view 49