surat kecil untukmu 3

ai siti zenab
Karya ai siti zenab Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 Maret 2017
surat kecil untukmu 3

Remuk redam yang kau tulis, itulah yang kurasakan di sini. Dirimu pergi tanpa kata hanya menyisakan  pertanyaan tak terjawab dalam benakku. Jangankan pamit, permintaan maaf walau sekedar basa-basi pun ternyata tidak. 

Mohon maaf kalau aku terlalu lugas atau mungkin lancang. Sikap itu muncul karena aku benar-benar tidak bisa memahamimu. Aku ingin memahamimu, bukan untuk keuntunganku, tapi supaya aku bisa menempatkn diri di tempat yang terbaik untuk kita berdua. Aku berusaha tidak merugikan siapa pun, baik aku atau dirimu. Mungkin caraku tidak sesuai denganmu, tapi bagaimana aku bisa tahu apa keinginanmu jika kamu tidak pernah mengatakannya padaku. Aku bukan peramal yang bisa menebak hati orang.

Jujur sampai sekarang pun aku masih bingung. Apa sebenarnya yang kamu pikirkan tentang aku. Kamu pernah bilang kalau kamu tidak sejelek yang aku pikir. Saat ini, itulah yang kurasakan, 'sejelek itukah aku dalam benakmu sampai menghadapiku dengan seriuspun tidak pantas kudapatkan darimu?'

Selama menghadapimu, aku berusaha keras untuk selalu jujur dan lurus. Dengan harapan dirimu akan bertindak sama sepertiku. Jujur meski menyakitiku tidak jadi masalah daripada berbasa basi hanya untuk ramah tamah atau sekedar menggodaku saja. Lurus caraku menghadapimu untuk menunjukkan kalau aku tidak pernah main-main padamu. 

Aku tidak tahu, pancinganku padamu sampai atau tidak. Pancinganku ternyata tetap saja membuatku terluka. Aku terluka dengan apa yang kupercayai selama ini. Yang kupercayai kamu adalah sosok yang bisa dipercayai, kamu tidak akan mampu menyakiti orang, apalagi orang yang sayang padamu. Kamu adalah sosok bertanggung jawab dan peka pada keadaan orang lain. Mudah trenyuh hingga tak mungkin mempermainkan hati orang lain. 

Mas, aku sakit. Meskipun kau tidak berniat menyakitiku. Aku jatuh, meskipun kau tidak berniat menjatuhkanku, dan aku patah meskipun kau tidak berniat mematahkanku. 

Yang aku tunggu selama ini sepatah dua patah konfirmasi darimu untuk melegakan hatiku. Jika kamu tidak bisa berbicara panjang lebar, jawaban ya atau tidak saja sudah cukup bagiku. 

Mungkin kamu punya cara sendiri ketika menghadapiku, tapi sungguh aku tidak memahaminya. Itu sudah kukatakan berulang kali. 

Kamu brengsek dan jahat. Kata orang kamu tidak menghargaiku. Itulah yang membuatku ngotot. Aku akan menghadapimu semampuku. 

Dirimu ingin aku berhenti? katakan saja, aku pasti akan berhenti. Bagiku itu cukup. 

Mas, tahu tidak bekalku selama ini apa? Aku percaya kamu orang baik, soleh, dan bisa aku percaya. Aku marah bukan karena drimu pergi, itu hak dan hidupmu. Aku percaya, keputusan itu keputusan terbaik menurutmu. Aku marah dan kecewa karena pertanyaan dan pernyataan aku yang sudah begitu lugas selalu dijawab tidak jelas, muter-muter, dan ambigu. Pertanyaan dan pernyataan aku seola-olah lelucon lucu yang hanya pantas dijadikan bahan godaan, dan Mas menikmatinya. Pura-pura tidak mengerti padahal Mas sangat paham.

Mohon maaf, mungkin aku kurang sensitif memaknai tanda dan ucapan darimu.

Tapi, sudahlah. Ini pelajaran yang sangat berharga buatku.

Selamat ya.. mudah-mudahan sukses dan keberkahan selalu menyertai di mana pun kamu berada. 

 

  • view 311