surat kecil untukmu

ai siti zenab
Karya ai siti zenab Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 Juli 2016
surat kecil untukmu

Insomnia  adalah penyakit baru yang ku idap semenjak mengenalmu. Entah karena jengkel atas sikapmu yang menyebalkan, entah karena bnyaknya pertanyaan yang ingin kuajukan padamu-tapi dirimu tetap diam, atau entah karena begitu inginnya aku bertemu denganmu, kangenku mungkin setengah hidup padamu. Aku juga tidak tahu.

Pernah malam-malam aku menelponmu bertubi tubi, tidak satu kali pun kamu mengangkatnya. Malam itu,  sampai pagi, bayangmu tidak lepas dari pikiranku, rasa lelah dan ngantukku pun hilang entah kemana. Kerjaanku hanya mengecek hp, semoga dirimu membalas pesanku. 

Pernah suatu ketika aku terkesan ngotot, bawel, dan sedikit memaksa untuk bertemu denganmu.  Kata kangen hanyalah alasan klise yang bukan menjadi alasan paling utama. Aku ingin bertemu langsung denganmu, mendengar banyak hal yang menjadi penyebab kenapa aku begitu penasaran padamu. Bukan untuk kepo atau memasuki  terlalu dalam urusan pribadimu dan privasimu, aku hanya ingin mendengar hal hal yang hanya berkaitan dengan urusan kita.  Aku ingin mendengar langsung saat kamu berbicara, bukan membacanya hanya dari message.  Message hanya membuatku menebak dan mengira. Message hanya membuatku dipenuhi prasangka yang tidak berkesudahan. Seperti yang dirimu bilang, ini urusan "aku" dan "kamu" tidak ada hubungannya dengan orang lain, jadi aku tidak akan bertanya atau pun melibatkan orang lain dalam urusan kita, bukan aku tidak membutuhkannya tapi yang kubutuhkan lebih dari itu. Yang kubutuhkan adalah bertemu denganmu, berbicara  seperti halnya dua orang dewasa yang tahu bagaimana harus mengambil sikap. 

Mohon maaf, mungkin aku terlalu ngotot memperjuangkan perasaanku padamu.  caramu dalam menghadapiku yang membuatku keras kepala untuk terus menghadapimu semampuku. ini bukan permainan, aku kira dirimu juga sependapat denganku. 

Selama ini, yang kupahami sejak menganalmu hanyalah ketidakpahamanku atas sikapmu. Message panjang yang hanya bisa kubaca lewat pesan singkat hanyalah membuatku kebingungan. Aku tidak tahu apakah itu serius, bercanda, sopan, halus, tegas, menyindir, basa basi, ramah tamah, atau pun godaan semata-aku tidak bisa memahaminya. kelemahanku adalah, selama ini aku menganggapmu selalu serius. Semua sikap dan perkataanmu masuk dan menetap di hatiku.

Betul memang apa yang dirimu katakan, jika aku tidak menyukai sikapmu, tidak selayaknya aku terus menghubungimu. Aku hentikan semua keingintahuanku padamu. Aku hentikan perjuanganku padamu. Andai dirimu tahu, aku sangat menginginkannya. Aku ingin berhenti memperjuankan hal yang tidak berpihak padaku. Aku sudah teramat cape memikirkanmu. Aku sudah sangat lelah dengan kondisi seperti ini. Aku juga ingin berhenti, sangat ingin berhenti. Inginku mungkin lebih besar dari yang dirimu harapkan. Tapi,  andai saja dirimu tahu, rasa keperempuananku mungkin terlalu besar mempercayaimu hingga walaupun sangat ingin berhenti, aku terus mencobanya. aku percaya padamu, meskipun aku tidak tahu bisa diletakkan dimana kepercayaanku padamu. 

Mudah-mudahan dirimu tidak menganggapku sebagai gadis bodoh seperti halnya orang lain. Aku tahu kecerdasanmu bisa memahami semua sikap "bodohku" ini. 

 

 

  • view 315