Perihal Memaafkan

ai siti zenab
Karya ai siti zenab Kategori Renungan
dipublikasikan 04 Juli 2016
Perihal Memaafkan

Memaafkan adalah memberi ampun atas kesalahan yang dilakukan orang lain terhadap kita. Kesalahan itu bukan semata-mata  harus dilupakan, tetapi harus dimaafkan. Dengan begitu, kamu akan tumbuh menjadi pribadi berjiwa lembut dan penyayang.

Melupakan adalah langkah instan untuk mencoba sembuh dari luka hati. Bukan tidak boleh dilupkan,  justru harus dilakukan. Jika kita dilukai orang lain, harus segera lupakan lukanya, tapi maafkan orangnya. Melupakan orang yang telah melukai akan tetap membuatmu terluka sepanjang kamu belum memaafkan kesalahannya.

Memaafkan adalah proses menempa diri dalam membangun jiwa. Jiwa yang damai akan tercipta  dari hati yang penuh maaf. Kelapangan hati untuk memberi maaf terhadap orang lain akan membuatmu menjadi pribadi yang selalu berpikir positif jauh dari berburuk sangka. Selain itu, kamu juga akan tumbuh  menjadi pribadi yang ikhlas dan rendah hati.

Memberi maaf tidak akan membuatmu menjadi pribadi yang berjiwa dangkal dengan terus menerus memelihara dendam dan sakit hati. Kamu belajar mengelola amarah yang mungkin saja menguasaimu. Kamu belajar untuk bertahan pada kebaikan bukan pada rasa sakit yang kamu rasakan. Dengan memberi maaf, kamu berhasil menjadi pemenang atas ego dan amarah yang kamu miliki.

Memberi maaf menjauhkan hati dari kebencian yang berkepanjangan. Hati yang penuh benci akan mudah terasa sumpek dan sesak. Jangan kerdilkan dirimu dengan dendam dan sakit hati yang akan bermuara pada kebencian. Kamu layak untuk berbahagia, maka berlapangdadalah dengan ikhlas memaafkan. 

Memberi maaf sesungguhnya mencerminkan kedewasaan dalam bersikap. Dengan memberi maaf, kamu berhasil memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Tidak hanya dari sudut pandangmu semata yang merasa tersakiti, tetapi kamu berhasil melihat hal yang orang lain belum tentu mampu untuk melihatnya. 

Memberi maaf akan membuatmu berpikir betapa pentingnya permintaan maaf terhadap orang lain. Ketika melakukan kesalahan, kamu tidak akan berat untuk  meminta maaf. Kata maaf yang diucapkan tulus secara langsung adalah kata ajaib yang bisa meluluhkan hati yang keras.  Mudah untuk memaafkan dan meminta maaf adalah gerbang untuk menjaga silaturahim tetap terjalin. 

Memberi maaf, kadangkala memang sulit dilakukan apabila luka yang dirasa begitu dalam. Rasa sakit sesungguhnya cara Tuhan untuk membuatmu lebih kuat. Cara yang akan membuatmu belajar untuk tidak berbuat sama pada orang lain. Melalui rasa sakit kamu kan mengerti bahwa perasaan orang lain sama berharganya dengan perasaan yang kamu punya  hingga harus pula dijaga.  Adanya proses maaf-memaafkan adalah bagian dari sama-sama menjaga hati dan perasaan, baik hati dan perasaan sendiri maupun orang lain.

Yang terpenting dari proses memaafkan adalah kamu sudah membuka pintu ampunan Tuhan atas kesalahan yang telah dilakukan orang lain terhadapmu. Karena sesungguhnya, cinta dan ampunan Tuhan adalah muara dari segala cinta dan ampunan yang kamu perlukan. 

 

  • view 577