Sendiri

Aisyah Putri
Karya Aisyah Putri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Juli 2016
Sendiri

Kesendirian membuatku lebih mengerti tentang diri sendiri.

Berbincang dengan hati.

Sejauh mana aku telah berlari.

Atau selama ini aku telah terhenti.

Dalam jalan yg seharusnya terus dilalui.

Sebelum datang mati.

Tentang jalan mana yang selama ini ku lewati. 

Mendekat atau malah menjauhi Illahii.

Ada perih disamping menyendiri.

Jika dalam waktu yang tidak singkat tetap seperti ini. 

Tentu akan sangat menguji.

Semoga semua masih ada dalam kendali.

Tidak lantas terputus dari ikatan tali.

Yang mengikat antara ku dan Rabbii. 

Dan ini alur yang harus dijalani.

Karena ini yang Tuhan inginkan untuk diri.

Wahai jiwa, pasti akan ada yg menemani.

menyeka air mata yang jatuh menuju bumi. 

Pelipur duka lara yang tak seharusnya terus diratapi.

Hadirnya membuat hati berseri.

Tak akan ku biarkan pergi. 

Karena sungguh aku akan sangat mencintai. 

Ku persembahkan bakti.

Untukmu pendamping hati.

Yang dituju bukan gelimang materi.

Walau ku tahu kau akan menyanggupi. 

Aku hanya ingin yang abadi.

Cukup dicintai dengan sepenuh hati.

Menerima ketidak sempurnaan ragawi.

Membimbing rohani jika menemukan ketersesatan saat gelap menyelimuti.

Sudahlah, jangan memperumit tentang alur yg akan datang nanti. 

Dan apa yang terlanjur terlampaui.

Tak akan pernah bisa kembali.

Menghayal bisa  mengulang untuk memperbaiki.

Hanya akan mengiris hati.

Ntah lah apa aku akan kembali atau semakin menjauh pergi. 

Ntah lah apa aku bisa mendekap mu lagi atau malah hilang bagai ditelan bumi. 

Apa yang akan terjadi.

Tidak akan ada yang mengetahui

Tugas kita hanya menjalani. 

Apa yang telah dikehendaki.

Terus memperbaiki diri. 

Semoga Allah segan mengampuni. 

Juga dapat meridhoi.

  • view 155