Dengarkanlah aku

Aisyah Asfara
Karya Aisyah Asfara Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 04 Januari 2017
Dengarkanlah aku

Aku ingin berjumpa denganmu gip, aku ingin ceritakan semua keluh kesahku, aku ingin kamu ada untuk mendengarkanku gip. Apa masih mungkin? Aku tidak tau harus menceritakan semua kegundahan ini pada manusia yang mana. Aku sudah meluapkannya dalam setiap waktu sujudku. Aku belum mengerti mana yang harusku tuju gip, seperti biasa aku ingin dapatkan solusi darimu sebagaimana perspektifmu terhadap persoalan yang saat ini aku alami.

Gip, apa aku salah jalan? Apa aku salah pilih? Apa aku begitu menaruh harapan pada manusia? Aku tidak tahu saat ini posisi perasaanku mengapa begitu rumit rasanya. Betapa aku butuh seseorang yang mampu mendengarkanku dan memberikan solusi untukku.

Aku ingin kamu gip yang mendengarkanku, aku ingin kamu bisa kembali seperti dulu kita selalu bercerita apapun, kamu yang tiba-tiba ada untuk aku, kamu yang selalu menjaga perasaanku, kamu yang selalu baik, kamu teman terbaikku. Aku merindukan masa-masa itu gip.

Namun rasanya, sudah tidak mungkin kita kembali lagi seperti dulu, aku ingin menghargai jalan hidupmu bersama pendampingmu saat ini. Aku selalu mendo’akan kebahagiaan untukmu.

Aku ingin berjumpa denganmu gip, aku ingin ceritakan semua keluh kesahku, aku ingin kamu ada untuk mendengarkanku gip. Apa masih mungkin? Aku tidak tau harus menceritakan semua kegundahan ini pada manusia yang mana. Aku sudah meluapkannya dalam setiap waktu sujudku. Aku belum mengerti mana yang harusku tuju gip, seperti biasa aku ingin dapatkan solusi darimu sebagaimana perspektifmu terhadap persoalan yang saat ini aku alami.

Gip, apa aku salah jalan? Apa aku salah pilih? Apa aku begitu menaruh harapan pada manusia? Aku tidak tahu saat ini posisi perasaanku mengapa begitu rumit rasanya. Betapa aku butuh seseorang yang mampu mendengarkanku dan memberikan solusi untukku.

Aku ingin kamu gip yang mendengarkanku, aku ingin kamu bisa kembali seperti dulu kita selalu bercerita apapun, kamu yang tiba-tiba ada untuk aku, kamu yang selalu menjaga perasaanku, kamu yang selalu baik, kamu teman terbaikku. Aku merindukan masa-masa itu gip.

Namun rasanya, sudah tidak mungkin kita kembali lagi seperti dulu, aku ingin menghargai jalan hidupmu bersama pendampingmu saat ini. Aku selalu mendo’akan kebahagiaan untukmu.

  • view 96