“Menulis itu Salah Satu Cara untuk Relaksasi”

Aisyah Asfara
Karya Aisyah Asfara Kategori Inspiratif
dipublikasikan 16 September 2016
“Menulis itu Salah Satu Cara untuk Relaksasi”

WRITING FOR RELAXATION PART 1 – St. Aisyah

“Menulis itu Salah Satu Cara untuk Relaksasi”

Mungkin ini bisa dibilang kali pertama aku bisa menulis serius lagi setelah 6 bulan sebelumnya agak takut menulis, Semoga kali ini sudah tidak terbilang takut lagi.

Malam ini begitu melelahkan dengan seharian bekerja, entah apa yang bisa dilakukan sambil menunggu ngantuk, rasanya bosan saja cuma, nonton film, main handphone, atau baca novel. Padalah bahasa-bahasa tubuh ingin sekali menulis meluapkan semua yang dialami setiap harinya. Selain meluapkan itu sama yang Maha Pencipta, rasanya tetap gregetan mau menulis. Memang kelihatannya suka nulis kali ya.

Tapi menulis itu memang salah satu langkah jitu buat kita bisa menyampaikan perasaan, mengontrol emosi, bercerita, dan paling penting untuk relaksasi. Relaksasi merupakan teknik yang dapat digunakan semua orang untuk menciptakan perasaan tenang dalam batin dan diri seseorang untuk membentuk pribadi yang baik, dan relaksasi merupakan bentuk terapi perilaku untuk mengendurkan tegangan jasmani dan kejiawaan. Secara umum relaksasi dilakukan secara fisik seperti mengatur aktivitas pernafasan atau bersiafat gerakan otot, namun relaksasi dapat dilakukan dengan cara menulis, hubungan antara teknik relaksasi dan menulis dapat dilakukan karena relaksasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan kesadaran indera.

Secara teori, teknik ini menggunakan pertanyaan untuk dijawab oleh individu untuk tidak dijawab secara lisan, teknik ini dapat dikaitkaan dengan kegiatan menulis yang membutuhkan pikiran dan ide yang ada didalam otak masing-masing individu. Berdasarkan pengalaman pribadi teknik relaksasi melalui menulis dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Berburu Pertanyaan

Pertanyaan yang dicari bukan suatu pertanyaaan yang berkaitan dengan emosi atau perasaan yang sedang dirasakan, tetapi sebuah pertanyaan yang berbeda dari permasalahan atau emosi individu, seperti pertanyaan yang tertera di dalam buku terbentang luas (alam), menganalisa sebuah berita atau pertanyaan yang didapat dari hasil suatu diskusi. Pertanyaan yang muncul segera dipilah untuk segara dicari jawabanya, pilihlah pertanyaan yang memiliki sebuah jawaban yang dapat membantu dalam pembangunan jiwa

2. Memutuskan Jawaban

Jawaban dari pertanyaan yang muncul hendaknya berasal dari suatu analisa, analisa dilakukan setelah mencari referensi yang mendukung dan menentang suatu jawaban dari pertanyaan yang dibuat. Mencari referensi dengan membaca sebuah buku atau tulisan yang diposting di internet, sehingga terbentuk sebuah jawaban yang dapat dipertahankan dan diyakini akan kebenaranya di dalam hati. 

3. Mengikuti Emosi

Aktualisasi emosi positif dalam membuat tulisan, menulis dengan penuh perasaan positif terhadap analisa dari pertanyaaan dan jawaban yang telah ada. Emosi positif adalah akar dari pikiraan positif yang akan membuat sebuah perasaan senang dan membangkitkan perasaan cinta dan kasih sayang terhadap sesama, sehingga dapat membuang perasaan sedih, takut serta cemas dan dapat membangkitkan perasaan tenang dalam batin. 

4. Segera Berdoa

Sebuah doa merupakan sebuah wujud syukur kita terhadap Tuhan yang telah memberikan kekuatan kepada akal untuk terus berpikir dan karena berhasil memanfaatkan akal untuk kegiatan positif seperti menulis, selain itu doa dapat mengingatkan akan kelemahan kita sebagai manusia yang terus dihinggapi perasaan yang kadangkala negatif.

Hal ini mungkin bisa merelaksasikan dirimu melalui sebuah kegiatan menulis, sehingga dapat mengurangi keresahan, kecemasan, dan ketakutan. Menulis juga dapat mengatur emosi agar tetap stabil. Walau tidak punya keahlian untuk menulis dengan sistematis, atau merasa tidak terampil, menulislah sambil bercerita. Itu akan sama halnya jika kamu sedang bercerita tetang persoalanmu kepada seorang teman. Namun bedanya, dengan menulis kamu bercerita sendiri dan tidak ada respon, namun kamu bisa merasakan kepuasan relaksasinya. Welcome to “Writing for Relaxation”, i hope will be consistent to write J

 

  • view 370