Pendakian

Aisah Sulaiman
Karya Aisah Sulaiman Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 25 Januari 2018
Pendakian

Adonara adalah sebuah kepulauan surga yang terampung dengan hijau aroma bunga yang sejuk.mata langit yang cemburu dengan suasana indah pulau adonara .Awan kadang kalah tak bisa menahan rindu lalu menepih di bibir setiap puncak gunung-gunung,tapi awan lebih memilih berlabu di puncak bibir manis yang tertinggi di adonara,yang diberi nama para leluhur ialah puncak ile boleng.Sebuah gunung yang bervenomena bunga-bunga,pepohonan dan iringan tarian kupu-kupu yang indah mengibaskan sayap-sayap takdirnya. Mendaki gunung adalah kegiatan yang positif dan bermanfaat. Dunia pendakian saat ini mulai ramai digemari kalangan muda diberbagai daerah, tidak terkecuali di Adonara yang punya satu-satunya gunung dikenal sebagai ile Boleng atau gunung Boleng. Dan para pendakian adalah anak-anak muda dari berbagai daerah di pulau Adonara.  

Rahman                     : apakah teman-teman ada yang tau kapan pendakian gunung ile boleng?

   Ama laga               : (awalnya Ama laga membuka situs media sosial atau facebook di situlah    berita  pendakian gunung di bicarakan.)  setelah kasih kabar di Rahman. 

                                    Dari titik start Di Desa Muda, pendakian akan dikoordinir oleh Ramhan,     rahman adalah salah satu pemuda dari desa setempat.

Peserta pendakian      : jam berapa kita mulai berangkat pendakian di ile boleng ka? Seru maya

                                      (salah satu peserta pendakian).

Kepala Desa    : (akan menjelaskan kepada peserta pendakian tentang tata tertib                         pendakian tersebut.)

Balai Desa tempat kami berkumpul malam itu mendadak ramai. Ketika saya tiba, sebagian peserta telah bersiap-siap di sana dengan perlengkapan masing-masing. Mereka datang dengan kendaraan roda dua dan sebagiannya dengan roda empat. Pendakian rencananya akan dimulai tepat jam 22.00, berlangsung malam hari. Kami memang telah diminta untuk datang sebelum jam tersebut.

Peserta pendakian       : (salah satu peserta merasa aneh setiba di pos pertama.)

Ali muhammad kadir ( diberi kesempatan untuk menyampaikan gambaran secara kronologis tentang kegiatan pendakian ini. Menurut penyampaiannya, pendakian akan berlangsung selama lima jam. Perinciannya, dari balai desa ke pos pertama hingga kedua berlangsung)

Rahman                : ( ketua pendakian gunung), disampaikan bahwa peserta tidak boleh membawa air dari puncak.

 

Rahman              : (setelah sampai di pos pertama dia mencek semua anggota pendakian yang ia koordinir satu-persatu sesuai apssen.).  Sesampainya di pos pertama peserta pendakian gunung ile Boleng harus  mematuhi aba-aba dari ketua atau koordini untuk mematuhi peraturan,dan pada saat sampe di pos pertama peserta wajib untuk menyiram atau menabur garam pada tempat kesekeliling yg terdapat di pos pertama.

 

Peserta pendakian     : memang seru dalam pendakian gunung banyak tantangan yang kita  pelajari bersama yah kawan-kawan.

Rahman                    : iya kawan seru rahman! Di situlah kerja sama kita terlihat kawan-kawan,  ayo kita lanjutkan perjalanan kita.

Peserta pendakian    : ayo kawan-kawan. (seru rame-rame dari tempat duduk untuk melanjutkan perjalanan tersebut).

  Sejak pos kedua, tanaman kelapa tak lagi dijumpai. Begitu pula, jalan semen hanya berhenti beberapa jauh sebelum pos pertama, dilanjutkan dengan jalan setapak dengan semak-semak di tepianny..

Peserta pendakian     : menanyakan kepada ketua koordinir, (apakah kita masih jauh untuk  mencapai tempat tujuan yang kita maksud itu?).

Rahman                     : (ya, masih jauh dan kita akan melewati perjalanan yang begitu strategis  dan bebatuan).

Peserta pendakian     : jam berapa kita sampe ke pos tiga ka Rahman?

Rahman                    : (sekitar jam 12.00, kita akan sampe di sana dan sedikit lagi kita akan sampe kawan-kawan. ).

Peserta pendakian    :  (Kami  tiba di pos ketiga tepat setelah dua jam perjalanan dari titik start, jauh lebih cepat dari yang diperkirakan. Perhentian di sana kami lakukan selama dua jam. Ini peristirahatan yang terlama dibandingkan dengan di pos lainnya.)

Pos ketiga adalah sebuah bangunan lumbung. Lokasinya ada di lebih dari pertengahan jarak pada perjalanan menanjak ini. Kami heran karena petani setempat bisa mendaki begitu tinggi dengan membawa bahan bangunan berupa kayu dan seng untuk membangun pondok.

Rahman                 : ayo kawan-kawan kita akan melanjutkan perjalanan kita menuju ke tempat yang kita inginkan di mana semua pulau adonara kita menyaksikan dengan mata kita sendiri.

Peserta pendakian  : (siap ka! setelah itu mulai perjalanan menuju ke atas awan yang diimpikan walaupaun banyak rintangan. )

Tapal kuda sendiri lokasinya hampir ke dekat puncak. Letaknya sudah persis ditepi kawah, tetapi puncak sendiri masih terletak lebih tinggi lagi. Kawah memang bukan merupakan area tertinggi dari gunung ini. Di kanan kami, jika membelakangi kawah utama, tampak samar-samar pemandangan menyajikan dataran seputar Witihama.

Rahman                  : (kawan-kawan sedikit lagi kita akan sampai di tempat yang kita impikan  yaitu di atas awan di atas gunung ile boleng.)

Peserta pendakian   : (Hanya  desa Lite yang terbuka pemandangannya. Desa yang tampak paling besar di bawah sana adalah Witihama, sedangkan kampung terdekat adalah Wato Lolon. Di ujung barat, pulau Flores pun tampak anggun dengan Ile Mandirinya. Mereka mengatakan jika ada agenda pendakian Ile Mandiri, mereka siap menjadi tuan rumah. Demikianlah kisah perjalanan kami menuju di atas awan (Pendakian Ile Boleng).

 

SELESAI

  • view 29