Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Project 11 April 2018   21:27 WIB
Siapa Kau

Ini masih jam sembilan pagi, tapi udara yang aku hirup saat ini terasa sangat panas. Sebenarnya aku sedang tidak ingin berlari, tapi aku harus. Aku harus memaksa jantungku berdetak, karena beberapa saat yang lalu jantungku sempat berhenti menjalankan tuganya, dan rasanya sangat sakit. Aku harus berlari kemana? Entahlah, kemana saja asal jangan berbalik arah. Aku berharap hujan akan turun saat ini juga sehingga mereka tidak akan terlalu sibuk meperhatikanku, tapi sejujurnya aku tidak peduli tentang sekenario apapun yang ada di otak mereka saat ini, sungguh.  Aku hanya ingin, berlari.

"Aku mohon... hujan"

***

Apa yang membuatku suka dengan hujan mungkin adalah sebuah misteri, bahkan untuk diriku sendiri. Seperti bau khusus yang mengisyaratkan akan turunnya hujan, seperti bau aroma terapi yang spesial jika ku hirup. Air yang turun dari langit datang secara bergantian seakan mengajak bermain, bunyi yang ditimbulkan saat air hujan itu berbenturan dengan genangan air di jalan atau di atas atap rumahku, bagiku itu menenangkan, atau saat air huja itu turun secara perlahan di kaca jendela, spion motor, di atas daun dan bunga-bunga, mereka seperti puisi yang memaksa untuk dibacakan. Aku suka saat hujan itu membasahi tubuh seseorang, seperti anak-anak yang sedang bermain bola, atau seseorang yang tengah berlari karena lupa membawa mantel atau payung, aku selalu membayangkan itu terjadi secara slow motion, sehingga aku bisa melihat dengan jelas air yang turun melewati senyum anak-anak itu, genangan air yang menyembur secara tiba-tiba karena ban mobil yang melaju dengan cepat, atau air yang turun secara perlahan melewati mata seseorang yang tengah berjalan sendirian, apakah itu air hujan atau bukan, aku tidak peduli. Aku suka saat air hujan itu menyentuh ubun-ubunku pertama kali, lalu jatuh ke hidung, mengalir ke tangan dan terjun bebas ke tanah. Rasanya, sangat menyejukkan.

Aku ingin berlama-lama di tengah hujan, selama mungkin. Tidak ada yang lebih aku inginkan selain bersama hujan, hanya itu. Sayangnya hari ini hujan turun di sore hari, warna senja jadi berganti kelabu, jika permohonanku akan dikabulkan sekarang, aku ingin melihat warna langit senja dan hujan datang di waktu yang sama. Aku penasaran, akankah seperti memakan dua rasa yang kau suka secara bersamaan. Kali ini aku seperti patung jalanan yang berdiri di antara orang-orang yang berlarian mencari tempat berlindung, "Ini hanya air" bisikku, namun tiba-tiba payung hitam pekat berada persis di atasku. Bagi sebagian orang payung adalah pelindung, tapi bagiku payung itu hanya pemisah antara aku dengan tetes hujan yang sedang ku nikmati. "Pakai ini, kau nanti basah kuyup" katanya, lalu dia pergi dan membiarkan dirinya basah dengan memberikan payung ini yang menurutku dia lebih membutuhkannya.

Kali ini, untuk pertama kalinya aku berdiam diri lebih lama di bawah payung itu. Lebih lama dari yang pernah aku lakukan.

Siapa kau? Tanyaku.

 

 

Karya : Ainun Nafhah