Tak Ada Persahabatan Yang Sempurna

Aini Latifah
Karya Aini Latifah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Juli 2016
Tak Ada Persahabatan Yang Sempurna

Kisah dua orang sahabat yang sangat aneh.  Seaneh nama panggilannya Embil dan Embem. Mungkin panggilan ini memang aneh untuk sebagian orang tapi buat kita berdua kalau salah satu diantara kita memanggil dengan sebutan nama asli deri atau aini kita justru malah akan terdengar lebih aneh. Seperti dua sahabat yang sedang bertengkar hebat.  

"Embil itu mobil, embem itu bunyi suara mobil embem.. embem...embem...gitu kan?" tanya seorang teman. Haha padahal bukan, hanya kita yang tau sejarahnya.  Tulisan ini akan lebih panjang jika bagian ini diceritakan. 

Kita,  dua sahabat yang lahir di tahun dan bulan yang sama hanya berselang satu hari saja. Aku 6 juli dan kamu 8 Juli. Kita, sama sama anak bungsu yang apabila baru aja sampai di tempat makan langsung ditelepon suruh pulang,  Kita dua sahabat yang masing masing memiliki kekurangan yang berbeda yang satu takut kucing yang satu takut kecoa.  (Siapa yaaa?) hahaaa. 

6 tahun jelas bukan waktu yang sebentar. Sama seperti kisah persahabatan yang lainnya.  Kisah persahabatan kita juga tidak sempurna. Persahabatan kita begitu banyak cela. Kadang kita menyenangkan,  kadang kita juga berselisih paham.  Begitulah siklus kehidupan berputar ia tidak pernah menetap pada satu keadaan. 

Marahan?  Jangan ditanya.  Tapi setelahnya kita selalu kembali bermetamorfosis menjadi dua orang sahabat yang baik-baik saja. Kamu yang seorang gamers dan hobbi naik gunung,  sementara aku seorang crafter yang hobbi membaca.  Tapi dari perbedaan ini kita banyak belajar. Persahabatan kita justru dibangun dari banyak perbedaan. Dengan harapan bisa lebih kokoh lebih kuat lebih hebat dan tidak mudah goyah jika suatu hari diterpa badai ujian. 

"Coba jangan main game terus,  nyari hobbi itu yang bermanfaat" kataku saat itu. 

"Siapa bilang ga bermanfaat,  kalau kamu mau tahu bayar ini itu skripsiku itu dari game. Kalau aku suruh kamu berenti buat engga ngecraft, nulis dan baca kamu mau? Kamu bisa? "

"Ya engga lah.  Jelas hobbi aku sama hobbi kamu itu beda"

"Ya kalau di analogilan sama aja lah" sanggahnya tak mau kalah. 

Akhirnya berdebat terus menerus,  tidak bertanya satu sama lain,  hilang komunikasi,  tapi selalu berakhir happy ending. Maaf maafan lagi,  baikan lagi, ketawa tawa lagi,  cerita cerita lagi.  Itulah kita si keras kepala yang tidak pernah betah musuhan lama lama hahaa... 

Tapi dari situlah kita menyadari kalau kita bukan pemaksa yang mengharuskan salah satu dari kita menyukai satu kesukaan yang sama.  Disini kita belajar menjadi pencerita dan pendengar yang baik.

Aku senang mendengar cerita perjalananmu mendaki gunung, lika liku dalam perjalanan mendakinya terbayar tuntas ketika sampai dipuncak melihat keindahan semesta ciptaan-Nya dari dekat. Katamu perjalanan mendaki gunung itu perjalanan mensyukuri nikmat Tuhan.  

Sementara setiap kali aku membeli buku baru aku tidak pernah lupa menceritakannya kembali sama kamu,  buku A bagus loh embil banyak sekali pesan moralnya.  Tapi kamu bilang kamu ga suka baca aku lebih suka nonton film.  Nanti dongengin aja ya.  Aku pun mencoba menjadi pencerita yang baik sekalipun terkadang ada beberapa bagian yang kamu tidak paham. Seperti prosa tingkat tinggi yang butuh penjelasan lebih rinci. 

Kita bertemu, berpisah dan bertemu lagi dengan cara yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Pertemuan pertama kita setelah 5 tahun tak bersua itu mungkin keren jika difilmkan karena skenarionya seperti sudah diatur dengan baik.  Hampir 2 jam muter muter gedung jakarta convention center. Sudah lelah dan hampir menyerah,  tapi Tuhan seperti tidak rela membuat kita kecewa begitu saja. Hingga akhirnya kita dipertemukan juga di pintu utama.

Kamu bilang,  "Nanti kita main ya,  insya allah nanti ketemu lagi"

Setelah hari itu kita jadi sering menghabiskan waktu bersama walau harus menunggu satu bulan buat cerita-cerita karena kamu kerja di luar kota. 

Kapan pulang?  Pertanyaan yang tidak pernah bosan kuajukan.  Padahal kalau kamu pulang pun yang diceritain itu itu aja ga jauh dari masalah kerjaan,  keluarga,  teman,  dan hal hal apa aja yang membuat kita betah berlama lama duduk dalam satu meja bertukar cerita,  melempar tawa.  Kadang sampai membuat kita lupa jam berapa.  Kalau lampu-lampu tempat kita makan belum dimatikan kita belum pulang ya hehe. 

Anehnya tempat-tempat ramai yang kita kunjungi seringkali mendadak sepi kalau ada kita kenapa ya?  

Kamu masih inget engga embil? Kita pernah hampir nyasar karena nyari atm mandiri ke pelosok desa sekitar 2 jam menyusuri berhektar hektar sawah, puluhan kelokan dan ratusan jalan yang berlubang. Tapi seru sih ya. Di tempat makan seluas itu pengunjungnya cuma kita berdua. Haha

Kamu masih inget ga embil? Waktu kita mengasuh 2 keponakan kita.  Aku bawa inu kamu bawa kia.  Lagi lagi kolam renang seluas itu pun seolah milik pribadi. Mungkin karena kita datang pagi-pagi. Dan tiba-tiba hujan deras.  Aku nemenin inu sama kia,  kamu lari lari hampir terpleset bawain tas tas kita yang kehujanan. Akhirnya kita berempat duduk di pendopo memandang hujan .  Menunggu hujan benar-benar reda.

Kamu masih inget juga ga?  Waktu kita makan di restoran X sama waktu itu juga pengunjungnya sisa kita berdua.  Padahal saat itu baru jam 8 tapi lampu lampu pendopo sudah dimatikan hanya tinggal lampu pendopo kita yang belum di matikan.  Pengusiran secara halus haha. Kita pun pergi dari restoran X itu.  Katamu,

 "mau kemana lagi? "

"nyari eskrim yuk?" kamu pun mengangguk setuju. 

Sesampainya di kedai eskrim yang kami tuju seorang pelayannya tampak membalik sebuah papan yang tertera di pintu utama dari "open" menjadi "close".

"Yaaah... Tutup, " ujar kami kecewa. 

"Coba di kedai eskrim sebrangnya?"

Kami berjalan beriringan memilah meja karena sehabis hujan banyak meja yang basah.

"Mas saya mau eskrim goreng spesial ya 1?" si Mas pelayan sibuk mencatat. 

"Kamu mau apa?" tanyaku. 

"Apa ya? Hemm... Es buah aja deh"

"Maaf mas es buahnya habis"

"Kalau Jus?"

"Habis juga mas"

"Yaah... Terus kamu mau apa? " 

"Samain aja deh eskrim goreng spesial"

"Maaf mas eskrim goreng spesialnya juga tinggal 1 porsi lagi" 

Kita pulang sambil tertawa-tawa.

 "Sial banget ya hari ini kita hahaa"

"Kayaknya kamu aja deh aku engga haha, " kenang kita penuh dengan tawa. 

Selang satu bulan berikutnya, kamu mengajakku ke kedai eskrim yang bulan lalu ketika kami mengunjunginya sudah tutup. 

Janji selesai tarawih kamu datang jam setengah 10.

"Jadi ke kedai eskrimnya? "

"Pasti udah tutup. " jawabku sebal. 

Tapi sebesar apapun kesalahan seorang sahabat akan selalu ada ruang untuk memaafkan. Ruang untuk mengajaknya kembali pulang menceritakan banyak hal.

"Ya sudah beli eskrimnya di alfa aja" ajakku.  Lalu kita memilih eskrim dan susu kotak kesukaan kita. 

Bukan tentang eskrimnya,  tapi lebih ke tentang waktu kebersamaannya. Waktu yang ketika aku dan kamu bebas menceritakan apa saja yang kita suka dan masalah masalah yang kita butuh solusi bersama. 

"Kamu jauh jauh pulang dari depok cuma mau dengerin curhatan ga penting aku aja embil?", kamu tertawa. 

Embil mungkin setelah aku merunut semuanya sekarang kamu percaya kan kalau menulis itu adalah cara terbaik merapikan kenangan?

Aku memang pelupa akut.  Sangat akut.  "Embil aku lagi ada di desa Ktp aku hilang", "Embil aku lagi di kantor polisi ngurus surat kehilangan atm aku hilang". Haha mungkin kamu sampai geleng geleng kepala.  Tapi untuk hal hal lucu dan menyenangkan aku adalah pengingat yang baik.  Untuk mengantisipasi kata "lupa" dari memori maka aku menuliskannya kembali.  Jadi, kalau nanti kita udah tua banyak sekali hal-hal lucu yang bisa kita bagi, dan bisa kita ceritakan kembali kalau kita reuni haha. 

Oh iya embil sebelum aku lupa lagi.  Selamat tanggal 08 Juli yang ke 24 kali penasehat terbaiknya seorang crafter labil haha.  Doa-doaku sama kok kaya doa kamu buat aku di tanggal 06 juli kemarin jadi ga perlu aku tulis lagi disini hehe.  

Maaf untuk 07 juli yang urung kita rayakan. Aku hanya bisa mengaminkan apa apa saja yang kamu semogakan. Semoga segala hal yang belum tercapai segera Tuhan realisasikan. Dan yang paling penting semoga Tuhan memanjangkan umurmu dalam ketaatan. Amin...

Aini

Bogor,  07 Juli 2016. Hujan,  di tengah kemacetan. 

 

 

 

 

 

 

 

  • view 389