Kanda, Merdekalah Hati Kita

Aina Masrurin
Karya Aina Masrurin Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Agustus 2017
Kanda, Merdekalah Hati Kita

Kukatakan berulang kali merindukanmu adalah bagian dari keniscayaan perasaan yang mati-matian kuubah menjadi acuh, luka, asing, dan mati. Bagian dari romantisme rasa rindu yang sering kali membuat seluruh tulang ngilu, membuat suhu tubuh yang awalnya biasa-biasa naik temperaturnya, membuat perasaan yang awalnya baik-baik saja tiba-tiba bergemuruh bagaikan maqam hijaz yang syarat dengan kuatnya alunan dan kesedihan. Bagaimana tidak kanda… usahaku mati-matian untuk membunuhnya tak ubahnya berbanding balik sontak tiba-tiba seperti mukjizat Nabi Isa yang dengan sekejab bisa menghidupkan yang mati menjadi hidup.

Lain kali kalau mau datang membawa rindu.. kabarkanlah barang sedikit setidaknya aku harus menjadwalkan diri untuk leyeh-leyeh menikmati romantisme kegalauan untuk sekedar mendengar suara rekamanmu saat dulu kadang-kadang canda riya kita bergelantung dalam kesenduan dua satelit telpon yang beratus-ratus meter jarak meleburkan rindu yang barang kali sesaat menggebu. Atau untuk sekedar berlama-lama memandangi fotomu dan berhujat ribuan kata cinta dan rindu diiringi melodi tangis yang tak terdefinisi.

Liahat kanda….Duh betapa lebaynya aku ini ..berulang kali kau campakkan dan kau tolak masih saja mendambakkan rindu saat masih bersama.

Begini  kanda…. Rindu itu tak semudah kau merancang desain bangunan megah berisi lengkap dengan interiornya, rindu itu tak semudah  menghitung kucuran dana bangunan pemerintah yang alangkah menggiurkanya, rindu juga tak semudah berulang kali kamu bilang pamit mau menikah  tapi alih-alih sering batal terjadi. Sampai detik inipun definisi manapun tak mampu mewakilinya atau bahkan memberi penjelasan betapa nikmat dengan syarat mutlak kesedihan yang bermelodi.

Sayub-sayub tulisan ini tercurah diiringi lagu ndx khas jogja

Sayang…. Opo kowe krungu jerite atiku  mengharap engkau kemabli

Sayang… nganti memutih rambutku ra bakal luntur tresnoku

Lengkap sudah pikirku ber-onani ria dengan segenap kecamuk rindu yang dikirm angin timur. Harapku aku selalu bisa stabil meski kadang labil. Menjadi orang kuat, tak semudah bayanganku menepati janji untuk saling tidak bertemu. Dan Maafkan aku!

                                                                        Kotagede, 1 Agustus 2017

  • view 147