Umi, Bisakah kau ceritakan bagaimana caranya kau menemukan Abi ?

Aiinizza Anggriani
Karya Aiinizza Anggriani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 30 Oktober 2016
Umi, Bisakah kau ceritakan bagaimana caranya kau menemukan Abi ?

Umi...

Pagi tiga hari yang lalu aku melihat Abi membuatkan teh hangat untukmu. Kata Abi hari itu kondisi kesehatanmu tidak terlalu baik seperti kemarin. Abi membuatkan teh untukmu dengan takaran gula yang pas,air panas secukupnya dan tambahan sedikit air dingin dan semua takarannya sesuai dengan seleramu. Aku sempat memberi tahu Abi kalau air hangat yang ia tuangkan dicangkirmu terlalu banyak tapi lagi-lagi kata Abi; "Seperti ini kesukaan Umi. Ayah tahu". 

Saya hanya tersenyum mendengar jawaban Abi, ia seperti sudah sangat bersahabat dengan Umi. Oh,bukan sangat tapi sudah sejiwa. Kata Abi kalian sudah bersahabat selama 30 tahun. Tinggal dirumah yang sama,dikamar yang sama, makan dimeja makan yang sama,melakukan hal apa-apa saja secara bersama dan setiap harinya saling menatap wajah yang sama ditigapuluh tahun ini. Tapi apa Abi tidak bosan memandang wajah yang sama untuk setiap harinya Umi ? Apa Abi tidak pernah mengeluh soal kata jenuh saat harus memilih sisa usianya untuk dihabiskan bersama Umi ?

 

Umi...

Setelah tigahari kemarin, sehari setelahnya aku melihat Umi dan Abi saling memperdebatkan sesuatu. Umi dengan prinsip Umi yang kuat dan dengan emosi yang sejadi-jadinya. Umi berbicara apa saja dengan nada suara yang tinggi,dengan beberapa perkataan yang tak enak didengar yang banyak menyalahkan Abi. Hari itu juga Abi tidak terlalu seemosi Umi. Abi hanya memilih lebih banyak diam lalu pergi meninggalkan Umi sendirian didalam kamar yang saat itu sedang marah sejahat-jahatnya. Dan Umi tahu apa yang Abi katakan ketika tanpa sengaja saya mendengarkan debat kalian ini ? Kata Abi; "Umi dan Abi sedang saling jatuh cinta hari ini. Abi yang salah hari ini. Jika kamu melihat hal ini tidak baik jangan kau ikuti,ikutilah hal-hal baik yang lain yang bisa Umi dan Abi contohkan untukmu. Jadilah sebaik-baiknya wanita seperti Umimu,hanya Umimu".

Padahal saya pun bisa menebak dengan pas kalau hari itu Umi yang salah dan karena sabarnya Abi dalam mencintaimu lagi-lagi ia harus membohongi kami dengan mengatakan, bahwa Abi yang salah.

 

Umi....

Dan hari ini saya melihat hal yang berbeda lagi. Ya, hari ini. Saya melihat Umi dan Abi sedang saling memuji satu-sama lain. Kadang-kadang kalian berdua tertawa dengan nada yang saling menunjukan tawa siapa yang lebih nyaring untuk didengarkan. Hari ini Abi menemani Umi kepasar,kalian berbelanja bahan dapur. Umi juga hari ini membeli jilbab baru yang warnanya sesuai warna kesukaan Abi. Hari ini Abi membantu Umi untuk mencuci pakaian,Abi membantu mengepel rumah dan menemani Umi masak sambil membaca koran hari ini.

Hari ini Umi dan Abi seperti dua anak kecil yang setelah saling ribut kembali tenang dan saling bermain bersama lagi seolah tidak saling tahu dendam dan amarah itu seperti apa wujudnya.

 

Umi, Bisakah kau ceritakan bagaimana caranya kau menemukan Abi ? Ceritakan apa saja. Ceritakan awal bagaimana bisa Umi jatuh hati pada seorang seperti Abi. Ceritakan lagi secara detail apa Umi punya syarat yang khusus yang Umi ajukan untuk Abi sepakati sebelum hidup bersama Umi. Ceritakan sekarang bagaimana caranya umi menemukan Abi. Bagaimana cara kalian bisa saling jatuh cinta,lalu saling mengakui bahwa hidup akan tetap baik-baik saja bila dilaluinya secara bersama sampai sekarang.

 

Umi, Bisakah kau ceritakan bagaimana caranya kau menemukan Abi ? Ceritakan apa-apa saja kesiapan yang harus aku siapkan agar nantinya aku bisa bertemu dengan seorang Pria yang hatinya-dirinya bisa seperti Abi.

Umi..saya tahu untuk hidup bersama nanti tidaklah seperti film-film korea yang biasa saya tonton,yang setiap harinya harus tertawa saja,jalan-jalan saja dan hidup bagaikan dunia ini milik berdua saja. Saya sadar bahwa untuk berbahagia tentu harus melewati proses yang panjang dan tidak murah. Dua puluh lima tahun ketika menghabiskan waktu bersama kalian berdua; banyak hal yang selalu saya pelajari dari kehidupan Umi juga Abi. Kalian banyak berdebat,saling menyalahkan,saling mengingkari janji tapi lagi-lagi kehidupan kalian menyadarkan saya bahwa Berumah Tangga bukanlah perkara nafsu saja tapi ini soal pertanggung jawaban didepan Illahi nanti.

 

Jadi Umi, bisakah kau ceritakan bagaimana caranya kau menemukan Abi ? Ceritakan saja apa-adanya. Ceritakan sedetail mungkin. Ceritakan disini bagaimana caranya Umi menemukan Abi,sebab saya sudah terlalu lelah jika harus terluka lagi.

  • view 265