Bisakah aku menjadi (Handphonemu) saja ?

Aiinizza Anggriani
Karya Aiinizza Anggriani Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 29 Mei 2016
Bisakah aku menjadi (Handphonemu) saja ?

“Bisakah aku menjadi handphonemu saja ?” Tanyaku dengan detakan jantung yang tidak karuan debarannya.

“Untuk apa ?” Jawabmu datar.

……

Untuk bisa lebih dekat lagi denganmu.

Aku ingin menjadi smartphonemu saja yang kemanapun kamu berada kamu akan lebih mengutamakan benda kecil itu untuk selalu kamu bisa pastikan bahwa semuanya sedang baik-baik saja.

Aku ingin menjadi bagian dari aplikasi smartphonemu bisa ? Seperti; ketika kamu sedang dimana kamu akan memberitahu Path, lokasi keberadaanmu juga jelas terpampang disana. Lalu aku hanya akan menjadi orang yang memberikan emot love disana agar kamu merasa bahwa aku sedang menikmati keberadaanmu dengan cara melupakan untuk mengabariku. Bisa juga aku menjadi Facebook mu saja yang apa-apa saja yang sedang kamu pikirkan,kamu tahu dan apa-apa saja perasaanmu saat itu juga bisa aku saja yang tahu duluan dan jangan dulu mereka yang tidak tahu apa-apa soalmu. Duniamu. Atau bagaimana jika aku ini menjadi Instagram saja di smartphonemu yang kamu bisa mengabadikan setiap moment bahagiamu berupa foto bersama siapa-siapa saja bisa kamu ceritakan dulu pertama padaku. Bagaimana ?

Aku ingin menjadi salah satu aplikasi itu saja di handphonemu. Atau menjadi camera handphonemu saja tak apa, itu jauh lebih membahagiakan karena untuk setiap saatnya aku akan mengabadikan ekspresi wajahmu disaat kamu ingin sekedar selfie atau merekam hal bahagia sedih apa saja soal kamu.

Ada lagi, aku ingin menjadi setiap angka juga huruf yang terterah dilayar handphonemu. Kamu menyentuhnya dengan begitu hati-hati. Setiap pesan yang masuk di akun medsosmu kamu akan segera menekan setiap huruf atau angka yang ada. Kamu seketika akan senyum sendiri membaca setiap comentar yang masuk atau malah sebaliknya. Tak apa, aku menikmatinya.

Bagaimana, bisa ?

……..

Sebab kau tahu aku begitu cemburu dengan handphonemu. Bukan karena merknya berkelas juga harganya yang mahal. Bukan karena casingnya bagus,bukan. Tapi ini lebih kepada kamu yang lebih senang hidup terlalu lama bersama benda itu daripada bersamaku. Kamu lebih senang mengabari keberadaamu dimana,sedang bersama siapa dan hal apapun disana dibandingkan harus mengabariku bahwa kamu sedang baik-baik saja. Aku iri dengan handphonemu. Ia bisa mencuri hatimu lebih banyak ketimbang dengan segala usahaku yang sedang dalam-dalamnya mencintaimu dan memberikan hal terbaik untukmu yang setiap harinya menunggu setiap kabarmu. Aku iri dengan handphonemu. Ia lebih bisa mengambil waktumu dan mengabaikanku yang sudah terlalu lama menunggumu didunia yang sebenarnya. Yang lebih nyata.

Atau mungkinkah kamu belum saja sadar dimana tempatmu yang sebenarnya harus kau berada ? Jika belum begitu paham biar ku bantu saja memberitahumu bahwa tempat sebenarnya harus kau berada dan memberitahu segala apa-apa saja yang terjadi dalam waktu 24 jam mu itu ada disini,disampingku. Tapi jika kamu masih bersih keras mengabaikan ucapanku dan lebih memilih dunia yang akhirnya tidak akan menua bersamamu, ya aku bisa apa selain memilih untuk melepaskanmu saja. Sebab kamu harus tahu bahwa yang akhirnya yang akan menemani hari-hari sulit dan bahagia bersamamu bukanlah benda-benda ataupun media-media sosial itu,bukan. Bukan juga mereka yang hanya bisa memberikan tanda bahwa mereka menyukai setiap postinganmu,bukan. Karena pada akhirnya semua akan dihadapkan dengan kehidupan masing-masing,kehidupan yang lebih nyata lagi bukan soal postingan,foto-foto dan apapun itu,bukan.

Jadi sebelum aku bergegas pergi, masihkah kamu mau untuk lebih banyak waktu melepaskan handphonemu dan lebih memilih melihat dunia nyata bersamaku ? berdua saja. Tanpa postingan dan hal-hal menyebalkan lainnya.

Bagaimana ?