Apakah Kamu Akan (tetap) Melakukannya ?

Aiinizza Anggriani
Karya Aiinizza Anggriani Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 27 Mei 2016
Apakah Kamu Akan (tetap) Melakukannya ?

Jika sudah menua bersama nanti apakah kamu masih akan tetap melakukan hal-hal sederhana ini padaku seperti hari ini ? Seperti; memengang tasku pada saat kita sedang jalan bersama,menggenggam erat tanganku menikmati sepanjang jalan trotoar,atau apakah kamu akan tetap mengantarku ke kantor,ke pasar atau ketempat mana saja berdua, Lalu menungguku pulang dengan selalu menjemputku?

Jika kedua jiwa kita tidak sekuat dulu lagi apakah kamu masih ingin aku menemanimu berjalan menikmati kota ini atau paling tidak hal terkecil jalan pagi bersama menikmati halaman rumah kita. Dan sorenya kamu berjanji untuk menemaniku menikmati cantiknya matahari terbenam. Atau jika hal itu tidak bisa kita lakukan untuk setiap harinya berdua,kamu masih akan tetap mau kan untuk menemaniku menikmati laut ? Kita bisa bicara banyak disana,tentang bagaimana hari-hari kita kedepan nanti,cinta kita dan juga masa depan anak-anak kita nanti.

Dan jika tubuh,parasku sudah tak secantik hari ini untuk lima belas atau dua puluh tahun kedepan apakah kamu masih akan tetap mencintaiku seperti hari ini ? Apa kamu masih akan meminjamkan bahumu untukku sekedar memejamkan mata sebentar disana ? Apa telingamu masih akan tetap mampu mendengarkan segala keluhanku atas apa saja yang akan aku ceritakan nanti,entah itu tentang pekerjaanku,mimpi-mimpiku atau sedikit keluhan sakit hatiku akan mereka yang tak mengerti dengan cara jalan hidup kita ?

Ini hanya sedikit ataupun banyak kekhawatiranku sayang soal bagaimana cinta kita nanti. Bukan aku meragukan cintamu,cinta kita. Bukan. Ini hanyalah rasa khawatir yang mungkin saja dirasakan oleh seluruh Wanita didunia ini. Ini hanyalah rasa takut akan bagaimana kita di lima belas,dua puluh tahun nanti.  Tentang banyaknya impian kita bersama,tentang pelukan yang akan nanti selalu menghangatkan dan mencairkan emosi kita berdua. Aku tahu kehidupan nanti tidak selamanya akan bahagia,tidak juga akan selamanya dijalani dengan air mata kesedihan karena bukankah katamu bahagia dan sedih harus tetap ada namun kebahagiaan harus lebih kita utamakan.

Jadi sayang apa yang harus kita lakukan nanti ?

Soal cintaku kepadamu akan tetap seperti ini bahkan lebih juga nantinya. Aku akan tetap menjadi wanita kedua dan terakhir setelah nama Ibumu. Membuat ibumu tidak akan khawatir jika anak pria kesayangannya hidup menua nanti bersamaku. Aku juga akan seperti Ibumu walau aku tahu,cintaku tak bisa menandingi rasa cinta Ibumu terhadapmu tapi untuk setiap waktu aku akan berusaha untuk menjadi lebih baik untukmu,untuk kita. Aku juga akan mengurangi makeup yang berlebihan karena kamu penyuka segala sesuatu yang natural kan ? maka aku pun akan belajar penyukai apa-apa saja yang kamu suka.

Dan untuk dua puluh tahun kedepan disaat tubuhku dan tubuhmu tak sekuat seperti usia kita yang sekarang,aku masih akan bersedia hidup bersamamu. Aku masih akan tetap membuat coffee atau teh  hangat kesukaanmu,menyajikan makanan kesukaanmu,merapikan buku-buku bacaanmu dan banyak hal lainnya yang akan aku lakukan untukmu. Aku juga akan tetap menjadi pendengar yang terbaik. Mendengarkan segala keluh kesahmu juga disaat ada kerjaan atau rekan-rekanmu yang mengkhianatimu. Selalu ada pelukan untukmu nanti dari mereka (siapa saja) yang membuatmu kecewa.

Jadi sayang untuk waktu kedepan yang masih serba rahasia,maukah kamu untuk berjanji untuk tetap saling melakukan yang terbaik untuk suatu hubungan yang bernama “kita” ? Maukah untuk tetap melakukan hal sederhana berdua bersama ? Untuk hari ini juga hari-hari yang akan datang. Berdua…